Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 68 (Tamat)


__ADS_3

Untuk Reza, orang yang aku cintai


Hi Za, apa kabar?


Lama yah kita tidak bertemu dan berhubungan, kau tau?, aku merindukanmu setiap hari bahkan setiap jam bahkan setiap menit bahkan setiap detik dan setiap hembusan nafasku.


Reza Anugrah, dengan hanya mendengarkan namamu disebut hatiku bergetar lebih cepat dari biasanya, aku selalu berdoa pada Allah untuk meninggal sebelum kamu meninggal karena aku tak sanggup jika tak melihatmu.


Reza, aku titipkan satu anugrah terindah untukmu sebelum aku menjemput ajalku nanti, yaitu bayi kita, jaga dan rawat dia sebaik dan selembut mungkin. Aku yakin kamu akan menjadi ayah yang baik untuknya.


Reza jika kelak anak kita sudah tumbuh dewasa sampaikan padanya surat yang aku berikan, tolong jangan dibuka sebelum anakku sendiri yang membukanya.


Owh ya satu lagi, carilah wanita buatmu dan ibu dari anak kita, aku yakin anak kita membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Aku sudah tanda tangan surat perceraian yang engkau berikan waktu awal pernikahan kita, aku harap kamu bahagia. Love you all Reza Anugrah, salam terindah dariku untukmu


Dari Faina, orang yang selalu akan mencintaimu.


Tangisan Reza pecah setelah membaca surat yang ditulis Faina waktu dia masih hidup, nyona Tasya yang melihat itu langsung memeluk putranya dan mengusap lembut kepala putranya itu.


"Reza sudahlah nak, ikhlaskan Faina"ujar nyonya Tasya.

__ADS_1


"Maafin aku Fai"ujar Reza yang benar-benar sudah menyesal kenapa dia menjauh dari Faina, seharusnya dia bicara baik-baik sama Faina, tidak dengan cara menjauh dan menyuruh Faina pergi sementara waktu itu Faina tengah mengandung.


Faina juga sudah dikuburkan beberapa jam yang lalu dan sekarang semua orang tengah berkumpul dirumah nyonya Leli, Rangga sendiri yang mengambil surat dari lemari Faina dan dia berikan pada Reza.


"Reza, mama dan keluarga mama yang akan merawat dan membesarkan anak Faina"ujar nyonya Leli yang membuat Reza langsung menatap nyonya Leli dengan tatapan kaget.


"Ma aku ingin membesarkan bayi ku sendiri, aku ingin menebus kesalahan ku pada Faina, aku mohon tolong izinkan aku merawat putriku ma"ujar Reza dengan tatapan memohon.


"Aku rasa sebaiknya memang Reza lah yang membesarkan anaknya ma"ujar Syifa yang tidak tega dengan tatapan Reza yang terlihat sangat terpuruk dan terbesit rasa penyesalan dimatanya.


"Baiklah, tapi jika sesuatu terjadi pada cucuku, aku akan langsung membawanya kesini dan mama yang akan merawatnya"ucap nyonya Leli dengan tatapan serius.


"Owh ya, siapa nama bayi lo bro?"ujar Dion yang membuat semua orang pun langsung mengingat jika bayi Faina dan Reza belum diberikan nama.


"Aku akan kasih dia nama, Fara Nabila Anugrah"ujar Reza yang membuat semua orang tersenyum. "Fara adalah sambungan namaku dan Faina, Fa nya itu Faina dan Ra nya itu Reza"ucap Reza sambil tersenyum mengingat wajah Faina ketika tersenyum dan mengingat semua tingkah lucu Faina serta kenangan indah mereka berdua.


Faina, maaf, maafin semua kesalahanku. Jika kelak anak kita sudah dewasa, aku akan sampaikan padanya jika dia mempunyai ibu yang begitu sangat baik dan cantik. Aku tidak akan pernah bisa menikah sama orang lain lagi, aku janji akan menjadi ayah dan sekaligus ibu yang baik untuk Fara, putri kita, batin Reza.


💜💜💜

__ADS_1


Beberapa hari kemudian


Nisa dan Dion tengah bermesraan disebuah taman dengan rumah mereka tinggal, tiba-tiba Nisa merasa sangat mual.


"Sayang kamu kenapa?"tanya Dion yang khawatir dengan kondisi Nisa.


"Aku mual banget Dion, kita pulang sekarang ya"ujar Nisa dan langsung diangguki oleh Dion.


Setelah sampai dirumah mereka, Nisa langsung mengambil tespeck yang dia beli kemarin, dan hari ini dia akan mencobanya sendiri.


Ya Allah mudah-mudahan apa yang kucurigakan jika aku hamil itu benar, Amiin, batin Nisa.


"Dion!!, sayang kamu dimana?"teriak Nisa kegirangan setelah melihat hasil dari tespecknya.


"Nisa sayang kamu kenapa?"tanya Dion, Nisa pun melihatkan hasil tespecknya pada Dion dan Dion langsung memeluk Nisa dengan perasaan senang.


"Kamu hamil sayang, ini benar kan?, kamu nggak ngerjain aku kan?"ujar Dion.


"Iya, aku hamil, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua, kamu jadi ayah dan aku jadi ibu"jawab Nisa tersenyum dan Dion kembali memeluk Nisa serta menghujani wanita itu dengan ciuman lembut.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2