Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 57


__ADS_3

Reza meletakkan hpnya keatas meja dekat ranjangnya setelah mematikan telfon itu sepihak. Hati dan pikirannya tertuju pada Faina.


"Apa salah kalau aku tak ingin bersama Faina lagi karena aku takut dia akan menderita hidup denganku?, apa salah kalau aku hanya ingin Faina hidup bahagia Dengan orang lain tanpa mengurusi orang cacat yang tak berguna sepertiku?, kenapa tidak ada yang mengerti kalau apa yang kulakukan akhir-akhir ini untuk Faina, untuk kebahagiaannya"ujar Reza.


"Papa mengerti, papa sangat mengerti, tapi caramu salah"ujar tuan Herman yang ternyata mendengar semua ucapan Reza didepan pintu ruangan Reza.


"Papa!"ujar Reza terkejut, pasalnya baru 5 menit yang lalu papa dan mamanya pamit untuk membeli makanan, tapi kenapa papanya sudah pulang dan dia tidak melihat keberadaan mamanya.


"Za, Faina mencintaimu bahkan sangat, papa tau itu karena perlakuannya kepadamu selama kamu koma serta tatapan matanya yang penuh cinta sama dengan tatapan papa jika melihat mamamu"ujar tuan Herman.


"Tapi papa lihat Reza sekarang, Reza tidak bisa membuat Faina menderita karena punya suami cacat seperti Reza, aku yakin dia akan diejek orang pa"ujar Reza tidak percaya diri.


"Za, kamu tidak bisa menyimpulkannya sendiri, tanya sama Faina apa dia malu punya suami kayak kamu kalau dia biasa aja, kamu harusnya bersyukur nak"ujar tuan Herman.


"Sudahlah pa, tidak akan ada ujungnya jika kita terus membahas masalah ini, owh ya mama mana?, dan kenapa papa cepat banget pulangnya?"ujar Reza.


"Papa dan mama tidak jadi keluar karena sudah terlalu larut sedangkan mamamu dia minta izin sama satpam rumah sakit untuk kesupermarket dekat untuk membeli roti"ujar tuan Herman.


"Terus kenapa papa tidak menemani mama?"ujar Reza.


"Mamamu menolak, dia bilang dia ingin pergi sendiri dan menyuruh papa untuk kembali keruangan kamu, menemani kamu saja"ujar tuan Herman.


"Owh yaudah, aku tidur duluan ya pa, ngantuk"ujar Reza lalu menutup matanya.


"Papa harap kamu fikirkan kata-kata papa tadi"ujar tuan Herman.


💜💜💜

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain.


"Fai kakak kan udah bilang sama kamu kalau kita sama-sama kerumah sakit, tapi kenapa kamu nekat pergi sendiri"ujar Rangga.


"Karena aku merindukan Reza, aku merindukannya kak, dia suamiku, tapi sulit sekali untukku menemuinya"ujar Faina dengan air mata yang sudah jatuh dipipinya.


Syifa pun mendekati adik iparnya itu dan memeluknya, memberikan ketenangan untuk Faina.


"Tadi mobil kakak mogok ditengah jalan Fai, maaf kalau kakak ingkar janji sama kamu, tapi tolong jangan ulangi apa yang kamu lakukan hari ini"ujar Rangga.


"Sudahlah mas, moodnya Faina lagi rusak apalagi sekarang dia lagi hamil jadi moodnya berubah-ubah, aku akan antar dia kekamar, kamu juga pergi gih istirahat, aku tau kamu pasti capek"ujar Syifa.


"Yaudah, makasih yah"ujar Rangga.


Setelah kepergian Syifa yang membawa Faina beristirahat, nyonya Leli menarik anak pertamanya itu untuk duduk disyofa keluarga.


"Mama benar-benar takut akan terjadi apa-apa sama Faina dan bayinya jika dia seperti ini terus Rangga"ujar nyonya Leli.


"Terus mama mau Rangga kayak gimana?"tanya Rangga.


"Mending besok kamu nggak usah kerja, antar Faina pagi-pagi kerumah sakit, biar Faina juga tenang dan dia nggak kepikiran tentang Reza lagi"ujar nyonya Leli.


"Iya, besok aku nggak akan kekantor"ujar Rangga.


Besok pun tiba.


Faina membuka matanya akibat silauan matahari karena jendela kamarnya dibuka oleh seseorang.

__ADS_1


"Mama"ujar Faina melihat mamanya.


"Bangun sayang, kita harus kerumah sakit"ujar nyonya Leli.


"Apa!?, kita mau kerumah sakit sekarang ma?"tanya Faina dengan hati yang senang.


"Iya nak, setelah kamu mandi dan makan kita akan kesana, tapi Fai harus janji sama mama satu hal"ujar nyonya Leli.


"Apa itu ma?"tanya Faina.


"Apapun yang dikatakan Reza nanti, tolong jangan menangis, mama tidak mau air mata kesedihan itu membanjiri wajah Putri cantik mama"ujar nyonya Leli yang membuat Faina terdiam. "Kalau Fai nggak mau janji sama mama, kita nggak usah kerumah sakit"lanjut nyonya Leli yang membuat Faina langsung mengatakan iya dan dia janji.


Nyonya Leli pun keluar dari kamar Faina, baru saja Faina hendak mandi, tiba-tiba hpnya berdering dan tertera nama 'Ayah', Faina pun langsung mengangkat hpnya itu dengan bahagia.


Dalam telfon.


"Halo Ayah"ujar Faina.


"Apa kabar nak?"tanya tuan Buddin


"Baik, kalau ayah?"


"Ayah juga baik, Fai ayah mau ngomong sesuatu"ujar tuan Buddin yang membuat Faina heran.


"Sesuatu apa ayah?"tanya Faina.


"Apa benar jika Reza menginginkan kamu pergi dari kehidupannya?, maksud ayah Reza menginginkan kalian bercerai"ujar tuan Buddin yang seakan-akan membuat jantung Faina berhenti berdetak, kata-kata ayahnya tentang cerai membuat Faina takut jika Reza akan mengatakan pisah kepadanya dan jika itu benar terjadi, apa yang harus dia lakukan, bagaimana dia mengurus bayinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2