Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 87


__ADS_3

"Lepasin aku!!"ujar Rosi sambil mendorong tubuh Fero agar menjauh dari tubuhnya.


"Dengan cara apa lagi aku buktiin ke kamu kalau aku nggak akan pernah ngulang kesalahan aku yang dulu"ucap Fero.


"Nggak ada caranya Fer, semua percuma. Kamu tau aku terlalu kecewa"ujar Rosi lalu menutup pintu rumahnya, membiarkan Fero diluar rumahnya.


"Biar pun aku mati, kamu tetap nggak akan percaya sama cinta aku kekamu Ros!!"teriak Fero terakhir kalinya dan setelah itu Rosi sudah tidak mendengar kata apapun lagi.


Huh, astagfirullah, batin Rosi sambil menghirup oksigen dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.


"Nona"panggil seseorang, Rosi pun mengarahkan pandangannya pada suara yang ternyata tak jauh dari tempatnya berdiri dan orang itu adalah bi Sinta.


Kenapa aku nggak sadar dari tadi kalau bi Sinta ada disana, batin Rosi.


"Bi, apa bibi dengar sesuatu?"tanya Rosi.


"Saya dengar semuanya non Rosi, maaf kalau sayang lancang"ujar bi Sinta membuat Rosi terkejut.


"Bi saya mohon jangan cerita ini ke siapapun apalagi ke mama, papa, dan kak Reza, aku mohon bi"ucap Rosi.


"Iya non, tapi apa non Rosi kenal sama tuan Fero"ujar bi Sinta dan diangguki oleh Rosi.

__ADS_1


"Kita duduk disana ya bi, Rosi akan cerita"ujar Rosi sambil melangkah menuju sofa ruang tamu rumahnya diikuti oleh bi Sinta.


"Bibi tau?, Fero adalah lelaki yang membuat saya mengenal arti cinta, dulu saya ketemu sama Fero di kampus bi waktu saya masih kuliah S1, tidak ada yang tau soal itu kecuali saya Fero dan Allah, sampai pada hari itu Fero menyatakan perasaannya kalau dia juga mencintai saya, saya senang bi, tapi ternyata tak lama dari itu dia membawa kekasihnya datang kerumah ini dengan kak Reza dan kak Dion saat itu, saya ingin marah bi tapi tak bisa, perasaan saya hancur"ujar Rosi dengan air matanya yang sudah menetes.


"Boleh bibi peluk non Rosi?"tanya bi Sinta dan diangguki oleh Rosi, bi Sinta pun langsung memeluk Rosi dengan perasaan sayang.


"Itulah alasan terbesar Rosi melanjutkan S2 Rosi diluar negri bi"ujar Rosi.


💝💝💝


Sedangkan ditempat lain.


Faira, Faina dan Reyhan tengah diskusi tentang rencana mereka selanjutnya.


"Saya tidak setuju, saya mau ikut merekam saja sama kamu"ujar Faira membuat Faina tersenyum.


Ternyata kembaran aku ini begitu posesif dan pencemburu ya, batin Faina.


"Tapi nona bagaimana kalau nyonya Kikan nanti menelfon nyonya Leli dan tanya apakah Faira ada bersamanya atau tidak, kalau nona disana saya yakin itu akan membuat nyonya Kikan tambah panik dan dengan cepat mengakui semua kesalahannya. Saya pun takut nanti nyonya Kikan malah mengira kalau nona Faina itu nona Faira yang merencanakan ini semua itu membongkar kedoknya"ujar Reyhan.


"Kayaknya kali ini aku setuju deh sama Reyhan, Faira"ujar Faina. Pada akhirnya Faira pun mengalah, walau dalam hatinya takut jika nanti Faina dan Reyhan berduaan. "Kamu tenang aja cinta aku itu hanya untuk suamiku, aku nggak akan merebut Reyhan dari kamu"lanjut Faina.

__ADS_1


"Apaansih lo, lagi pula kalau lo mau sama Reyhan nggak papa kok"ujar Faira.


"Yakin?"goda Faina sambil mendekat kearah Reyhan.


Iss Faina ini ngeselin banget sih, batin Faira.


"Iya"ucap singkat Faira lalu beranjak dari kursinya, tanpa sengaja kakinya tersandung karena dia buru-buru pergi dan dia pun jatuh kerah Reyhan duduk, posisi Faira saat ini yaitu duduk dipangkuan Reyhan dan pandangan mereka beradu.


Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini ya, batin Reyhan.


"Ehem-ehem, permisi pak, bu, masih ada orang disini, dilarang bermesraan"ujar Faina membuat kedua orang itu jadi salah tingkah sendiri, Faira pun langsung bangkit dari pangkuan Reyhan.


"Maaf saya nggak sengaja"ujar Faira, belum sempat Reyhan menjawab, Faina lebih dulu menjawab.


"Disengaja juga nggak papa, abang Reyhan malah senang"ucap Faina membuat Reyhan tersenyum, sedangkan Faira dia menjadi sangat kesal pada Faina.


"Ihk Faina"ujar Faira lalu melemparkan Faina bantal sofa, Faina pun melemparkan bantal sofa itu kembali pada Faira, dan terjadilah perang lempar-lemparan bantal sofa diantara mereka berdua.


Mudah-mudahan setelah ini nona Faina bisa bersatu kembali dengan tuan Reza dan nona kecil Fara, dan nona Faira bisa bersama orang yang dicintainya pula, batin Reyhan sambil tersenyum bahagia melihat kedua saudara itu main lempar-lemparan bantal.


**Jangan lupa like dan komen ya

__ADS_1


Gimana pendapat kalian tentang part kali ini, udah bikin tambah penasaran atau biasa aja**?


__ADS_2