
"Tidak, yang meneror ku tidak mungkin hantunya Faina, apa jangan-jangan itu kembarannya Faina yaitu Faira, tapi bagaimana dia tau semua tentangku terlebih lagi dari mana dia tau alamat rumah ini"ujar nyonya Kikan.
Nyonya Kikan pun memilih untuk menghubungi nyonya Leli memastikan keberadaan Faira.
Dalam telfon
"Leli apa Faira bersamamu?"tanya nyonya Kikan langsung pada intinya.
Nyonya Leli pun menjadi bingung sendiri dengan nyonya Kikan, tadi pada saat dia datang nyonya Kikan sama sekali tidak bicara apapun bahkan melihatnya saja tidak dan sekarang nyonya Kikan menelfonnya hanya untuk menanyakan tentang Faira.
"Memangnya ada apa Kikan?"tanya balik nyonya Leli.
"Jawab saja aku, iya atau tidak"ujar nyonya Kikan.
"Iya, dia ada disini, dia lagi main sam,,"ucapan nyonya Leli pun menjadi terpotong karena nyonya Kikan langsung mematikan telfonnya secara sepihak.
Aneh sekali, batin nyonya Leli.
Nyonya Kikan pun sudah tidak berfikir panjang lagi, dia diam-diam keluar dari rumahnya karena dia tau kalau Nisa atau Dion melihatnya pasti mereka tidak akan mengizinkan nyonya Kikan pergi atau mereka pasti ingin ikut.
Sesampainya nyonya Kikan ditaman itu, taman itu benar gelap dan sepi, itu semua karena jam sudah menunjukkan pukul 09.30. Nyonya Kikan terus berjalan mengikuti arah petunjuk yaitu bunga layu yang berjejeran sampai bunga itu tidak ada lagi dan berhenti disebuah kursi taman yang sudah duduk seseorang dengan rambut diturunkan dan memakai pakaian berwarna putih, seperti kuntilanak.
"Siapa kamu?"tanya nyonya Kikan gemetaran, dia begitu sangat ketakutan.
__ADS_1
"Aku tau niat busuk mu itu, hahahahah"ujar Faina berpura-pura agar aktingnya benar-benar seperti hantu nyata, dia bangkit dari tempat duduknya dan mendekat kearah nyonya Kikan, nyonya Kikan yang ketakutan pun berjalan mundur dan tanpa sengaja kakinya terpeleset.
"Jangan mendekat!!"teriak nyonya Kikan.
"Aku tidak akan berbuat apapun asal dengan satu syarat"ujar Faina.
"Apa?!"tanya nyonya Kikan menahan ketakutannya.
"Kamu harus menjawab semua pertanyaan yang akan aku berikan, setuju?"ujar Faina dan hanya dibalas anggukan oleh nyonya Kikan.
"Kamu selingkuh kan dari ayahku?"tanya Faina.
"Iya"jawab nyonya Kikan cepat.
"Iya"
"Nisa anak yang terlahir tanpa ikatan pernikahan kan, dia lahir karena hubungan kamu dengan lelaki diclub malam itu kan"ujar Faina dan nyonya Kikan pun terdiam, ingatannya kembali pada beberapa tahun yang lalu.
Flashback on
Setiap malam tiada hentinya nyonya Kikan melayani pria-pria yang datang ke club malam itu, sampai hari itu dia dinyatakan hamil, dia syok, tapi nyonya Kikan masih punya hati nurani untuk tidak menggugurkan janinnya itu.
Kalian pasti bertanya-tanya kan siapa ayahnya Nisa jawabannya nyonya Kikan pun tidak tau, terlalu banyak pria hidung belang yang menidurinya sehingga dia tak tau siapa ayah putrinya itu.
__ADS_1
2 hari setelah nyonya Kikan dinyatakan hamil, club malam itu tiba-tiba kebakaran karena terjadinya koslet. Pemilik club malam itu pun meninggal di tempat kejadian, sedangkan nyonya Kikan dia masih sempat lari dan untung saja janinnya tidak kenapa-napa. Nyonya Kikan berusaha untuk tetap bertahan hidup dan merawat bayinya sendiri, dia bekerja kesana-kemari untuk mendapatkan uang sampai saat dia bertemu dengan tuan Buddin kehidupannya pun berubah.
Flashback off
"Jawab!!, jangan hanya ngelamun"suara teriakan Faina membuat nyonya Kikan sadar dari lamunannya.
"Iya, it,,u,,,itu benar"ucap nyonya Kikan sambil menutup matanya, air matanya pun sudah mengalir dari pelupuk matanya sejak mengucapkan kata-katanya barusan.
"Kenapa kamu membenci mamaku dan merebut ayahku darinya?"tanya Faina masih dengan suara yang tegas.
"Aku sangat membenci Leli. Kau tau siapa orang yang telah membawa ku masuk ke dunia gelap itu, itu adalah kakekmu, ayah dari Leli. Aku merebut ayahmu darinya itu belum seberapa dengan apa yang telah kakek mu perbuat padaku, dan satu yang harus kamu tau aku sama sekali tidak tau kalau istri dari Buddin itu adalah Leli"ujar nyonya Kikan.
Kali ini bukan nyonya Kikan yang terdiam tapi Faina, dia terdiam mendengar penjelasan nyonya Kikan.
"Tidak, kakekku tidak sejahat itu"ujar Faina.
"Tanya kan saja pada mamamu siapa kakekmu sebenarnya"ujar nyonya Kikan.
Faina pun menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dia tak percaya dengan ucapan nyonya Kikan, tapi entah kenapa hatinya berkata itu semua benar. Karena Faina terdiam cukup lama, nyonya Kikan pun langsung lari dari taman itu.
"Huh, kenapa perempuan itu bisa sampai lolos sih"gumam Faina.
**Jangan lupa like dan komen ya.
__ADS_1
Salam manis Author💝💞**