
1 minggu kemudian.
Hidup Faina dan Reza benar-benar bahagia dan sangat lengkap.
"Owh ya Fai, yang aku bingungkan sampai sekarang tentang cara kamu bisa hidup kembali, bukannya aku udah lihat jenazah kamu"ujar Reza. Saat ini mereka berdua tengah mengajak Fara ketaman bermain anak-anak. Fara bermain dengan anak-anak yang juga ada ditaman itu, sedangkan mereka berdua duduk bersamaan dibangku taman sambil sekali-kali memperhatikan tingkah Fara dari kejauhan.
"Yah waktu itu aku memang dinyatakan sudah meninggal, tapi saat diruang jenazah aku bangun lagi Za, jadi bisa dibilang aku mati siri"ujar Faina sambil memandang wajah Reza.
"Terus kenapa ada jenazah yang dikirim kerumah mama, kalau itu bukan jenazah kamu berarti itu jenazah siapa?"ujar Reza.
"Itu jenazah orang yang keluarganya tidak ada, tidak ada yang mengurus penguburannya, jadi aku minta tolong sama dokter itu untuk membawa jenazah itu saja kerumah"ujar Faina.
"Owh kayak gitu, tapi bukannya seorang Dokter sudah bersumpah akan selalu jujur pada pasien dan keluarga pasien sebelum dia menjadi Dokter"ujar Reza yang agak kesal kenapa Dokter itu menerima keinginan Faina, andai saja Dokter itu berkata jujur mungkin Reza bisa membantu Faina dan mereka berdua bisa merawat Fara dari lahir, Fara tidak usah minum susu formula terus dari bayi.
"Aku yang memaksanya Za, memang benar kalau seorang Dokter memang sudah bersumpah akan kejujuran sebelum dia menjadi Dokter, tapi Za jika Dokter itu jujur kekalian, tidak menutup kemungkinan nyonya Kikan akan cepat tau tentang keberadaan ku dan waktu itu aku dengar bahwa dia akan merencanakan pembunuhan kepadaku jika aku masih hidup, Dokter itu hanya menyelamatkan nyawa ku Za, jadi jika kamu kesal ataupun mau marah, kamu bisa marah sama aku, jangan sama Dokter itu"ujar Faina panjang lebar.
"Fai aku tidak marah, aku hanya kesal sama Dokter itu yang menutupi semuanya. Aku hanya merasa aku bukan suami yang baik untuk kamu karena aku nggak bisa melindungi dan membantu kamu disaat kamu susah, aku marah sama diri aku sendiri yang memang tidak pernah berguna"ujar Reza sedih.
"Dengan kamu menunggu aku dan tetap setia sama aku sampai 3 tahun belakangan ini itu sudah membuat aku merasa kalau kamu begitu mencintai aku Za, jangan pernah bilang kalau kamu nggak berguna, kamu sangat berguna, kamu telah menjadi ibu sekaligus ayah buat putri kita selama aku tidak ada"ujar Faina sambil tersenyum kearah Reza dan dibalas senyuman oleh Reza.
Setelah menghabiskan waktu sampai sore ditaman bermain menemani Fara, mereka bertiga pun pulang. Owh ya Reza dan Faina sudah tinggal kembali dirumah mereka dulu, dan sekarang mereka ingin pulang kerumah nyonya Leli karena nanti malam akan ada acara disana yaitu acara ulang tahun pernikahan Rangga dan Syifa.
Malam pun tiba.
Semua para lelaki tengah membakar ayam dan jagung, sedangkan para wanita menghias meja agar terlihat lebih indah.
Setelah semua selesai, mereka pun makan bersama.
"Owh ya hari ini aku dan Fero ada berita baik untuk kalian"ujar Rosi sambil tersenyum melihat satu persatu anggota keluarganya.
"Kamu hamil"tebak nyonya Tasya yang langsung menghebohkan anggota keluarga yang lainnya.
"Kok mama tau sih"ujar Rosi.
"Serius kamu hamil dek?"tanya Reza memastikan.
"Iya kak, usia kandungan aku baru memasuki 1 minggu"ujar Rosi bahagia.
"Kok kamu baru bilang sekarang sih?"tanya Faira.
__ADS_1
"Iya Faira, soalnya aku juga baru taunya kemarin, jadi aku sama Fero putuskan untuk kasih tau kalian diacara ulang tahun pernikahan kak Syifa dan kak Rangga aja"ujar Rosi.
"Cie yang udah mau jadi bapak nih ceritanya"ujar Dion.
"Iya dong. Owh ya lo kapan nih Reyhan"ujar Fero.
"Iya benar, kapan nih?"ujar Dion.
"Ya, sebenarnya Faira juga udah hamil dan sama kayak Rosi umur janinnya juga baru memasuki 1 minggu"ujar Reyhan.
"Kok kalian bisa samaan gitu sih hamilnya, jangan bilang kalau lo sama Faira juga tau hasilnya kemarin"ujar Faina.
"Seru tuh kalian, barengan gitu"ujar Nisa.
"Iya, kita juga tau hasilnya kemarin dan gue sama Faira juga memutuskan untuk kasih tau kalian semua malam ini"ujar Reyhan.
"Lo sama Nisa nggak usah manyun kayak gitu kali, gue sama Rosi emang sehati, iya nggak Ros"ujar Faira.
"Iya dong, sehati"ujar Rosi.
"Iss nggak asik deh kalian"ujar Faina.
"Sayang kamu kenapa?"ujar Reza sambil mengejar Faina kekamar mandi.
"Ayah, bunda kenapa?"tanya Fara sedih pada ayahnya.
"Ayah juga nggak tau sayang, kita tunggu bunda keluar aja"ujar Reza.
"Faina kamu kenapa nak?"tanya nyonya Leli saat Faina sudah membuka pintu kamar mandi.
"Aku nggak tau ma, dari kemarin aku mual terus, mungkin karena masuk angin"ujar Faina.
"Atau jangan-jangan kamu hamil lagi"ujar nyonya Tasya.
"Iya Fai, nih lo periksa dulu"ujar Faira memberikan tespeck pada Faina, tespeck itu Faira beli kemarin untuk mengecek apa dia hamil atau tidak dan dia membelinya 3, jadi masih ada sisanya.
Faina melihat tespeck itu, dia takut kecewa dan mengecewakan Reza kalau hasilnya nanti negatif.
"Kamu coba aja dulu, nggak papa kok kalau hasilnya negatif"ujar Reza yang seakan tau apa yang ada dipikiran Faina.
__ADS_1
Faina pun masuk kembali dalam kamar mandi dan mencoba tespeck itu. Betapa bahagianya Faina saat mengetahui kalau hasilnya positif, dia pun langsung keluar dengan wajah pura-pura sedih.
"Kenapa?, hasilnya negatif ya, nggak papa kok"ujar Reza.
"Iya sayang, kamu nggak usah sedih, mungkin belum rezeki kamu lagi"ujar nyonya Tasya.
"Iya Fai, lagi pula lo kan udah ada si cantik Fara"ujar Faira sambil tersenyum kearah Faina.
"Hasilnya,,, positif"ujar Faina sambil memperlihatkan tespecknya, saking bahagianya Reza pun langsung memeluk erat Faina.
"Ayah, bunda kenapa?"tanya Fara bingung.
"Sayang sebentar lagi Fara bakal punya adek"ujar Reza yang langsung membuat Fara tersenyum senang.
"Benar bunda?!"tanya Fara dengan wajah bahagia.
"Iya sayangnya bunda, Fara senang nggak?"ujar Faina.
"Senang banget bunda"ujar Fara lalu memeluk Faina dan dibalas ciuman dikening Fara dari Faina.
"Wah seru nih, berarti kita hamilnya barengan bertiga, sayang Nisa nggak ikutan"ujar Faira.
"Iya nih, kalian curang"ujar Nisa.
"Sabar kak Nisa. Nanti kalau kita mau beli baju atau perlengkapan bayinya barengan ya"ujar Rosi senang sambil memeluk lengan Fero.
"Iya, aku setuju"ujar Faira dan Faina.
"Selamat ya buat kalian semua, mama ikut bahagia"ujar nyonya Indah dan diangguki oleh mereka bertiga.
"Semoga kehamilannya lancar ya sampai persilinan nanti"ujar Nisa.
"Andai kamu juga hamil Nis, tambah seru deh kita hamilnya berempat"ujar Faira.
"Hehehe, aku belum dikasih lagi Faira"ujar Nisa.
"Bagaimana kalau besok kita adakan acara lagi untuk merayakan kehamilan kalian bertiga"ujar Syifa.
"Iya, aku setuju"ujar mereka bertiga.
__ADS_1
"Wah, mama akan punya 3 pasien sekaligus nih"ujar nyonya Leli dan mereka semua pun tersenyum bahagia.