Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Kecewa lagi


__ADS_3

Reza pun menghubungi Faina untuk mengajaknya dinner malam ini disebuah Cafe, karena Reza begitu banyak pekerjaan dikantornya, dia tidak bisa menjemput Faina, jadi mereka akan bertemu langsung di Cafe itu.


Faina sudah dandan begitu sangat cantik, Faina berharap Reza akan mengungkapkan perasaannya pada Faina, yah walaupun itu tidak mungkin, tidak apalah berharap sedikit.


Setelah berdandan, Faina pun memanggil bi Sinta untuk berkomentar terhadap dandanannya.


"Bagaimana bi?"tanya Faina.


"Non Faina begitu sangat cantik, saya saja terpukau apalagi den Reza nanti"ujar bi Sinta.


"Makasih yah bi"ujar Faina, Faina pun segera menuju Cafe itu dengan memesan taxi karena pulangnya dia akan menaiki mobil Reza bersama Reza.


Sesampainya disana, ternyata Reza belum datang, Faina pun menunggu Reza, tapi sudah hampir 3 jam menunggu Reza tak kunjung datang, hp Reza juga tidak aktif membuat Faina menjadi pusing sendiri.


"Mba maaf, tapi Cafenya sudah ingin kami tutup"ujar pelayan Cafe itu.


"Owh yah sudah, makasih mba"ujar Faina lalu beranjak pergi meninggalkan Cafe itu.


Kecewa, yah itulah yang dirasakan Faina, air matanya Ingin sekali jatuh, tapi ditahannya karena dia sedang berada diluar rumah, salah sangat salah dia berharap kepada Reza.


Faina pun mencari taxi tapi tak ada, dan kuota internetnya habis jika ingin memesan taxi online.

__ADS_1


"Mba"ujar seorang lelaki turun dari mobilnya dan menghampiri Faina.


"Kamu siapa?"ujar Faina.


"Saya bukan orang jahat, saya pemilik Cafe yang tadi mba tempati, saya lihat mba ingin pulang dan jam segini sudah jarang taxi lewat kalau mba mau mba bisa bareng saya saja, saya antar pulang"ujar lelaki itu.


Apa dia bisa dipercaya, tapi kalau aku tidak pulang sama dia, masa aku harus disini terus sampai besok, batin Faina.


"Bagaimana mba?"tanya lelaki itu.


"Baiklah, saya mau, owh yah nama saya Faina"ujar Faina mengulurkan tangannya.


Faina pun masuk kedalam mobil Dion, selama perjalanan Faina hanya diam saja, hatinya terlalu sakit saat ini.


"Yah berhenti disini"ujar Faina saat tiba di rumahnya.


"Ini rumahnya yah?"tanya Dion.


"Iya, makasih udah antarin saya"ujar Faina.


"Sama-sama"ujar Dion lalu pamit pulang pada Faina.

__ADS_1


Faina pun masuk kedalam rumahnya dan langsung kekamarnya untuk mengeluarkan air mata yang dari tadi ingin jatuh dari pelupuk matanya.


💝💝💝


Sedangkan ditempat lain.


Reza dan Fero saat ini tengah berada dirumah sakit.


Tadi saat Reza sudah ingin pergi menemui Faina, hpnya berdering dan tertera nama Nisa, dia pun mengangkat hpnya itu dan ternyata orang yang menelfonnya bukan Nisa melainkan pihak rumah sakit, pihak rumah sakit mengabarkan jika Nisa mengalami kecelakaan parah, kenapa pihak rumah sakit menelfon Reza, karena orang terakhir yang dihubungi Nisa adalah Reza.


Reza pun dengan panik bergegas kerumah sakit, dia melupakan Faina yang sedang menunggunya di Cafe sendirian.


"Bagaimana keadaannya Dok?"tanya Reza.


"Dia mengalami stroke ringan"ujar Dokter itu yang membuat Reza menjadi perihatin terhadap Nisa. "Dikondisinya yang seperti ini, dia sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang yang disayanginya"lanjut Dokter itu.


"Terimah kasih Dok"ujar Reza.


Setelah Dokter itu pergi, Reza pun masuk keruangan Nisa melihat kondisi gadis yang pernah bertahta dihatinya.


Hatinya merasa ikut sedih melihat wanita itu terbaring lemah di kasur rumah sakit dengan tangan yang diinfus.

__ADS_1


__ADS_2