
1 bulan kemudian.
"Kamu harus jadi anak yang kuat buat ayah dan ibu nak, ibu yakin jika anak ibu ini pasti tumbuh menjadi anak yang tegar, maafin ibu jika suatu saat nanti ibu harus meninggalkanmu"ucap Faina sambil mengelus perutnya itu, selama 1 bulan ini Faina hanya fokus pada kandungannya dan tidak ada waktu untuk memikirkan Reza lagi, Faina percaya jika Reza jodohnya pasti mereka akan bertemu dan dipersatukan lagi entah itu didunia atau diakhirat kelak.
Tiba-tiba perut Faina terasa keram dan sakitnya bukan sakit seperti biasa yang dia rasakan.
"Ma!!, kak Syifa!!, ma!!, kak Syifa!!"teriak Faina yang membuat Syifa dan nyonya Leli langsung berlari menuju halaman belakang tempat Faina duduk bersantai.
Sesampainya disana, mereka melihat Faina merasakan kesakitan, mereka pun dengan cepat menghampiri Faina.
"Fai kamu kenapa dek?"tanya Syifa.
"Kak kayaknya aku mau melahirkan deh kak, perut aku benar-benar sakit, tolong kak"ucap Faina.
"Ya Allah!!, ma aku akan siapkan mobil dulu"ucap Syifa dengan cepat berlari menyiapkan mobil.
"Faina tarik nafas nak lalu hembuskan pelan-pelan"ujar nyonya Leli lalu Faina mengikuti intruksi mamanya, dia berusaha bertahan walau sakit diperutnya itu benar-benar dahsyat.
"Ayo ma, mobil udah siap"ucap Syifa. Syifa dan nyonya Leli pun membantu Faina berjalan menuju mobil dan Syifa pun mengendarai mobil itu dengan kecepatan diatas rata-rata, Syifa mengerti bagaimana sakitnya saat kita ingin melahirkan karena dulu dia juga merasakannya.
Sesampainya dirumah sakit, Faina langsung dibawa ke ruang persalinan, sedangkan nyonya Leli dan Syifa menunggu diluar dengan perasaan cemas.
"Syif mending kamu hubungi Rangga nak suruh dia kerumah sakit, mama akan menghubungi papanya Faina dulu"ujar nyonya Leli dan diangguki oleh Syifa.
Dalam telfon.
"Halo sayang, ada apa?"tanya Rangga.
__ADS_1
"Mas Rangga kamu sekarang tolong kerumah sakit, Faina mau melahirkan"ucap Syifa sedikit cemas.
"Tapi kan ini belum saatnya dia lahiran Syif"ujar Rangga yang sudah berjalan keluar dari kantornya.
"Iya aku tau mas, itu kenapa sekarang aku dan mama cemas banget mikirin Faina"ucap Syifa.
"Yaudah kamu tunggu aku disana"ujar Rangga lalu mematikan telfonnya.
"Ma bagaimana?"tanya Syifa.
"Mas Buddin sama kikan dan Nisa serta Dion sudah menuju kemari, mereka juga sangat cemas dengan Faina, kalau Rangga bagaimana?"ujar nyonya Leli.
"Mas Rangga juga sebentar lagi datang kesini ma"ucap Faina.
Sedangkan didalam ruangan persalinan, Faina sudah dibius dan Dokter panik karena darah yang Faina keluarkan sangat banyak, kondisi janinnya juga melemah.
"Kita harus memilih antara Faina atau bayinya"ucap Dokter itu lalu keluar dari ruangan persalinan.
"Dok bagaimana keadaan anak saya dan cucu saya?"ujar nyonya Leli.
"Ibu harus membaca surat ini dan tanda tangan, karena hanya satu yang bisa kami selamatkan"ucap Dokter kandungan.
"Ya Allah Dokter apa tidak bisa keduanya selamat"ujar Syifa karena nyonya Leli sudah sangat rapuh mendengar kabar itu.
"Bu Faina mengeluarkan banyak darah, kondisi janinnya pun sangatlah lemah, maka dari itu kami harus memilih salah satunya, saya harap keluarga bu Faina cepat tanda tangan karena bisa saja jika terlambat tidak ada yang bisa kami selamatkan"ujar Dokter itu lalu masuk kedalam ruangan persalinan lagi.
"Ya Allah Syifa, apa yang harus kita lakukan?"ujar nyonya Leli, Syifa yang melihat mama mertuanya sangat sedih pun pergi memeluk mama mertuanya itu.
__ADS_1
💜💜💜
Sedangkan ditempat lain.
Pesawat dari luar negeri mendarat di Indonesia, seseorang dengan stile yang sangat keren keluar dari pesawat itu beserta dengan kedua orang tuanya.
Orang itu tak lain adalah Reza, hanya dalam waktu satu bulan dia terapi di luar negeri dan belajar berjalan sendiri akhirnya dia bisa berjalan dengan waktu singkat. Kata Dokter yang menangani Reza bahwa ini adalah mukjizat Allah yang tidak terduga, Dokter pun kaget dengan kondisi Reza yang bisa berjalan dengan begitu cepat, biasanya perlu waktu 5 bulan atau waktu yang paling sedikit itu 3 bulan terapi.
Itu semua terjadi karena Reza punya semangat tinggi untuk berjalan, jika dia down kembali dan hatinya seakan ingin menyerah dia kembali melihat foto pernikahannya dengan Faina, setelah melihat foto itu semangat Reza kembali tinggi.
Reza pun sudah tidak sabar ingin bertemu dan memeluk istri tercintanya itu. Tiba-tiba hp Reza berdering dan tertera nama Rey.
Dalam telfon.
"Halo Rey, ada apa?"tanya Reza.
"Pak Reza sekarang kerumah sakit xxx karena bu Faina saat ini sedang melahirkan, kondisinya sangatlah lemah, saya yakin bu Faina sangat membutuhkan pak Reza saat ini"ucap Rey yang membuat jantung Reza seakan berhenti berdetak.
"Reza ada apa nak?"tanya nyonya Tasya pada putranya yang terdiam mematung dengan telfon yang sudah ia matikan.
"Ma sekarang kita harus kerumah sakit, Faina lahiran"ujar Reza lalu memasuki mobilnya yang dibawa oleh supirnya untuk menjemput Reza.
"Tapi Nak bukannya usia kandungan Faina baru memasuki bulan ke 8, kenapa cepat sekali dia melahirkan"ucap tuan Herman
"Aku tidak tau pa, tapi sekarang aku sangat mengkhawatirkannya"ujar Reza.
Ku mohon Faina bertahanlah, lahirkan anak kita dengan selamat dan sama-sama kita besarkan dia, batin Reza.
__ADS_1