
Wanita itu tak lain adalah Rosi, adik dari Reza. Saat Rosi memasuki rumahnya, tiba-tiba datanglah nyonya Tasya dan tuan Herman yang langsung memeluk putrinya itu.
"Kau itu benar-benar keterlaluan Rosi, papa hampir saja mengutuk mu jadi batu kalau kau tak pulang tahun ini"ujar tuan Herman.
"Tapi kan aku pulang pa"ujar Rosi terkekeh dengan ucapan sang ayah. "Owh ya keponakan ku mana?"tanya Rosi, Rosi hanya sekali bertemu langsung dengan Fara itu pun saat Fara masih bayi, saat Faina dinyatakan meninggal, lalu selanjutnya Rosi hanya melakukan vidio call dengan keponakannya itu.
"Dia lagi jalan-jalan ketaman bermain dengan ayahnya, mending sekarang kamu makan aja dulu"ujar nyonya Tasya.
"Yaudah deh, aku udah nggak sabar coba masakan mama"ujar Rosi lalu menuju keruang makan bersama kedua orang tuanya.
Rosi juga tak hadir diacara pernikahan Reza sebab saat itu hatinya belum siap kembali ke negara yang punya banyak cerita sedih di hidupnya, tapi nyonya Tasya mengirimkan foto wajah Faina pada Rosi, dan nyonya Tasya juga memperlihatkan foto wajah Rosi kepada Faina, Faina dan Rosi juga sering chatan bersama tapi mereka tidak pernah melakukan Vidio call.
Sedangkan Reza dan Fara yang baru pulang bingung dengan sandal baru yang mereka lihat di teras rumahnya.
"Siapa yang datang yah ayah?, apa tante Faira"tanya Fara yang sudah senang.
untuk apa Faira kesini lagi?, batin Reza.
"Ayo kita masuk nak"ujar Reza pada Fara.
Saat mereka memasuki rumah, mereka mendengar suara orang dari arah ruang makan, Fara dan Reza pun langsung menuju kesana.
__ADS_1
"Tante Rosi!!"teriak Fara membuat semua orang yang tengah bercerita diruang makan itu menoleh kearah sumber suara.
"Halo sayang"ujar Rosi sambil memeluk Fara yang sudah sampai didepannya, Fara pun juga memeluk erat Rosi.
"Kenapa nggak bilang kalau kamu mau pulang, kan bisa kakak jemput"ujar Reza.
"Aku rindu kak"ujar Rosi lalu melepaskan pelukannya pada Fara dan memeluk kakaknya itu.
"Kakak juga merindukanmu"jawab Reza sambil membalas pelukan Rosi.
"Tante, tante Rosi tau ada orang yang mirip ibu lo"ujar Fara yang membuat Rosi menatap seluruh keluarganya dengan tatapan penjelasan.
"Namanya Faira, dia saudara kembar istri kakak yang hilang waktu dia masih kecil"ujar Reza.
"Ciri-ciri bakal punya ipar baru nih"goda Rosi yang langsung mendapat tatapan tajam dari Reza. "Bercanda kak, serius amat"lanjut Rosi sebelum kakaknya itu marah.
Sedangkan ditempat lain.
Faira tengah duduk diteras rumah kontrakan Faina, tiba-tiba Reyhan datang membawa 2 cangkir teh.
"Diminum nona"ujar Reyhan.
__ADS_1
"Owh iya makasih"jawab Faira sambil menerima teh itu.
"Kalau boleh saya tau nona memikirkan apa?"tanya Reyhan.
"Reza dan Fara Rey, dari tatapan matanya mereka sangat merindukan Faina, aku kasihan melihatnya"ujar Faira.
"Nona tidak menaruh rasa pada tuan Reza kan?"tanya Reyhan sontak membuat teh yang diminum Faira tersembur keluar akibat kaget.
"Nona, nona tidak apa-apa?"ujar Reyhan sambil menepuk-nepuk belakang Faira.
"Kau ini ad,,"ucapan Faira terputus kala dia menoleh kearah Reyhan dan jarak diantara mereka saat ini itu sangatlah dekat.
Reyhan kalau diperhatikan dari dekat ganteng juga, batin Faira. Astaga apa yang aku pikirkan, lanjutnya lagi
"Menjauhlah dariku"ujar Faira sedikit gugup.
"Maaf nona"ujar Reyhan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Owh ya Reyhan dan Faina itu tidak tinggal serumah ya, Reyhan tinggalnya disamping rumah Faina agar jika terjadi sesuatu pada Faina, Reyhan bisa langsung menolongnya.
**Jangan lupa like dan komen ya.
__ADS_1
Salam manis Author**.