Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 90


__ADS_3

Faina hendak mengejar nyonya Kikan, tapi Reyhan langsung menghentikannya.


"Lebih baik nona tidak usah mengejarnya, kita pun sudah mendapatkan buktinya"ujar Reyhan.


"Rey, kamu tau aku mempersiapkan diriku melakukan semua rencana ini bertahun-tahun dan aku nggak nyangka kalau ternyata kejujuran dari nyonya Kikan membuatku down, aku, aku nggak nyangka kalau kakekku melakukan itu kepadanya"ujar Faina yang sudah menitikkan air matanya.


"Nona tenanglah, sebentar lagi nona akan merasakan kebahagiaan, nona nanti bisa tanyakan langsung pada nyonya Leli perihal ini"ujar Reyhan sambil memegang bahu Faina dan mengusap-usapnya agar wanita itu menjadi tenang


"Iya kamu benar Rey"jawab Faina sambil menghapus air matanya.


💝💝💝


Sedangkan ditempat lain.


"Faira lebih baik kamu nginep disini aja nak, ini udah malem lo kalau kamu mau pulang"ujar nyonya Leli.


"Nggak papa kok tante, lagi pula aku bawa mobil, jadi aman"ujar Faira.


"Fai berapa kali mama harus ingetin sama kamu, mama ini mama kamu sayang, jadi kamu panggil mama dengan sebutan mama ya"ujar nyonya Leli dengan raut wajah sedih.


"Tante saya harus pulang, mama dan papa saya udah nunggu saya dirumah, saya takut nanti mereka khawatir, lain kali pasti saya nginep kok"ujar Faira lalu menyalimi tangan nyonya Leli dan berpamitan dengan Rangga, Syif, Reyna, dan Ali untuk pulang.


Setelah kepergian Faina, nyonya Leli merasa sedih, dia merasa gagal menjadi seorang ibu.


"Mama kenapa?"tanya Syifa.


"Lucu ya Syif, anak kandung mama sendiri tidak mau memanggil mama dengan sebutan mama, dia malah memanggil mama tante"ujar nyonya Leli.


"Ma mungkin Faira belum menerima semua kenyataam ini, lagi pula Syifa yakin kok suatu saat nanti Faira pasti akan memanggil mama dengan sebutan mama, dia hanya perlu waktu dan tugas mama hanya lah menunggu"ujar Syifa.


"Kamu benar Syifa, tidak gampang untuk menerima ini semua"ucap nyonya Leli dan Syifa pun tersenyum kearah mama mertuanya itu.


Sedangkan Faira yang sedang menyetir mobilnya pun tanpa sengaja air matanya menetes, entah kenapa sakit sekali rasanya melihat wajah sedih nyonya Leli.


"Kenapa tadi aku berucap seperti itu ya. Aku belum siap menerima ini semua"ucap Faira.


Saat Faira sibuk dengan pikirannya sendiri tiba-tiba hpnya berdering dan tertera nama 'Reyhan', Faira pun mengangkat hpnya itu.


Dalam telfon.


"Iya Reyhan, kenapa?"tanya Faira.


"Nona rencana berjalan dengan sangat mulus"ujar Reyhan membuat Faira menjadi tersenyum.

__ADS_1


Akhirnya semua akan selesai, batin Faira.


"Iya Rey, aku tau Faina pasti jago dalam berakting"ujar Faira.


"Benar sekali nona, nona Faina begitu mendalami aktingnya, jago sekali ya dia, saya jadi salut"ujar Reyhan.


"Kami suka ya sama Faina?"tanya Faira yang merasa sedikit kesal dengan Reyhan karena memuji Faina hingga sebegitunya.


"Tidak nona, nona Faina sudah saya anggap seperti adik saya sendiri"ujar Reyhan.


"Bohong!!


"Benar nona, saya berani sumpah"jawab Reyhan agar Faina tidak salah paham.


"Terus siapa wanita yang kau cintai?"tanya Faira penasaran.


"Hmm, nona saya sudah mengantuk, saya tidur dulu ya, nona juga istirahatlah, sampai ketemu besok nona"ujar Reyhan lalu mematikan sambungan telfonnya dengan Faira.


kenapa susah sekali sih untuk dia bilang siapa wanita yang dia cintai, batin Faira.


Esok pun tiba.


"Selamat pagi semuanya"sapa Rosi pada semua anggota keluarganya yang ada di meja makan itu.


"Selamat pagi tante"


"kamu mau kemana Ros, kok pakaian kamu udah rapih aja"ucap Reza.


"Aku mau jalan-jalan ke mall kak, Minggu depan kan rencananya aku udah mau pulang"jawab Rosi.


"Kok cepat sekali?"tanya nyonya Tasya yang sedikit terkejut.


Aku tidak mau bertemu Fero lagi ma, hati ini tambah sakit jika melihatnya, batin Rosi.


"Aku harus ngurusin butik aku ma, sekarang lagi banyak-banyaknya pelanggan"ucap Rosi.


"Sayang kamu kan bisa suruh asisten kamu buat urus itu semua selama kamu disini, malah tadi papa rencananya mau nyuruh kamu untuk menetap disini saja"ujar tuan Herman.


"Aku mau urus butik aku sendiri pa, dan untuk tinggal disini, nanti aku pikir-pikir lagi ya"ujar Rosi. "Yaudah aku pergi ya"lanjut Rosi sambil menyalimi kedua orang tuanya dan Reza serta mencium pipi Fara.


"Kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa telfon papa"ujar tuan Herman.


"Beres pa"Jawab Rosi.

__ADS_1


Rosi pun masuk kedalam mobilnya dan menjalankannya. Hanya butuh waktu 30 menit Rosi tiba di mall itu, dia pun segera mencari pakaian serta tas dan sepatu yang menurutnya bagus.


Tiba-tiba hpnya berdering, Rosi pun melihat hpnya itu dan ternyata yang menghubunginya itu nomor baru, dia pun mengangkat telfonnya itu.


Dalam telfon.


"Halo, ini siapa?"ujar Rosi.


"Ini aku Fero Ros"ujar Fero, Rosi pun ingin langsung mematikan sambungan telfon itu tapi tidak jadi karena Fero kembali berkata.


"Plis jangan dimatiin, aku mau ngomong satu hal sama kamu, tapi aku mohon jangan dipotong dan ini terakhir kalinya aku ganggu hidup kamu, aku janji"ujar Fero.


"Ok, apa?"ujar Rosi.


"Rosi aku mencintai kamu, sekarang, dulu dan aku akan terus berusaha untuk tetap mencintai kamu selamanya. Ros aku nunggu kamu pulang untuk jelasin semuanya, aku memang udah berniat untuk putus dari mantan aku itu saat aku nyatain perasaan aku ke kamu, tapi aku belum punya waktu yang tepat untuk mutusin dia, itulah mengapa aku nggak mau ajak kamu pacaran karena aku masih terikat hubungan dengan wanita lain dan aku nggak mau dicap tukang selingkuh"ujar Fero.


"Sudahla Fero, aku udah maafin kamu, tapi maaf untuk memulai hubungan sama kamu, aku benar-benar nggak bisa. Kalau dengan gampangnya kamu jatuh cinta ke aku disaat kamu masih memiliki kekasih nggak menutup kemungkinan kalau kamu juga akan tinggalin aku disaat kamu udah jatuh cinta dengan wanita lain yang bisa membuat kamu lebih nyaman"ujar Rosi lalu mematikan sambungan telfon itu.


Maaf Fero. Aku sudah mengambil keputusan untuk tetap tidak bersamamu apapun alasannya, kamu tau kenapa, aku takut kekecewaan ku kali ini akan lebih mendalam suatu saat nanti, batin Rosi.


"Siapa lagi sih yang nelfon?"tanya Rosi pada dirinya sendiri saat dering ponselnya berbunyi.


"Ngapain sih Fero nelfon lagi?"ujar Rosi dia pun memilih untuk tidak mengangkat panggilan itu, tapi hpnya terus saja berbunyi dan pada akhirnya dia pun mengangkat hpnya.


Dalam telfon.


"Fero plis kamu udah janji untuk tidak mengganggu aku lagi setelah kamu bilang itu semu kan, kamu emang nggak pernah bisa dipercaya, janji kamu itu palsu semua"ujar Rosi langsung marah-marah sebelum mengetahui siapa yang menelfonnya itu.


"Maaf mba, ini bukan orang yang memiliki hp ini "ujar seorang lelaki yang suaranya asing di pendengaran Rosi.


"Owh iya maaf mas, terus pemilik hp ini kemana ya?"tanya Rosi.


"Ini saya mau ngabarin mba kalau pemilik hp ini mengalami kecelakaan dan sekarang orangnya sudah dibawa kerumah sakit xxx untuk ditangani, saya menelfon mba karena nomor mba nomor terakhir yang ditelfon dihp ini dan pemilik hp ini tadi juga mengigau nama Rosi sama dengan nama kontak nomor ini"ujar orang yang menelfon Rosi itu.


Saat Rosi mendengar kabar bahwa Fero kecelakaan dan dibawa kerumah sakit seketika jantungnya terasa berhenti berdetak, hp Rosi pun sudah jatuh kelantai mall karena tangannya sudah lemas untuk memegang barang.


Nggak ini nggak mungkin, batin Rosi.


*******


**Jangan lupa dilike dan komen ya.


Tambah seru nggak nih?

__ADS_1


Kalau tambah seru segera vote yang banyak agar Author juga jadi semangat buat nulisnya**.


__ADS_2