Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 51


__ADS_3

Faina menangis sejadi-jadinya diluar ruangan Reza, sekarang Reza tak ingin lagi bertemu atau melihat Faina.


"Sudahlah nak, nanti mama akan membujuk agar Reza mau bertemu denganmu"ujar nyonya Tasya yang ikut prihatin dengan keadaan menantunya itu.


Ingatan Faina kembali teringat saat Reza menyuruhnya pergi, saat Reza mengetahui bahwa dia lumpuh.


Flashback on


"Yah ini nyata Fai"ujar Reza tersenyum dengan begitu lembut saat menatap wajah Faina yang terlihat begitu gembira.


Faina dengan sangat senang memeluk erat suaminya itu, dia serasa tak ingin pelukan itu terlepaskan, rindu Faina pada Reza itu sudah sampai di puncaknya dan sekarang Faina Hanya ingin memeluk Reza sepanjang hari.


"Sayang biarkan Reza diperisak oleh Dokter dulu"ujar nyonya Leli yang sudah datang karena nyonya Tasya menelfonnya mengabarkan jika Reza sadar.


"Tapi aku merindukannya ma"ujar Faina seperti anak kecil yang ingin mainan.


"Sebentar saja mba Faina, setelah saya periksa maka anda bisa memeluk suami anda sepuasnya"ujar Dokter itu sambil menahan tawa melihat kelakuan Faina.


"Sayang aku disini kok, kamu bisa memelukku bahkan menciumiku nanti"ujar Reza yang membuat Faina malu, sebenarnya sedari tadi Faina sudah menahan malunya karena memeluk Reza didepan semua orang dan sekarang dia tambah malu dengan perkataan Reza dan wajah Dokter itu yang menahan tawanya.


Faina pun dengan wajah memerah melepaskan pelukannya pada Reza dan Dokter itu dengan cepat memeriksa Reza.


"Keadaannya sudah cukup membaik, ini sungguh mukjizat dari Tuhan"ujar Dokter itu membuat semua orang cukup lega dan mengucapkan Alhamdulillah berkali-kali.

__ADS_1


Setelah kepergian Dokter itu, Faina kembali memeluk tubuh Reza dan Reza juga memeluk tubuh istrinya itu dengan sangat erat.


"Sayang, aku ingin ketoilet sebentar, bisa kau lepas pelikan mu dulu, nanti kita bisa melanjutkannya"ujar Reza dengan begitu lembut.


"Biar kuaantar"jawab Faina.


Saat Reza hendak menggerakkan kakinya dia seperti merasa kakinya mati rasa


"Kenapa?"tanya Faina saat melihat wajah Reza seperti wajah kebingungan.


"Kenapa kakiku mati rasa Fai, aku tak bisa merasakan kakiku"ujar Reza membuat Faina mengingat kata-kata Dokter pertama kali bahwa biarpun Reza sadar nanti kakinya akan lumpuh akibat kecelakaan itu.


"Za, kamu,,,"ujar Faina tak lagi melanjutkan kata-katanya, dia sungguh sangat sulit mengucapkan kata lumpuh itu.


"Za, kamu,,,hmm"ujar Faina masih menggantungkan kata-katanya sebab dia takut jika Reza tak bisa menerima ini semua.


"Fai aku kenapa?, ada apa dengan kakiku?, tolong bicaralah dengan jelas!!"ujar Reza dengan suara yang sudah sedikit meninggi.


"Za,hmmm"


"Faina jawab yang benar!!!, aku kenapa?!!"ujar Reza dengan nada membentak dan itu membuat Faina terkejut serta semua orang yang tengah berada diluar pun masuk kedalam ruangan Reza.


Tadinya semua orang berada diluar, mereka membiarkan Reza dan Faina berduaan diruangan itu untuk melepaskan rindu mereka, tapi tak lama mereka keluar mereka sudah mendengar suara ribut dari dalam.

__ADS_1


"Ini ada apa Fai?, kenapa kamu membentaknya Reza?"ujar nyonya Tasya sambil mendekat kearah Reza yang sedang memegangi kakinya, sedangkan nyonya Leli dia memeluk Faina yang sudah bergetar hebat karena ketakutan.


"Ma ada apa dengan kakiku?, aku kenapa?, kakiku mati rasa ma"ujar Reza tanpa memperdulikan Faina yang sudah ketakutan.


"Mama akan panggilan Dokter untuk memeriksanya"ujar nyonya Tasya.


Dokter pun datang keruangan Reza lagi dan memeriksa kaki Reza, Dokter itu pun bilang bahwa Reza mengalami kelumpunan, tapi kelumpuhan Reza ini bukan permanen, dia masih bisa sembuh dengan terus latihan berjalan atau kita bisa melakukan fisioterapi.


Reza yang mendengar bahwa dia lumpuh pun memukul-mukul kakinya, tak terima dengan semua ketentuan dan takdir ini, air matanya pun jatuh ke pelupuk matanya.


"Aku tidak ingin lumpuh ma, aku tidak mau"ujar Reza meronta-ronta, Faina yang melihat itupun merasa sakit dihatinya, dia pun mendekat kearah Reza dan memeluk suaminya itu.


"Aku ada disini Za, dan aku yakin kamu pasti sembuh"ujar Faina, tapi Reza malah mendorong tubuh Faina agar menjauh dari tubuhnya, untung saja Rangga berada didekat Faina sehingga dia bisa menangkap tubuh adiknya itu, kalau saja Rangga tak ada disitu mungkin tubuh Faina sudah terbentur dilantai.


"Astagfirullah Reza, kenapa kamu sekasar itu sama Faina"ujar nyonya Tasya.


"Suruh Faina pergi ma, suruh dia meninggalkan laki-laki cacat seperti aku, aku tak ingin bertemu dengannya"ujar Reza dengan masih memberontak, Dokter yang melihat itu pun langsung memberikan Reza suntik penenang agar Reza bisa lebih rilex dulu.


Flashback off


Dan disinilah Faina, dia menunggu diluar dan hanya bisa melihat suaminya lewat pintu ruangan yang sedikit ada celanya.


Faina mengusap lembut perutnya itu, hatinya teriris melihat suami yang ia tunggu kesadarannya selama ini malah tidak ingin bertemu dengannya, tapi Faina yakin bahwa Reza sebentar lagi akan berubah, Reza akan kembali seperti dulu, Reza yang sangat menyayangi Faina.

__ADS_1


__ADS_2