Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 67


__ADS_3

Reza telah sampai dirumah sakit xxx dan langsung berlari keruang persalinan.


"Bagaimana kondisi Faina ma?"tanya Reza yang melihat begitu banyak orang diluar ruangan persalinan Faina.


Nyonya Leli yang melihat Reza pun menjadi emosi, biar bagaimana pun jika bukan karena Reza Faina tidak akan banyak pikirin diawal kehamilannya, kalau bukan karena Reza semua ini tidak akan terjadi pada putrinya.


"Puas kamu!!, saya fikir kamu akan meninggalkan Faina, Faina tidak perlu kamu, pulang kamu"ucap nyonya Leli yang masih berlinang air mata.


"Mama sudah ma, kita harus ikhlas dengan semua ini"ucap Rangga, sebenarnya Rangga juga kecewa pada Reza, tapi yang penting sekarang adalah Faina.


"Ini"ujar Rangga memberikan sebuah surat pada Reza, Reza dengan teliti membaca surat itu, surat itu adalah surat perceraian yang sudah ditanda tangani oleh Faina.


"Tapi saya tidak ingin bercerai dari Faina"ujar Reza.


"Sudahlah Reza, bukannya ini yang kamu inginkan, ini kan yang kamu bilang pada Faina tempo hari, kamu akan baik-baik aja tanpa dia bukan begitu yang kamu bilang"ujar Rangga yang membuat Reza terdiam.


"Itu saya lakukan karena dulu saya cacat dan sekarang saya kembali untuk bersama dengan Faina dan anak kami"ucap Reza.


"Tapi kamu sudah terlambat, kamu terlambat menyadari semua kesalahan mu"ujar Syifa lalu menghapus air matanya.


"Tidak, saya belum terlambat, saya ingin bertemu dengan Faina, saya mohon"ujar Reza yang membuat semua orang pun menitikkan air mata memikirkan Faina.


"Saya ingin ketemu Faina, kenapa kalian menangis"ujar Reza dan semua orang hanya terdiam tak mampu berbicara apapun.


Tak lama dari itu, Dokter dan kedua suster keluar dengan mendorong ranjang pasien yang diatasnya terbaring seseorang yang sudah ditutup dengan kain putih.


Reza mendekati orang itu dan membuka kain putih itu, saat melihat siapa orang itu Reza menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku Faina, kumohon jangan, jangan lakukan ini"ujar Reza sambil memeluk tubuh kaku Faina.


"Reza sudah nak, jangan seperti ini"ujar nyonya Tasya lalu memeluk putranya, nyonya Tasya pun sedih melihat itu semua.


Dokter pun mendorong kembali ranjang pasien itu dan dengan cepat Reza menahannya.


"Istri saya belum meninggal, jangan kalian bawa dengan seperti ini, periksa dia sekali lagi, saya mohon"ujar Reza berusaha menahan ranjang itu untuk tidak dibawa, tapi nyonya Tasya dengan sekuat tenaga memeluk Reza dan menahan Reza agar Dokter bisa cepat mengurus jenazah Faina untuk dibawa kerumah nyonya Leli dan segera dimakamkan.


Flashback on


Saat semua keluarga sudah datang, nyonya Leli pun menceritakan tentang semua yang diucapkan Dokter.


"Mama tidak ingin kehilangan Faina Rangga"ujar nyonya Leli.


"Aku mengerti ma, tapi Faina juga tidak ingin jika dia selamat dan anaknya yang meninggal"ujar Rangga.


Semua yang berada disitu pun memasuki ruangan persalinan Faina dan melihat wajah kesakitan Faina.


"M,,,a,,, ma,,,afin,,, Fa,,,ina yah,,, maa,,Fin,,,Fa,,,ina, ka,,,kalau,,,,pu,,,nya,,,sa,,salah"ujar Faina dengan susah payah karena menahan sakit diperutnya.


"Fai, bertahan sayang, emang Faina nggak mau merawat anak kamu dan melihat dia tumbuh besar"ujar nyonya Leli.


"A,,,ku,,, mo,,,mohon,,, sa,,,ma,,, ka,,lian,,,se,,sela,, selamatkan,,,anakku"ujar Faina.


"Lalu kamu bagaimana nak?"ujar tuan Buddin tak sanggup melihat putrinya seperti itu.


"Ak,,aku,,,akan,,me,,,merasa,,,,sa,,ngat,,se,,,dih,,ji,,jika,,kalian,,,me,,milih,,,ku"ujar Faina.

__ADS_1


"Fai"ujar nyonya Leli lalu menggapai tangan Faina dan menggenggamnya dan Faina pun ikut menggenggam tangan mamanya.


"Maa,,fin,,,,ak,,u,,,ji,,,jika,,,aku,,,pu,, punya,,,sa,,,lah,,sama,,,ka,,kalian"ujar Faina.


"Kita udah maafin kamu Fai, kamu nggak punya salah apapun, kami menyayangimu"ujar Nisa yang sudah menitikkan air mata begitupun dengan semua orang yang ada diruangan itu.


"Ma,,,a,,ku,,,pu,,punya,,,surat,,,un,,untuk,,,Re,, Reza,,,di,,,le,,lemari,,,ak,,u,,simpan,,to,,tolong,,,be,,,rikan,,padanya,,,ji,,jika,,aku,,pergi"ujar Faina dan diangguki oleh nyonya Leli. "Ak,,u,,ju,,juga,,pu,,nya,,su,,surat,,un,,untuk,,anak,,ku,,be,,berikan,,padanya,,ji,,jika dia,,sudah,,de,,wasa. Sam,,paikan,,salam,,ma,,nisku,, dan ciu,,man untuknya"ujar Faina lalu menutup matanya kembali.


"Fai, Faina sadar sayang"ujar nyonya Leli sambil menggoyangkan tubuh Faina.


"Kita harus segera mengambil tindakan bu, siapa yang harus kami selamatkan?"ujar Dokter kandungan.


"Anaknya, selamatkan bayi Faina"ujar semua orang dengan derai air mata.


Dokter pun menyuruh semua orang untuk keluar dan memulai operasinya.


Flashback off


Setelah kepergian Dokter dengan membawa jenazah Faina, keluarlah satu suster lagi dengan membawa seorang bayi perempuan.


"Ini bayi bu Faina, kami sudah membersihkannya"ujar suster itu.


Reza yang mendengar itu pun langsung berlari dan mengambil putrinya serta mencium wajah putrinya.


"Silahkan diazdani pak"ujar suster itu.


Reza pun mengazdani putrinya, setelah itu satu persatu orang menggendong bayi Reza dan Faina kemudian suster mengambilnya lagi untuk dibawa ke inkubator karena bayi Faina lahir secara prematur.

__ADS_1


__ADS_2