
1 bulan kemudian.
Kemarin mereka semua baru sudah merayakan acara pernikahan nyonya Leli dan tuan Buddin, sedangkan Faira dan Reyhan mereka pun sudah menikah 1 minggu sebelum nyonya Leli dan tuan Buddin menikah.
Hari ini seluruh keluarga itu berniat untuk menjenguk nyonya Kikan dirumah sakit jiwa. sesampainya mereka disana, mereka dapat melihat jika kesehatan mental nyonya Kikan sudah sedikit membaik dari sebelumnya, tapi entah kenapan nyonya Kikan menjadi pendiam dan seperti oarang yang sudah tidak punya tenaga.
"Mama ini Nisa ma, maafin Nisa ma, tolong jangan kayak gini"ujar Nisa sambil jongkok dihadapan mamanya dan memegang lembut tangan Kikan.
"Sayang sudah, ayo kita pulang, biarkan mama tenangkan dirinya disini dulu"ujar Dion dan diangguki oleh Nisa.
Mereka semua pun pulang setelah berusaha mengajak Kikan berbicara, tapi sayang semuanya sia-sia.
Maafkan ayahku Kikan, mudah-mudahan setelah kamu sembuh, kamu sudah melupakan dendam itu, batin nyonya Leli.
Semua orang memutuskan untuk menginap dirumah Nyonya Indah hari ini dan semuanya setuju.
"Sayang aku udah siapin air hangat untuk kamu mandi"ujar Faina pada Reza yang tengah duduk diatas ranjang sambil memainkan hpnya.
"Mandi bareng yuk yang"ajak Reza dengan wajah memelas.
"Kamu tuh lucu banget sih, tapi tadi aku udah mandi sayang, lain kali ya"ujar Faina.
__ADS_1
"Sayang ayolah, plis"ujar Reza. Baru saja Faina ingin mengiyakan tiba-tiba suara ketukan pintu membuatnya berubah pikiran.
"Mama, papa, ini Fara buka pintunya"ujar Fara.
"Didepan ada Fara sayang, aku mau nemenin dia ya"ujar Faina yang dalam hatinya tertawa kencang saat melihat Reza memasuki kamar mandi dengan jalan lemas dan muka cemberut.
Sedangkan dikamar Fero dan Rosi, mereka berdua tengah menatap bintang-bintang dibalkon kamar yang mereka tempati sambil berpelukan.
"Ros janji sama aku kalau kamu akan selalu percaya sama aku dan nggak akan ninggalin aku apapun yang terjadi kelak"ujar Fero sambil memberikan kelingkingnya.
"Iya, janji"jawab Rosi sambil tersenyum lembut kearah Fero dan mengautkan kelingkingnya dijari kelingking Fero. Fero pun langsung mengecup kening Rosi lama.
Sedangkan dikamar Reyhan dan Faira, mereka berdua tengah menonton drama korea dihp Faira.
"Rey hp aku, aku lagi serius banget nonton nih"ujar Faira dengan raut wajah kesal.
"Kamu boleh nonton, asal jangan muji lelaki korea itu, kamu hanya boleh muji aku"ujar Reyhan yang membuat raut wajah Faira yang tadinya kesal langsung berubah menjadi tertawa terbahak-bahak.
"Kok kamu ketawa, nggak ada yang lucu"ujar Reyhan.
"Rey kamu cemberu sama artis korea, waahahahah"ujar Faira disela tertawanya.
__ADS_1
"Faira diam, jangan ketawain aku, lagi pula wajar kali kalau suami cemburu jika istrinya muji lelaki lain, apalagi dihadapannya"ujar Reyhan tapi Faira masih terus saja tertawa.
"Tapi cemburu kamu itu berlebihan"ujar Faira.
"Iya berlebihan, puas, ini hpnya"ujar Reyhan yang sudah kesal sembari mengembalikan hp Faira.
"Cie marah, cemberut"ujar Faira sambil mencolek dagu Reyhan.
"Jangan pegang-pegang"ujar Reyhan.
Cup
"Kalau cium nggak papa kan"ujar Faira setelah mencium pipi Reyhan.
"Kalau ciuman yang udah kamu berikan, aku nggak bisa marah lagi"ujar Reyhan lalu memeluk Faira, gadis itu pun sangat bersyukur dalam hatinya karena mendapatkan pasangan sebaik Reyhan.
*******
Extra partnya udah aku buatin nih, sesuai keinginan kalian.
Komen dong tentang extra partnya, seru nggak?.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lain ya, langsung ajak klik profilku dan pilih ceritanya.
Salam manis Author☺️