Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 52


__ADS_3

Malam pun tiba.


"Fai mending kamu pulang dulu nak, mama dan papa yang akan menjaga Reza disini, pulanglah bersama Rangga, Syifa, dan mamamu serta bi Sinta"ujar nyonya Tasya.


"Aku tidak bisa ma, aku akan tetap disini sampai Reza mau menemuiku"ujar Faina.


"Fai lo jangan keras kepala kayak gini dong"ujar Rangga yang sudah sedikit kesal dengan tingkah Faina.


Menurut Rangga, Faina hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain, kemarin waktu Reza belum sadar, dia sama sekali tidak ingin cek kandungan walau sudah dipaksa ribuan kali, Faina juga tak mau pulang beristirahat dan 24 jam hanya di Rumah sakit, Faina juga jarang makan, dan itu membuat semua orang khawatir, tapi Faina hanya memikirkan dirinya dan keegoisannya.


"Aku hanya mau bersamanya kak, salah kalau aku mau disamping suamiku saat dia membutuhkan dukungan"ujar Faina yang memang tidak ingin pergi sedikit pun dari rumah sakit.


"Iya gue ngerti, tapi pernah lo ngertiin perasaan orang lain, mama dan semua orang itu khawatir sama lo Fai, coba deh lo mikirin kita sedikit aja, kalau lo disini, lo akan tidur dimana, diluar kayak gini, lo nggak kasihan sama janin lo sendiri"ujar Rangga.


sebenarnya Rangga sangat mengerti perasaan adiknya itu, tapi Reza tidak ingin bertemu dengan Faina saat ini, menurut Rangga biarkan dulu Reza menenangkan dirinya dengan keadaannya saat ini, nanti kalau Reza sudah bisa menerima kondisinya barulah Faina menemuinya.


"Rangga sudah nak, kasihan adikmu kalau kamu memarahinya"ujar nyonya Leli.


"Ayo pulang"tarik Rangga pada tangan Faina, tapi Faina malah menepis tangan Rangga.


"Aku mau disini"jawab Faina, Rangga pun langsung memegang tangan Faina erat dan sedikit mencengkramnya, membuat Faina merasakan sakit ditangannya, Rangga langsung menarik paksa Faina.


"Aku nggak mau, lepas kak Rangga sakit"ujar Faina, tapi Rangga tetap menariknya.

__ADS_1


"Rangga lepasin adikmu nak, dia kesakitan, Rangga!!"ujar nyonya Leli berusaha menghentikan langkah Rangga, Rangga pun memberhentikan langkahnya tapi tetap memegang tangan Faina.


"Kalau Faina tidak dikerasi, dia tidak akan mendengarkan kita ma"ujar Rangga.


"Mas, tapi Faina sedang hamil, kasihan dia"ujar Syifa.


"Jangan memanjakan adik iparmu Syifa, dia akan semakin membangkang nantinya"ujar Rangga.


Nyonya Tasya dan tuan Herman juga kasihan melihat Faina yang ditarik paksa oleh Rangga, tapi kalau tidak seperti ini, Faina tidak akan pulang.


sedangkan Faina, dia berusaha menahan sakit di tangannya, tiba-tiba kepalanya pusing dan perutnya sedikit keram, tak lama dia pun jatuh pingsan membuat semua orang yang ada disana panik.


Rangga pun langsung menggendong Faina menuju Dokter kandungan untuk diperiksa.


"Bagaimana keadaan Faina Dok?"tanya nyonya Leli saat Dokter kandungan sudah selesai memeriksanya.


"Maksudnya Dokter adik saya akan melahirkan sebelum sembilan bulan"ujar Rangga.


"Itu baru perkiraan saya, saya akan memberikan bu Faina vitamin dan penguat kandungan"ujar Dokter itu.


Rangga pun menerima resep yang Dokter itu berikan dan berjalan kearah ranjang tempat Faina pingsan.


"Fai, maafkan kakak dek"ujar Rangga yang melihat mata Faina yang membengkak.

__ADS_1


"Sudahlah nak, mama tau kamu cuman ingin yang terbaik untuk Faina"ujar nyonya Leli.


"Aku sangat menyayanginya ma"ujar Rangga.


"Mama tau itu"ujar nyonya Leli.


Syifa yang melihat itu pun langsung memeluk Rangga dan Rangga membalas pelukan Syifa dan membenamkan wajahnya di dada Syifa.


"Jangan bersedih seperti ini mas, siapa yang akan menguatkan Faina dan mama serta aku kalau kamu kayak gini"ujar Syifa.


"Kamu tau kan sayang, aku sangat menyayangi Faina"ujar Rangga.


"Iya, aku tau"jawab Syifa.


"Reza, Reza jangan tinggalkan aku Za, jangan seperti ini, bagaimana aku tanpa kamu"gumam Faina dalam tidurnya.


"Faina, bangun dek, Fai"ujar Syifa sambil memegang tangan Faina yang sudah dingin.


Faina membukanya matanya dan langsung memeluk Syifa yang memang paling dekat dengan ranjangnya saat itu.


"Kita pulang dulu yah Fai, nanti kak Syifa sama kak Rangga yang akan antar kamu lagi besok kerumah sakit"ujar Syifa sambil mengusap lembut rambut Faina.


Akhirnya Faina pun memilih pulang, sesampainya mereka dirumahnya, Faina langsung memasuki kamarnya, Rangga yang melihat itu hendak mengejar Faina karena Rangga yakin Faina pasti akan menangis, tapi tangan Rangga ditahan oleh Syifa.

__ADS_1


"Jangan mas, biarkan dia sendiri dulu, dia butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikirannya"ujar Syifa dan akhirnya Rangga pun mengangguk tanda setuju.


Seusil-usilnya kakak laki-laki pada adik perempuannya, tapi dalam hati yang paling dalam, dia sangat menyayangi adiknya itu melebih dirinya sendiri.


__ADS_2