Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 82


__ADS_3

Like dulu sebelum baca


Happy Reading


💝💝💝


"Yaudah kak, aku naik keatas kamar dulu ya, mau istirahat"ujar Rosi.


"Yaudah kamu istirahat yah sayang"ujar nyonya Tasya.


Saat Rosi memasuki kamarnya, kamarnya masih tetap seperti 6 tahun yang lalu, tidak ada perubahan sama sekali.


Rosi membuka laci meja yang ada dikamarnya dan mengeluarkan sebuah box cantik, dia membuka box itu dan isi-isinya adalah foto dirinya dengan seorang pria.


"Kamu terlalu banyak membuat luka di hatiku, hingga sampai saat ini luka itu belum sembuh sepenuhnya"ujar Rosi lalu menutup kembali box itu dan menyimpannya.


Rosi keluar dari kamarnya berniat untuk menemui Fara dan bermain bersama keponakannya itu, tapi saat dia membuka pintu kamar Fara, Fara tidak ada disana, Rosi pun turun dari tangga rumahnya untuk mencari keberadaan Fara. Saat dia berada di tangga terkahir, matanya menangkap sosok yang membuatnya pergi keluar negri dan menatap disana selama 6 tahun.


"Rosi!"ujar Reza saat melihat adiknya dan sahabatnya itu saling pandangan dan Rosi seperti membeku ditempatnya sama halnya dengan sahabatnya itu.


"Iya kak"jawab Rosi.


"Kamu kenapa?, kok liat,,,"ucapan Reza terpotong oleh ucapan Rosi.


"Kakak liat Fara nggak?"tanya Rosi.


"Kayaknya dia ada dihalaman belakang lagi main sama mama. Owh ya kamu kenapa sih?"ujar Reza.


"Yaudah kak aku kehalaman belakang dulu ya, makasih"ujar Rosi lalu berlari menuju halaman belakang rumahnya.

__ADS_1


"Aneh tuh anak"ujar Reza, saat Reza melihat kearah sahabatnya, sahabatnya itu malah melamun sambil melihat kearah tempat Rosi berdiri tadi.


"Fero lo kenapa sih?"tanya Reza membuyarkan lamunan Fero.


"Gue?, nggak papa"jawab Fero sedikit salah tingkah.


"Kok lo ngeliatin Rosi segitu banget?"ujar Reza.


"Owh nggak papa kok, kapan Rosi balik kesini?"ujar Fero.


"Dia baru sampe tadi siang, kerja lagi yuk"ujar Reza.


"Owh iya, ayok"jawab Fero.


Apa kamu masih marah sama aku Rosi, batin Fero.


Sedangkan Rosi, dia sudah sampe dia halaman belakang rumahnya, dan dia dapat melihat kalau mama dan keponakannya itu tengah bermain masak-masak.


"Iya dong sayang, siapa dulu teman mainnya Fara, mama"ujar nyonya Tasya dan Rosi hanya tersenyum menanggapinya.


Karena kekecewaan ku pada Fero, aku sampe lupa kalau dia sahabat kak Reza, batin Rosi.


"Kamu kenapa sayang kok ngelamun?"tanya nyonya Tasya.


"Nggak papa kok ma"jawab Rosi.


Sedangkan ditempat lain.


Faina dan Reyhan tengah jalan-jalan keliling taman berdua itupun karena Faina ingin ditemani.

__ADS_1


"Rey kita duduk di kursi itu dulu ya"ujar Faina saat melihat sebuah kursi yang ada ditaman itu.


"Iya nona"jawab Reyhan.


Saat mereka sudah duduk di kursi taman itu, raut wajah Faina tiba-tiba berubah menjadi agak sedikit sedih.


"Nona kenapa?"tanya Reyhan.


"Aku sudah tidak sanggup jika harus berpisah dengan Reza dan Fara lagi Rey, kapan sih masalah ini selesai"ujar Faina.


"Nona tidak boleh mengeluh dan tidak boleh putus asa, kalau nona seperti ini, nona tidak akan pernah menuntaskan masalah ini"ujar Reyhan.


"Rey bagaimana kalau kita akhiri saja semuanya lagipula kita juga sudah punya buktikan kalau nyonya Kikan itu selingkuh dari ayahku, kita juga punya bukti kalau dia mantan perempuan malam"ujar Faina.


"Tidak nona, saya rasa itu semua belum cukup atas apa yang dilakukan nyonya Kikan pada keluarga nona, kita juga belum punya bukti kalau Nisa itu adalah anak yang lahir dari hubungan gelap nyonya Kikan"ujar Reyhan.


"Kamu benar juga Rey"ujar Faina.


"Nona harus sabar, sebentar lagi nona akan memenangkan permainannya"ujar Reyhan sambil memegang bahu Faina dan tersenyum kearah Faina, Faina pun membalas senyuman Reyhan itu.


Tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang melihat itu semua, orang itu tak lain adalah Faira yang sembunyi dibalik pohon yang ada ditaman itu.


Apa Reyhan mencintai Faina?, tapi itu tidak mungkin, tapi kalau itu semua mungkin, itu tidak boleh terjadi, Reyhan tidak boleh mencintai Faina, batin Faira.


"Kenapa aku bilang kalau Reyhan tidak boleh mencintai Faina. Yah jelas bolehlah, apa hak mu melarang itu semua Faira"ujar Faira yang tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.


Like


Komen

__ADS_1


Vote


Makasih


__ADS_2