
Jantung Faina berdetak lebih cepat dari biasanya, Reza mengatakan dirinya cantik.
"Apaansih Za"ujar Faina dengan wajah yang memerah
"Sorry Fai, tapi kamu emang cantik kok, yah walau dikit"ujar Reza yang membuat Faina cemberut, tadi Reza mengatakan jika dirinya terlalu cantik dan sekarang Reza bilang jika cantiknya hanya sedikit, apa-apaan cowok itu, membuat terbang lalu menjatuhkan begitu saja.
"Tapi Fai, kok pipi kamu merah gitu sih, kayak kepiting rebus loh"ujar Reza sambil tertawa terbahak-bahak padahal Reza adalah orang yang susah sekali tertawa, dia bisanya hanya tersenyum pada keluarganya, tapi untuk tertawa terbahak-bahak sangat jarang dia lakukan.
"Apaansih Za, mana ada wajah aku kayak kepiting rebus, lagi pula tadi aku pake pemerah pipi makanya deh pipi aku merah"ujar Faina agar Reza tidak menertawakannya lagi.
"Terserah apa mau mu deh Fai"ujar Reza masih diiringi oleh tawanya.
Malam pun tiba.
Malam ini Reza berniat untuk mengajak Faina dinner romantis berdua, entah apa yang merasukinya sehingga dia ingin sekali dinner romantis bersama Faina, Faina pun juga setuju untuk dinner, malah hati Faina begitu sangat bahagia.
Setelah tiba di restoran itu, Reza pun menarik kursi agar Faina bisa duduk, malam ini Reza memperlakukan Faina begitu sangat romantis layaknya sepasang kekasih sungguhan.
__ADS_1
"Fai, kamu kan pembuat novel, udah berapa sih karya kamu yang udah kamu terbitkan"ujar Reza basa-basi untuk membuka obrolan.
"Baru 3"jawab Faina.
"Menurut kamu cinta itu apa?"ujar Reza yang membuat Faina menatapnya.
"Pengorbanan dan perjuangan, kalau menurut kamu sendiri?"ujar Faina.
"Sesuatu yang dapat merubah segala hal dalam hidup"ujar Reza sambil menatap dalam mata Faina.
Sedangakan Faina yang ditatap begitu dalam oleh Reza langsung berdehem karena jantungnya sudah bereaksi lebih.
Restoran itu sudah dibooking sepenuhnya oleh Reza, jadi hanya mereka berdua yang ada didalam restoran itu.
Cukup lama mereka berdansa dan hanyut dalam tatapan masing-masing, setelah berdansa mereka pun duduk kembali menikmati makanan mereka dan pulang.
Didalam mobil.
__ADS_1
"Aku baru sadar kalau hanya kita berdua direstoran itu, kamu booking restoran itu yah?"ujar Faina.
"Iya, aku nggak mau ada orang yang mengganggu kita"ujar Reza yang membuat Faina menggelengkan kepalanya.
Sesampainya mereka dirumah, Faina pun langsung masuk kekamarnya dan diikuti oleh Reza.
"Kamu ngapain ikutin aku, sana masuk kekamar kamu sendiri"ujar Faina mengusir Reza.
"Aneh yah, aku dirumah aku sendiri, eh malah diusir"ujar Reza.
"Biarin, ini emang rumah kamu, tapi ini kamar aku, jadi sana keluar"ujar Faina mendorong tubuh Reza sampai didepan pintunya
"Seharusnya kamu bersyukur punya suami kayak aku, nggak pernah minta jatah"ujar Reza dan Faina langsung membanting pintu kamarnya keras kala mendengar kata-kata Reza yang membuatnya menjadi malu sendiri.
Hari ini Faina begitu sangat bahagia, Reza menjadikannya seperti tuan putri malam ini, bisakah Faina menaruh harapan kembali pada Reza, Faina nanya berharap jika sifat Reza akan seperti ini terus menerus.
Esok pun tiba.
__ADS_1
Hari ini Reza kembali memperlakukan Faina layaknya sepasang kekasih, Reza mengantar Faina ketempat kerjanya dan membukakan pintu mobil untuk Faina keluar, membuat semua orang yang melihatnya menjadi iri dengan Faina yang bisa mendapatkan kekasih halal seganteng Reza.