Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 44


__ADS_3

Faina berusaha untuk terus menguatkan hatinya jika tidak terjadi apa-apa pada suaminya itu, dia terus mencoba menelfon Reza, tapi tak kunjung diangkat.


Kamu kemana sih Za, batin Faina.


Tidak lama hp Faina berdering dan tertera nama 'my Reza', Faina dengan cepat dan khawatir mengangkat telfon itu.


Dalam telfon.


"Kamu kenapa nggak angkat telfon aku sih Za, aku khawatir sama kamu, kamu nggak papa kan?"ujar Faina sangat khawatir.


"Maaf mba, ini bukan yang punya hp"ujar seorang yang Faina sendiri tidak mengenali suara itu.


"Suami saya mana yah?, kenapa anda yang memegang hp suami saya?"tanya Faina dengan hati terus khawatir berharap tida terjadi sesuatu pada Reza.


"Suami mba mengalami kecelakaan parah, saya adalah orang yang menolong suami mba dan saya membawa suami mba dirumah sakit xxx"ujar orang diserang telfon itu yang membuat dunia Faina hancur.


Air mata Faina jatuh satu persatu dari matanya, hp yang ia pegang sudah jatuh kelantai akibat tubuhnya yang tiba-tiba lemas, kalimat yang dilontarkan oleh orang yang memegang hp Reza benar-benar membuat jantungnya serasa berhenti berdetak.

__ADS_1


"Astaga non, non kenapa?"ujar bi Sinta langsung berlari menghampiri Faina dan memeluk tubuh gadis itu yang terlihat sangat rapuh, sedangkan Faina dia tersadar dari lamunannya dan Faina langsung melepaskan pelukan bi Sinta dan belari kekamarnya untuk mengambil tasnya dan menyuruh untuk bi Sinta ikut bersamanya, bi Sinta yang tidak tau apapun hanya ikut dengan Faina.


"Non sebenarnya kenapa?"tanya bi Sinta karena Faina membawa mobil sedikit mengebut, Faina tidak menjawab pertanyaan bi Sinta, mulutnya seakan tak bisa berucap apapun saat ini, yang dia mau adalah sampai dengan cepat kerumah sakit dan memastikan jika suaminya baik-baik saja.


Setelah sampai diparkiran rumah sakit, Faina langsung membuka pintu mobil dengan cepat.


"Ayo bi"ujar Faina yang sudah berlari duluan kedalam rumah sakit, bi Sinta pun mengikuti Faina berlari.


"Pasien atas nama Reza Anugrah ada dimana yah?"ujar Faina pada resepsionis rumah sakit itu.


"Reza Anugrah yang mana yah mba?"tanya resepsionis itu, sebab waktu Reza masuk tadi, dia tidak sempat didata karena orang yang menolongnya tidak mengetahui identitas Reza, orang yang menolong Reza hanya menemui hp Reza dan menelfon Faina yang sudah berkali-kali menghubungi hp Reza.


"Dia sedang ditangani di UGD mba, mba tinggal mengikuti arah petunjuk ini untuk menuju UGD"ujar resepsionis itu, tanpa menjawab lagi Faina langsung berlari mengikuti petunjuk yang disebutkan oleh resepsionis tadi.


Sesampainya disana, Faina melihat ada tiga orang bapak-bapak yang tidak dikenalinya.


"Maaf, apa bapak yang menolong suami saya?"ujar Faina.

__ADS_1


"Benar mba, mba yang bicara dengan saya di telfon tadi yah?"ujar salah satu bapak itu.


"Iya benar pak, saya istri dari orang yang bapak tolong"ujar Faina.


"Suami mba tengah ditangani oleh dokter, mungkin sebentar lagi keluar, karena mba sudah ada disini, saya dan teman-teman saya pamit pulang mba"ujar bapak itu dengan sangat ramah, bapak itu tau bagaimana perasaan Faina saat ini, jadi dia bersikap seramah dan selembut mungkin.


"Iya makasih banyak bapak-bapak, ini ada beberapa uang untuk bapak-bapak karena telah menolong suami saya"ujar Faina memberikan beberapa lembar uang seratus ribu.


"Tidak usah mba, kami semua ikhlas menolong suami mba, mending uang itu mba gunakan untuk pengobatan suami mba, saya doakan dia tidak apa-apa"ujar salah satu bapak itu menolak pemberian Faina karena menurutnya manusia memang makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain tanpa imbalan apapun.


"Terimah kasih banyak bapak-bapak, saya juga berdoa supaya bapak-bapak selalu dilindungi oleh yang maha kuasa"ujar Faina.


"Amiin mba, terimah kasih, kami pamit dulu"ujar bapak itu lalu ketiga bapak itu pun pergi meninggalkan Faina didepan ruang UGD itu.


Den Reza kenapa?, kenapa dia bisa kecelakaan, batin bi Sinta yang mendengar percakapan Faina dengan ketiga bapak tadi.


Sebenarnya bi Sinta ingin bertanya pada Faina, apa yang sebenarnya terjadi pada Reza?, tapi dia urungkan karena melihat majikannya itu terus mengeluarkan air mata dan sungguh saat ini Faina sangat terpuruk.

__ADS_1


"Non"ujar bi Sinta sambil memegang pundak Faina, Faina merasa pusing dikepalanya dan tiba-tiba gelap, Faina pingsan.


"Astaga non Fai, bangun non"ujar bi Sinta panik, beberapa perawat yang melihat itu pun langsung mengangkat Faina menuju ruang dokter umum untuk memeriksa kondisi Faina.


__ADS_2