Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 41


__ADS_3

Malam pun tiba.


Saat ini Reza tengah sibuk dengan urusan kantornya, sebab seharian ini dia tidak masuk kekantornya begitu pula dengan Faina, sehingga mereka tidak sempat untuk berbincang atau pun berbicara bersama padahal mereka duduk berhadapan hingga pagi.


Pagi yang cerah membuat Faina membuka matanya dan ternyata dia tertidur dikursi begitu pula dengan Reza yang ada dihadapannya.


Badan Faina serasa sakit semua, tapi yang lebih membuatnya merasa terganggu adalah perutnya yang mual sekali, Faina pun berlari kearah kamar mandi untuk muntah, tapi dia sama sekali tak memuntahkan apapun, hanya saja perutnya yang mual.


"Mungkin aku kecapean aja"ujar Faina sambil memijat kepalanya.


Tok..Tok..Tok


(Anggap aja suara pintu)


"Fai, kamu ada didalam, kamu kenapa!!?"ujar Reza yang memang tadi melihat Faina berlari tergesa-gesa kekamar mandi sambil tangan Faina menutup mulutnya sendiri.

__ADS_1


Tak lama pintu itupun terbuka dan terpampanglah wajah Faina yang sudah pucat.


"Kamu sakit?, sakit apa?, dibagian mana yang sakit?, kita harus ke dokter apa sekarang?, dokter spesialis apa?"ujar Reza panik karena dia benar-benar tidak ingin wanita yang ia cintai terluka atau merasakan sakit sedikitpun.


"Za, aku nggak papa, kamu fikir aku sakit parah harus pergi ke dokter spesialis segala, mungkin aku cuman kecapean karena tadi malam begadang, terlebih lagi aku tidur di kursi membuat badanku jadi sakit"ujar Faina.


"Mulai sekarang kamu nggak usah kerja aja Fai, aku mampu, malah mampu banget buat beliin semua keperluan kamu"ujar Reza khawatir, Reza benar-benar tidak ingin kehilangan wanita yang ia cintai untuk kedua kalinya karena mungkin untuk kali ini dia tidak akan sanggup.


"Bukan soal keperluan Za, aku nyaman kerja, dan aku nggak bisa kalau berhenti dan diam aja dirumah, menurut aku pekerjaan bukan hanya mencari uang, pekerjaan menurut aku tentang kebersamaan, aku bisa mengenal orang lebih banyak dengan kerja, aku bisa membantu orang dengan tenaga yang aku punya dan itu adalah kebahagiaan tersendiri buat aku"ujar Faina berharap Reza mengerti, Faina sangat bersyukur mempunyai suami seperhatian Reza, tapi saat ini Faina tak ingin berhenti bekerja.


"Za, shussst, kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, kita nggak tau takdir, gimana kalau aku meninggal duluan dari pada kamu, masa kamu mau bunuh diri, aku nggak mau itu terjadi. Aku mau kalau aku meninggal duluan, kamu tetap menjalani hidup kamu dalam kebahagiaan sampai kita dipertemukan kembali disyurganya Allah"ujar Faina.


"Maka dari itu aku selalu berdoa, agar meninggal sehari sebelum kamu meninggal, karena aku nggak akan sanggup tanpa kamu Fai"ujar Reza lalu memeluk Faina, Faina pun membalas pelukan Reza dengan sangat erat seolah mereka sebentar lagi akan berpisah.


"Udah ah Za lepas, aku mau berangkat kerja"ujar Faina lalu melepaskan pelukannya dengan Reza.

__ADS_1


"Fai dengerin aku kali ini aja, plis kamu nggak usah masuk kerja hari ini"ujar Reza, saat Faina hendak berbicara, Reza berbicara lebih dulu. "Hari ini aja, aku nggak akan nyuruh kamu buat berhenti kok"lanjut Reza.


"Yaudah My husband, you wife akan turuti semuanya"ujar Faina sembari tersenyum lebar kearah Reza, Reza pun langsung mencium kening Faina, setelah itu Reza bersiap untuk berangkat kerja.


"Bi, tolong jagain Faina yah, dia kelihatan pucat sekali"ujar Reza.


"Udah bi nggak usah didengerin, orang aku nggak papa kok"ujar Faina.


"Ok bi"ujar Reza mengacungkan jempolnya dan bi Sinta pun melakukan hal yang sama.


"Sipp den, non aman sama bibi"ujar bi Sinta.


"Yaudah, aku pergi yah"ujar Reza lalu mencium kening dan pipi Faina.


"Hati-hati"ujar Faina.

__ADS_1


Setelah kepergian Reza kekantornya, Faina mengajak bi Sinta untuk membuat popcorn dan menonton drama Korea bersama, Faina juga sudah menghubungi Disha jika dia tidak masuk kerja lagi hari ini karena dia sedang tidak enak badan dan rencananya Disha akan menjenguk Faina setelah dia pulang kantor nanti.


__ADS_2