Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 32


__ADS_3

Esok pun tiba.


Reza dan Faina tengah makan pagi bersama.


"Fai, nanti aku kerumah sakit jenguk Nisa dulu, jadi maaf kalau nanti aku telat pulang"ujar Reza.


"Aku ingin ikut"ujar Faina.


"Ikut?"ujar Reza.


"Iya, aku ingin ikut dengan mu menjenguk Nisa dirumah sakit, aku juga ingin ketemu ayah"ujar Faina.


"Tapi Fai,,,"ujar Reza terpotong oleh ucapan Reza.


"Kenapa?, tidak boleh"ujar Faina.


"Bukan gitu Fai, tapi, yasudahlah, nanti kita pergi bersama, nanti aku jemput kamu sebelum aku kesana"ujar Reza.


"Iya"ujar Faina.


Setelah Reza pergi kekantornya, Faina pun duduk diruang keluarga sambil menonton tv.


Setelah berjam-jam menunggu, Reza pun datang untuk menjemput Faina dan mereka bersama-sama pergi kerumah sakit.


"Ayah"ujar Faina lalu memeluk ayahnya dan dibalas oleh ayahnya, mereka sudah tiba diruangan Nisa.


"Apa kabarmu?"tanya ayah Faina.


"Baik"ujar Faina.


"Nak Reza, tante boleh minta tolong?"ujar nyonya kikan.


"Minta tolong apa?"ujar Reza, Faina pun melirik Reza dan nyonya kikan bergantian.

__ADS_1


"Suapi Nisa, dari kemarin malam, dia belum makan, dia menunggu nak Reza"ujar nyonya kikan.


Reza pun melirik Faina dan Faina mengangguk tanda mengiyakan, Reza pun langsung menyuapi Nisa dengan sangat telaten.


Sebenarnya hati Faina sakit melihat itu, tapi saat ini Nisa membutuhkan Reza, orang yang dicintainya, dan Reza juga mencintai Nisa.


"Tante ingin bicara Fai"ujar nyonya kikan menarik Faina untuk berbicara berdua.


mereka pun duduk berdua ditaman rumah sakit itu.


"Ada apa tante?"ujar nyonya kikan.


"Saya sudah tau kalau kamu istrinya Reza, papamu sudah cerita dan Nisa juga sudah bilang kesaya"ujar nyonya kikan.


Nisa berbicara dengan mamanya menggunakan kertas karena tangannya masih bisa bergerak walau sulit.


"Terus apa masalahnya tante?"ujar Faina.


"Mak,,sud tante apa?"ujar Faina.


"Nisa membutuhkan Reza Fai, saya tau Reza mencintai Nisa, buktinya dia memeluk Nisa kemarin, saya hanya tidak ingin kamu sakit lebih dalam lagi, jadi mulai dari sekarang mending kamu tinggalkan Reza"ujar nyonya kikan.


"Tapi saya tidak bisa tante, saya yakin Reza akan mencintai saya"ujar Faina.


"Kepercayaan dirimu terlalu tinggi Fai, buktinya Reza lebih memilih bersama Nisa dibandingkan denganmu"ujar nyonya kikan, yah Faina akui itu benar, Reza melupakannya saat sesuatu terjadi pada Nisa, tapi bisakah dia pergi, sedangkan hatinya sudah tertahan untuk lelaki itu.


"Pikirkan lagi Faina, ini untuk kebahagian banyak orang, jadi jangan egois"ujar nyonya kikan lalu pergi dari hadapan Faina.


Setelah kepergian nyonya kikan, Faina terduduk lemas dikursi yang berada ditaman itu, hatinya terlalu sakit untuk bisa dijelaskan dengan kata-kata, tak terasa buliran air matanya jatuh, tapi langsung di hapusnya.


Sedangkan tanpa Faina dan nyonya kikan sadari, ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka, orang itu tak lain adalah tuan Buddin.


Maafakan ayah Fai, ayah tidak bisa melakukan apapun untuk membantumu, batin tuan Buddin sambil terus melihat Faina dikursi taman itu.

__ADS_1


Sore pun tiba.


Faina dan Reza sudah pulang dari rumah sakit dan Faina sedari tadi, dia terus menghindar dari Reza, mungkin yang dikatan nyonya kikan benar, jika Reza dan Nisa memang saling mencintai dan Faina tidak boleh egois.


Faina akan meninggalkan Reza, ini memang belum cukup satu tahun, usia pernikahan Faina dan Reza baru memasuki bulan ketujuh, tapi dulu Reza bilang jika Faina sudah tidak kuat kapanpun dia ingin pergi, Faina boleh saja pergi.


"Kenapa kamu menghindariku Fai?"ujar Reza duduk disebelah Faina yang tengah menonton drama Korea.


"Aku tidak menghindarimu, mungkin itu perasaan mu saja"ujar Faina tanpa melihat kearah Reza, pandangannya fokus menonton film Korea yang ada didepannya.


"Fai"


"Hmm"


"Fai"


"Apa?"


"Fai"


"Apaansih Za?"ujar Faina menatap Reza.


Mereka berdua saling menatap, pandangan mata mereka beradu satu sama lain, Faina merasakan butiran cinta untuknya dimata Reza, tapi mungkin itu hanyalah perasaannya saja, karena cinta Reza hanya untuk perempuan bernama Nisa.


"Apa?"ujar Faina memutuskan pandangan matanya dengan Reza.


"Aku lapar, boleh masakan aku nasi goreng"ujar Reza.


"Hmm, tunggu disini"ujar Faina.


1 jam berlalu, Faina pun kembali keruang tv membawa dua piring nasi goreng.


Faina dan Reza pun memakan nasi goreng itu sambil menonton drama Korea, mungkin inilah terakhir kalinya mereka menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


__ADS_2