
Hari ini aku kehilangan nafsu makan,aku kangen dengan masakan ibu,aku menepuk jidatku,aku baru ingat belum memberi tahu ibu tentang kehamilanku,ibu pasti senang jika beliau tahu bahwa aku sedang hamil sekarang,aku tersenyum sendiri membayangkan ekspresi wajah ibu ketika aku memberitahunya.
Aku segera mengambil ponselku mendial nomor ibu dan langsung menelepon ibu.
Tut....................tut.................tut.........
ibu tidak mengangkatnya aku mencoba kembali namun hasilnya tetap sama lagi - lagi ibu tidak mengangkat teleponku.
Ada apa dengan ibu?bathinku dan aku mulai menduga - duga kenapa ibu tak menjawab teleponku.
Akupun mencoba telepon mbak Eva namun nomor mbak eva dalam keadaan sedang tidak aktif aku tambah khawatir dengan ibu dan mbak Eva,tiba - tiba Reza memanggilku akupun kaget secara tiba - tiba aku menjerit.
"Ada apa denganmu sayang?" mengapa kamu kaget,kamu sedang melamun ya" ujar Reza memberondong ku dengan beberapa pertanyaan.
"Ibu Re" ibu tidak mengangkat teleponku" ujarku panik.
"Mungkin ibu tidak mendengarnya sayang atau juga ibu sedang sibuk hingga ibu tidak mengangkat telfonnya" ujar Reza menenangkan ku.
"Selama ini ibu belum pernah begini Re dan aku telah berulang kali telpon ibu nggak mungkin ibu tidak mendengarnya"
"Coba kamu telepon mbak Eva tanyakan padanya, ibu lagi apa sehingga ibu tidak mengangkat telepon mu sayang"
"Aku sudah telepon mbak Eva Re malah nomor mbak Eva nggak aktif"
"Ya sudah kamu makan dulu sayang karena dari pagi kamu tidak makan kasihan baby nya,nanti setelah makan siang kita kerumah ibu"
"Benarkah Re?" ujarku Reza mengangguk.
Sontak aku girang mendengar ucapan Reza akupun mengikuti Reza yang menuju ruang makan,dimeja makan sudah ada ayah,ibu mertuaku dan adik iparku.
"Re setelah makan siang temenin mama kerumah Tante Melly ya"ucap ibu mertuaku.
"Baik ma" jawab Reza singkat.
Aku memandang kearah Reza yang sedang makan di sebelahku namun Reza sama sekali tak menyadari aku sedang menatap kearahnya,setelah makan siang aku langsung masuk kekamar tak berapa lama Rezapun menyusulku masuk kedalam kamar.
"Re kamu sudah janji padaku kerumah ibu setelah makan siang"
"Iya sayang setelah mengantar mama kita kerumah ibu oke" ujar Reza
"Mama kan bisa diantar Farhan Re ( Farhan adalah adik Reza)"
"Farhan sedang sibuk ia tidak bisa mengantarkan mama sayang"
"Sibuk membuat masalah" sungut ku pada Reza,Reza hanya diam tidak menanggapi ku(Farhan adik Reza adalah seorang pengangguran,Farhan telah mempunyai istri dan anak namun Farhan hobinya hanya ber foya-foya kebutuhan mereka kadang harus Reza yang memenuhi namun demikian ibu mertuaku sangat menyayangi Farhan dan selalu menuruti segala keinginan Farhan tak jarang Ibu mertuaku meminta Reza untuk menyelesaikan setiap permasalah yang telah dilakukan Farhan)...Next.
Sampai sore aku belum juga bisa menghubungi ibu dan mbak Eva aku semangkin gelisah aku juga merasa kesal dengan Reza yang tak kunjung pulang aku tertidur dan terbangun saat seseorang mencium pipiku ternyata Reza sudah pulang aku melihat jam dinding menunjukkan pukul 20.15 Wib.
"Re kita kerumah ibu ya"
"Ini sudah malam sayang besok aja kita kerumah ibu dan mama pasti tidak mengizinkan Lin karna kamu sedang hamil takutnya ada apa - apa nanti"
__ADS_1
"Tapi aku benar - benar sangat khawatir tentang ibu Re"
"Semoga ibu tidak apa - apa kamu istirahat aja sayang"ucap Reza lalu melangkah keluar kamar tiba - tiba ponselku berbunyi aku buru - buru melihatnya ternyata mbak Eva aku langsung mengangkat telepon dari mbak Eva.
"Assalamualaikum mbak"
"Waalaikumsalam Lin" jawab mbak Eva terdengar suara mbak Eva serak seperti orang selesai menangis.
"Mbak kenapa mbak?" ibu dimana mbak?" tanyaku.
"Mbak baik - baik aja Lin" kamu mau bicara dengan ibu sebentar mbak panggilkan sesaat kemudian terdengar suara ibu diseberang sana.
"Bagaimana kabarmu nak?"
"Alhamdulillah Lina baik - baik saja bu jawabku pada ibu,aku langsung bertanya pada ibu mengapa tidak mengangkat teleponku siang tadi ibu berkata bahwa tadi siang ibu sedang menemani mbak eva menghadiri sidang perceraian mbak Eva dengan mas Tito,ponsel ibu tertinggal dirumah itu sebabnya ibu tidak bisa menerima panggilanku ibu juga memberitahuku bahwa mas Tito telah menjual rumah jauh sebelum mbak Eva mengugat cerai mas Tito aku sangat miris mendengar cerita ibu.
"O iya Lin ada apa tadi menelepon ibu nak?"
"Lina kangen ibu bu,Lina kangen masakan ibu,beberapa hari ini Lina tidak nafsu makan bu Lina hanya mau makan masakan ibu.
"Apakah jangan - jangan kamu lagi isi Lin?"
"Iya Bu Lina lagi hamil"ucapku yang sontak membuat ibu gembira sesaat melupakan permasalahan yang sedang dihadapi mbak Eva,aku merasa lega setelah menerima telepon mbak Eva aku berencana besok akan mengunjungi ibu, sesaat kemudian Reza masuk kedalam kamar.
"Sayang didepan ada tamu tu keluar yuk"
"Siapa Re" tanyaku
Bangun pagi aku segera bersiap - siap untuk kerumah ibu, Reza sudah berjanji padaku sebelum berangkat kerja akan mengantarku terlebih dahulu kerumah ibu.
Reza menghampiriku yang sedang berdiri didepan cermin lalu memelukku dari belakang.
"Re jadikan kamu antar aku kerumah ibu pagi ini" ucapku seketika melihat Reza yang baru saja masuk kedalam kamar,Reza mengangguk dengan menciumi pundakku.
"Lepas Re bajuku jadi berantakan nanti" sungut ku
"Biarin habis kamu cantik dan wangi aku jadi pengen yank,aku minta jatah donk" ujar Reza dengan membalikkan badanku Rezapun segera mendekatkan wajahnya ke wajahku aku menghalangi dengan tangan ku.
"Memang kemaren - kemaren aku nggak cantik dan bau ya Re" ucapku dengan wajah cemberut,Reza tersenyum.
"Kamu cantik dan manis sayang tapi pagi ini kamu tambah cantik sayang, jadi tambah pengen nih" ujar Reza lalu mencubit hidung ku.
"Gombal kamu Re"
"Ayolah sayang" ucap Reza lalu menghujaniku dengan ciuman aku menghentikan Reza saat mendengar pintu kamar diketuk terdengar suara ibu mertuaku sedang memanggil.
"Re hentikan mama memanggil" bisikku pada Reza.
"Apakah kamu sudah siap Re?" mama mau bicara" ujar mertua ku dari luar kamar Reza melepas pelukannya dan segera keluar,kurapikan bajuku yang sudah berantakan,sesaat kemudian Reza kembali masuk kedalam kamar.
"Sayang jangan pagi ini ya kerumah ibu setelah aku pulang kerja baru kerumah ibu"
__ADS_1
"Re kamu udah janji Re,aku kangen ibu Re"
"Pagi ini aku tidak bisa sayang mama memintaku untuk mengantar kak Eka" ujar Reza sambil memelukku
"Tapikan bisa antar aku dulu baru sesudah itu kamu antarin kak Eka Re?" bujukku pada Reza.
"Tidak bisa sayang kak Eka lagi buru - buru,sudahlah sayang pokoknya aku janji nanti sepulang kerja kita kerumah ibu" ujar Reza lalu mencium perutku dan berpamitan,aku merasa sangat kesal pada Reza yang telah mengingkari janji kupeluk guling dan aku menangis.
Sore ini aku sangat senang,Sepulang kerja Reza menepati janjinya,setelah berpamitan pada mamanya kamipun pergi kerumah ibu.
ibu sangat gembira melihat kedatanganku begitu juga dengan mbak Eva,ibu segera menyiapkan makanan kesukaanku Reza menemani ibu yang sedang sibuk didapur Reza memang paling pandai mengambil hati ibu hal inilah yang membuat ibuku semangkin menyayangi Reza.aku dan mbak Eva mengobrol diteras belakang.
"Mbak yang sabar ya aku minta maaf mbak saat mbak terpuruk aku tidak berada disamping mbak'
"Mbak mengerti Lin" dengan keadaanmu sekarang dan mbakpun sudah mengikhlaskan semuanya, jodoh mbak dengan mas Tito sampai disini"
Kami akhirnya saling berpelukan mbak Eva tersenyum tak terlihat semburat kesedihan diwajah mbak Eva mungkin memang benar yang dikatakan mbak Eva barusan bahwa ia telah mengikhlaskan semuanya.
"ehem...........eheeeemmm
ikutan donk jadi iri nih pengen dipeluk juga" ujar Reza yang tiba - tiba muncul didepan kami dengan membawa makanan ditangannya.
"Apa - apaan sih Re nganggu aja kerjanya" ujarku Reza tersenyum lucu mbak Eva dan aku tertawa melihat ekspresi wajah Reza ibu yang melihat kami bercanda dan tertawa tampak bahagia,dalam hati aku bersyukur mbak Eva bisa tabah menjalani permasalahan hidupnya...
"Ayo makanlah keburu dingin lho, apa kalian mau berbicara terus" ucap ibu,kamipun segera menyatap makanan yang telah ibu siapkan.
Setelah menyatap makan malam aku dan Reza berpamitan pada ibu dan mbak Eva.
Setibanya dirumah mertuaku aku tidak melihat yang lain hanya ibu mertuaku duduk sendirian sedang menonton televisi setelah menyalaminya aku berpamitan untuk membersihkan badan.
Setelah mandi aku berniat untuk ikut menonton televisi bersama ibu mertuaku dan Reza,aku keluar kamar namun aku tak menemukan ibu mertuaku dan Reza diruang tengah "kemana mereka oh mungkin didapur" bisikku dalam hati akupun melangkah menuju dapur.
bukan berniat ingin nguping pembicaraan antara Reza dan mamanya,aku melihat mereka sedang berbicara serius akupun menghentikan langkahku.
"Re kamu jangan sering - sering kerumah mertuamu Re,nanti mereka ngelunjak merasa kamu terlalu perduli dengan mereka, mama tidak mau nanti ujung - ujungnya mereka menjadi beban buatmu"
"Iya ma" jawab Reza
"Dan kamu jangan terlalu manjakan istrimu, kamu harus tegas bila perlu jangan kamu kasih uang pada istrimu itu,kamu yang mengatur keuangan Re" ujar ibu mertuaku lagi
Reza mengangguk tak sedikitpun membantah perkataan mamanya aku kembali kekamar merebahkan diri ditempat tidur.
Aku tak menyangka ibu mertuaku bakal berbicara seperti itu pada Reza,aku tak begitu sedih mendengar kata - kata mertuaku yang membuat hatiku sakit tidak Reza sedikitpun membantah ucapan mamanya dengan memberi penjelasan bahwa ibuku tak seperti apa yang dikatakan mamanya.
Aku pura - pura tertidur saat Reza masuk kedalam kamar hingga akhirnya aku benar - benar tertidur.
Bersambung
Kehabisan ide buat BAB selanjutnya....
comment ya yang punya ide biar ceritanya mangkin greget ☺️
__ADS_1