CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.35


__ADS_3

Aku mondar-mandir didepan rumah menunggu kedua buah hatiku,aku kembali dilanda keresahan.


Tak lama kemudian tampak mobil Reza memasuki halaman rumah.


Kedua putriku turun dari mobil segera berlari menghampiriku.


Kupeluk dan kukecup pucuk kepalanya tampa terasa aku meneteskan air mata.


"Bunda jangan menangis.......maafkan kami bunda"


Aku tak mampu tuk berkata - kata kupeluk kedua buah hatiku dan segera membawa mereka masuk kedalam rumah.


Baru Satu malam mereka tak bersamaku namun bagiku seperti sudah bertahun lamanya.


Sementara Reza entah pergi kemana setelah menurunkan anak - anak dari mobil.


Sudah Satu minggu berlalu aku dan Reza sama sekali tidak membahas tentang niatku yang ingin mengakhiri pernikahan kami.


Kini Reza kembali menjalankan aktivitasnya dikota X, seperti biasa akupun menjalani rutinitas sehari - hari bekerja sebagai salesman dan menjalankan usaha laundry ku.


Malam ini sama seperti malam - malam sebelumnya kesepian selalu menjadi teman setia buat ku.


Ingin kuberlari dari dingin dan gelapnya malam namun aku terjebak oleh rasa yang telah pudar.


Sinar bulan dan bintang tampak suram terhalang oleh kabut sedang kan dinginnya malam kian menggoda memunculkan gairah yang kian bergelora.


"Bagas" ucapku lirih malam ini aku berharap kehadirannya aku benar - benar sangat menginginkannya.


Aku memejamkan mata bayangannya kembali hadir menari - nari di benakku,aku kembali membuka mata pandanganku tertuju pada ponsel yang sedari tadi berada disampingku.


Tiba - tiba ponselku berdering aku segera menerima panggilan telepon yang bisa dipastikan itu adalah Bagas.


Suara lembutnya menimbulkan desiran aneh di sekujur tubuhku,


Bagas mengingatkan kembali sesuatu yang pernah kamu lakukan saat terakhir kali kami berjumpa disalah satu studio karaoke saat itu Bagas mencium bibirku dengan begitu lembut.


Kejadian tersebut sungguh sangat berkesan bagiku dan malam ini ingin aku mengulangnya.


Malam ini kami mengobrol cukup lama dan larut dalam buaian kemesraan,kata - kata mesra penuh gairah yang membuat kami lupa hingga kami tak menyadari bahwa malam telah berganti subuh namun hasrat yang kian bergejolak tidak ingin berakhir begitu saja dan akhirnya mendorong kami untuk bertemu besok siang disalah satu hotel.

__ADS_1


Mataku terlelap saat memikirkan sesuatu yang indah yang bakal terjadi saat pertemuan nanti.


Matahari telah menampakkan sinar terang saat aku terbangun dari mimpi indah ku,jarum jam sudah menunjuk pada angka 10.


Akupun segera bangkit melangkah buru - buru masuk kedalam kamar mandi,aku tak ingin semuanya mengacaukan rencana ku siang ini untuk menemui Bagas untuk itu aku segera menyelesaikan pekerjaanku.


Sesuai dengan janji yang sudah kami sepakati aku segera menemui Bagas disebuah hotel,Aku sudah tak perduli apakah ini bentuk dari rasa cintaku yang sekian lama terpendam ataukah hanya nafsu semata.


Bagas menyambutku dengan sebuah ciuman wangi aroma tubuhnya membuatku semangkin bergairah bak seorang musafir yang tersesat dipandang pasir hingga tak mampu menolak saat Bagas menawarkan air sebagai pelepas rasa dahagaku.


Kini tangan Bagas mulai menyusup masuk disela - sela pakaianku meremas secara perlahan gundukan sedang milikku.


Satu persatu kancing baju ku terlepas dari pengaitnya Bagas melepaskan pagutan bibirnya dan berpindah pada daging kecil yang berada ditengahnya,Bagas memainkannya dengan menghisapnya perlahan - lahan aku menggeliat menahan rasa geli tapi nikmat,aku mengigit bibirku sendiri menahan kenikmatan yang saat ini ku alami.


Aku begitu takjub akan pemandangan yang berada didepanku, dada bidang dan sixpack terlihat jelas saat Bagas membuka bajunya sendiri aku diam tak bergeming.


Bagas merapatkan kembali tubuhnya dan mengecup keningku lalu merebahkan tubuhku diatas ranjang,Bagas menyentuh gundukan sedang milikku kembali m*****" dan meninggalkan tanda merah disana aku menelan saliva ku sendiri,


Bagas menghentikan gerakannya dan menatapku seolah meminta izin padaku untuk berbuat lebih dalam naluri kewanitaanku memberi respon menginginkan lebih dari sekedar ciuman dan sentuhan.


Aku tak mampu untuk menahan lebih lama,ku peluk tubuh Bagas yang sedang berada diatas dan akhirnya kami melakukan hubungan layaknya suami istri.


Kami terbaring di ranjang dan saling berpelukan keringat membasahi tubuh kami.


Waktu terasa begitu cepat berputar aku terasa berat untuk melepaskan Bagas yang hendak mengunjungi sang istri yang sedang berada di kota lain.


Namun apa dayaku aku harus menerima kenyataan bahwa ada hati lain yang sedang menunggu kehadiran Bagas saat ini,dialah yang lebih berhak karena dia lebih dahulu hadir dalam kehidupan Bagas.


Bagas tau akan perasaanku iapun mengusap pucuk kepalaku,aku bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri.


Bagas menyusulku dan mengulangnya kembali,


ia ******* bibirku,Aku kembali meresponnya,bibirku pun mendesah saat jari - jari Bagas Bermain dibawah,Bagas cukup paham saat yang tepat ia menghentikan gerakannya aku menahan kecewa.


"Sabar sayang ini baru awal" ucap Bagas berbisik di telingaku.


Dan ternyata Bagas menepati kata - katanya ia segera menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.


Tampa menunggu perintah dengan gerakan maju mundur dengan lebih cepat dan akhirnya teriakan penuh kemenangan memecah keheningan.

__ADS_1


Bagas Menghentikan aktivitasnya.


Setelah Bagas menyelesaikan tugasnya ia mengecup keningku dan sesaat kami saling berciuman lalu kami segera membersihkan diri.


Setibanya dirumah aku segera beristirahat badanku terasa pegal akibat telah lama tidak melakukan aktifitas tersebut aku memilih untuk segera tidur.


Namun aku terpaksa menunda niatku karena sang pujaan hati sedang meneleponku.


"Yank kamu sudah sampai dirumah kan"


"Iya bahkan sudah sedari tadi kok,kalau kamu sudah sampai?"


"Belum baru dalam perjalanan yank mangkanya bisa telepon"


"Kamu teleponku ada apa?" apakah perlu aku menyusu?" ujarku tertawa.


"Jangan ngaco kamu ya,bisa mati aku" Bagaspun tertawa lepas.


"Terus meneleponku ada apa sih yank"


"Untuk memastikan kamu sudah sampai apa belum,takutnya kamu mampir kemana dulu gitu"


"Maksudmu apa sih yank,kalau pun sekedar mampirkan nggak masalah,kamu juga cuma sekedar mampir denganku"


"Kalau ngomong jangan suka ngasal ya"


"Buktinya apa kalau kamu bukan sekedar mampir"


"Kalau hanya sekedar mampir tidak mungkin kulayani kamu selama ini "


"Terimakasih"


"Oke deh istirahatlah,dan jangan suka berpikir aneh - aneh,ini aku sudah hampir nyampai udah dulu ya yank.........muahhhhh'


Aku tersenyum penuh bahagia setelah apa yang terjadi tidak membuat Bagas melupakan ku,hal inilah yang dari dulu aku sukai darinya perhatian yang ia berikan membuat aku benar - benar bahagia.


Malam ini aku tidur dengan lelap,aku tidak merasa sunyi,malam ini mampu mengantarkan sebuah keindahan yang kuinginkan dari seribu malamku yang telah terenggut.


Sungguh malam ini merupakan malam terbaik bagiku aku bisa bermimpi indah.

__ADS_1


__ADS_2