CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps,42


__ADS_3

Sore ini aku kembali berjalan menyelusuri tepian pantai dengan harapan bisa bertemu Bagas disini.


Namun hampir 2 jam aku menunggu Bagas tak kunjung muncul harapanku kian sirna.


Aku menghentikan langkah disalah satu bangku dimana aku dan Bagas pernah duduk dan berbicara tentang cinta dibawah sinar Jingga yang hadir dikala sore itu,aku meneteskan air mata mengenang semua kisah indah saat masih bersama.


"Bagas dulu kamu pernah berjanji akan memperjuangkan hubungan kita sayang namun kini dirimu sengaja menjauh dariku, ternyata ucapanku hanyalah dusta"


Kulangkahkan kaki meninggalkan tepian pantai dengan sejuta luka.


Malam mulai menyapa,aku kembali memejamkan mata sosok bayangannya kembali terbayang di pelupuk mataku,sosok yang dulu pernah membuatku merasa bahagia,sosok yang membuat hari - hariku penuh warna,namun kini sosok itu telah menghilang.


Waktu terus berputar jiwaku semangkin terpuruk,perih yang amat parah yang kini kurasa membuat dadaku sesak hingga sulit untukku bernapas lega,air mataku lagi - lagi tumpah mengalir membasahi pipiku.


Malam telah berlalu namun mataku enggan untuk terlelap sedetikpun,suara ayam jantan mulai berkokok bersahut - sahutan menandakan hari mulai pagi,aku melangkah tertatih menuju kamar mandi.


Hari berganti minggu,sampai sebulan lebih Bagas tak pernah menghubungiku,aku mencoba untuk tidak pusing memikirkan Bagas yang sudah tak memikirkan diriku lagi,namun aku sudah terjebak dengan perasaan satu arah dimana aku tau Bagas tak mungkin lagi datang kearahku.


Matahari bersinar begitu terik pancaran sinarnya seolah membakar kulitku,aku memarkirkan motorku disebuah pohon rindang didepan sekolah putriku,aku sedang menunggu jam pelajaran putriku usai.


Tiba - Tiba ponselku berdering aku segera mengeluarkannya dari saku jaketku ,tercantum nama Rita hatiku mulai berharap darinya aku mendapatkan info mengenai Bagas aku segera menerima panggilan telepon darinya.


"Assamualaikum Rit" kamu apa kabar?"


"Waalaikumsalam say, alhamdulilah aku baik - baik saja" kamu gimana say.....dan lagi ngapain ni?"


"Aku juga baik - baik saja Rit" kebetulan sedang menunggu anak pulang sekolah"


"O iya kemarin saat aku menjenguk Bagas dia kirim salam untukmu Lin?"


Jantungku mulai berdebar tak karuan,ada perasaan bahagia sekaligus khawatir.

__ADS_1


"Lho emang Bagas kenapa Rit?" tanyaku ingin tau


"Jadi kamu belum tau ya say,bahwa kemarin Bagas kecelakaan"


"Nggak.....emang kapan, dimana kecelakaannya Rit" kok bisa"


Aku semangkin penasaran ingin tau sehingga memberondong berbagai pertanyaan,dan info yang kudapat dari Rita ternyata beberapa minggu lalu Bagas mengalami kecelakaan sebuah minibus menabraknya,Bagas sempat mengalami koma beberapa hari, kejadian yang menimpa Bagas tepat 1 hari setelah istrinya menemuiku dicafe brother sebulan lalu.kini Bagas sedang dalam proses pemulihan.


"Oiya Rit kebetulan anakku sudah pulang nih,kapan - kapan kita ngobrol lagi dan sampaikan salam kembali pada Bagas semoga lekas sembuh"ucapku datar.


"Oke say bakal aku sampai kan pada Bagas,baiklah dan hati - hati dijalan" ujar Rita sebelum memutuskan sambungan teleponnya.


Dari jauh putriku berlari - lari kecil menghampiriku dan segera naik ke atas motor,aku seakan mendapat semangat baru sejak Rita meneleponku entah mengapa ada perasaan yakin diriku bahwa Bagas pasti akan segera menemuiku.


Cuaca cerah siang ini seolah sedang memberi semangat baru buatku,aku bersyukur Bagas bisa melewati masa kritisnya.


"Cepatlah sembuh sayang,aku tau dirimu pasti merindukanku seperti aku merindukanmu,aku ingin secepatnya bertemu denganmu"bathinku


Disamping itu Bagas juga telah berhutang budi pada sang istri dan selama ini istrinya telah memperlakukannya dengan cukup baik untuk itu ia tidak punya alasan untuk meninggalkan istrinya Bagas memintaku untuk memahami keadaannya.


Sementara itu ia juga tak ingin hubungan kami selesai sampai disini,Bagas juga meminta maaf Padaku karena baru bisa menghubungiku sekarang karena musibah yang ia alami.


Bagas juga menyampaikan kepadaku ia tidak menyangka istrinya bisa mengetahui hubungan kami,sementara sang istri tidak pernah menanyakan langsung padanya tentang perselingkuhan yang terjadi diantara kami, sebelum pertemuan kami bertiga dicafe brother dan soal pertemuan dicafe sama sekali ia tidak pernah tau.


Dan karena kejadian itu istrinya mengambil inisiatif dengan memindahkan Bagas dikantor pusat yakni dimana sang istri berdomisili,hatiku benar - benar hancur mendengar semua itu dengan demikian artinya sulit bagi kami untuk bertemu.


Tiga hari lagi Bagas akan datang kembali mengurus segala sesuatunya terkait pemindahan dirinya dikantor pusat,Bagas juga berjanji akan menemuiku setelah menyelesaikan semua urusannya.


Setelah menyampaikan semuanya kepadaku Bagas segera mengakhiri panggilan telepon,aku duduk termenung memikirkan semua yang disampaikan oleh Bagas,baru saja aku bahagia karena Bagas telah menghubungiku namun aku kembali bersedih setelah mendengarkan semuanya.


Tiga hari telah berlalu, pagi ini Bagas kembali meneleponku ia memintaku untuk bertemu namun kali kami bertemu dirumah salah satu sahabat Bagas,setelah Bagas menyebutkan alamat sahabatnya aku segera menuju kesana.

__ADS_1


Dari kejauhan aku telah melihat Bagas yang sedang menunggu didepan rumah,Bagas menyambutku dengan wajah bahagia,ia kemudian mengenggam jemari tanganku sangat erat.


Tak berapa lama pemilik rumah pun muncul,Bagas memperkenalkan sahabatnya itu kepadaku,mungkin saja Bagas telah menceritakan pada sahabatnya tentang hubungan kami berdua dan masalah apa yang sedang kami alami sekarang.


Sebagai seorang yang dewasa mungkin saja sahabatnya memahami keadaan kami saat ini untuk itu ia memberi kami kesempatan untuk ngobrol berdua dikamar tamu.


Bagas memelukku begitu lama tampak kepedihan diraut wajahnya seolah ia begitu berat akan kenyataan bahwa sebentar lagi kami bakal kehilangan momen kebersamaan seperti saat sekarang ini.


Akupun menangis dalam pelukannya Bagas mengecup pucuk kepalaku sesaat ia memejamkan mata dan menarik napas dalam tampak butiran bening yang keluar dari sudut kelopak matanya.


"Aku tak sanggup jika kita harus menjalani hubungan jarak jauh yank"ujarku lirih.


"Aku juga bakal tak sanggup sayang....tapi untuk saat ini kita harus bersabar sampai semuanya baik - baik saja" ujar Bagas menghiburku


"Tapi sampai berapa lama?" ucapku menginginkan sebuah kepastian.


Bagas melepas pelukannya dan berjalan kearah jendela ia diam menatap keluar,aku mendekati Bagas dan memeluknya dari belakang Bagas mengusap punggung telapak tanganku.


"Aku tak bisa memberi jawaban pasti padamu,untuk saat ini aku hanya mampu berjanji akan selalu mengabarimu saat aku berada dikantor"ujar Bagas datar.


"Bagaimana jika saat malam aku merindukanmu,aku rindu ingin sekedar ngobrol seperti saat dulu"ucapku dengan suara serak menahan air mata yang hendak.tumpah


"Dulu kita pernah berpisah hingga cukup lama, hampir belasan tahun,mengapa dirimu masih setia dengan perasaan cinta yang ada untukku?" ujar Bagas balik bertanya


"Namun mengapa sekarang dirimu menyerah dengan keadaan kita saat ini?" ujar Bagas melanjutkan kata - katanya.


Aku hanya diam tak bergeming,aku tak punya satu jawaban pun dari pertanyaan Bagas barusan,aku hanya mampu menangis,aku menumpahkan semua rasa sakit yang bersarang di hati mengingat sebentar lagi kami bakal sulit untuk bertemu bahkan sekedar untuk ngobrol.Bagas membalikkan Badan kearahku dan memeluk erat tubuhku.


"Kuharap dirimu akan tetap sabar hingga kita dapat mewujudkan mimpi kita" ucap Bagas lirih ditelinga ku


Bagas segera menutup jendela kamar,kami saling melepaskan kerinduan suasana menjadi hening tiada perbincangan yang terdengar dikamar itu lagi,kami larut dalam kebersamaan,dan kami segera menuntaskan rasa rindu itu.

__ADS_1


#Terima kasih yang sebesar - besarnya kepada semuanya yang telah sudi mampir diceritaku ini dengan memberikan support buatku#


__ADS_2