
Batas antara benci dan cinta sangatlah tipis,penjelasan Bagas menoreh luka cukup besar dihatiku , sulit untuk ku balut luka itu aku benar - benar sangat membencinya sedangkan rasa cinta yang terlanjur ku semai tidak pernah padam dan hilang begitu saja.
flashback
Bagas mengentikan mobilnya dijalan setapak tepat disebuah perkebunan.
Tidak ada kendaraan yang lalu lalang ( namanya juga kebun ya Khan sorry author mangkin g jelas hehehe๐) bahkan seseorang yang lewat pulang dari kebun mungkin saja karena saat itu sedang turun hujan,beberapa saat kami saling diam hanya terdengar suara deras hujan yang cukup kuat dan Isak tangis ku yang masih tersisa.
Bagas merengkuh tubuhku kedalam pelukannya berusaha mencoba menenangkan diriku.
Bagas memagutkan bibirnya dengan bibirku aku sekuat tenaga mencoba menghindar namun tenagaku kalah kuat dengan Bagas yang kini telah mendominasi tubuhku ia segera melepaskan sabuk pengaman dan memundurkan bangku ku, satu persatu kancing bajuku terlepas dan kini tubuhku hanya tertutup dalaman alias naked.
Isak tangis ku berhenti berganti desah nafas kami berdua yang semangkin berat......
skip aja dehโบ๏ธ
Aktivitas kami berakhir diiringi lengkingan tinggi, setelah beberapa saat berdiam diri pada posisi masih berpelukan kamipun segera memakai pakaian kembali lalu bagas meraih dan mencium tanganku.
"Maafkan aku sayang aku sudah berjanji untuk tidak menemui mu lagi,aku merasa tak tega pada saat itu karena tampak keseriusan diwajahnya,ia begitu masih mencintaimu, berilah ia kesempatan untuk yang kedua,kembalilah pada suamimu"
"Maksudmu apa setelah apa yang barusan dirimu lakukan kini seenaknya menyuruhku untuk menerimanya kembali,kau anggap hatiku sebuah mainan?" sarkas ku tangisan ku kembali pecah Bagas kembali meraih tanganku namun aku berhasil menepisnya.
"Aku bukan hanya sekedar sayang tapi aku juga mencintaimu" ujar Bagas dan menatap kearahku.
"Lantas kenapa dirimu meminta ku untuk kembali kepadanya setelah apa yang telah kita lalui bertahun lamanya" ujarku yang ragu akan ucapannya barusan.
"Sebagai sesama lelaki ada sesuatu yang tidak mungkin ku ceritakan padamu sayang" ujar Bagas menarik nafas dalam.
"Bullshit" ucapku emosi.
"Terserah padamu,untuk sementara kita tidak bisa untuk sering - sering bertemu,dan aku harap kita masih tetap berkomunikasi seperti biasa ketika kita saling rindu kita masih bisa saling menyapa melalui telepon" ujar Bagas dengan wajah tampak emosi terkesan marah dengan kata - kataku barusan.
Setelah itu selama hampir kurang 1 jam tidak ada pembicaraan diantara kami hingga sampai kembali ke area cafe Bagas menempelkan kedua belah tangannya ke pipiku mata kami saling beradu aku melepaskan tangan Bagas lalu segera turun dari mobilnya tampa kembali menoleh kearahnya aku segera berlalu dari hadapannya ku pacu motorku dalam kecepatan tinggi,bulir air mata kembali menetes di pipiku.
__ADS_1
Malam ini sama seperti malam-malam kemarin, di sudut kamar ini aku dirantai rasa rindu dan digelangi kekecewaan yang begitu dalam, indah nya kenangan yang pernah kulalui bersama Bagas membuat aku benar-benar terpuruk, cinta kini menghancurkan ku.
Di lembah sunyi yang tak berpenghuni aku cumbui rindu yang tak bertepi namun rindu tak kunjung berakar seperti diriku yang tidak bisa menyentuh bayangannya kembali.
Aku tidak sanggup berada dalam situasi seperti ini lebih lama lagi,tidak ada kepastian dari Bagas tentang hubungan kami yang sudah terjalin cukup lama, aku menjadi sosok yang sangat berbeda aku mulai membenci diriku sendiri aku benci semuanya dan bahkan aku mulai menyalahkan takdir, takdir yang telah mempertemukan kami kembali dan akhirnya takdir pula yang kembali memisahkan kami.
Aku lelah hingga aku berpikir untuk mengakhiri hidupku namun rencana ku tertunda, putri sulung ku mulai curiga dengan sikap dan tingkah lakuku dan untuk malam ini putri sulung ku memilih tidur bersama ku dengan berbagai alasan aku sengaja membiarkannya agar putriku tidak semakin curiga.
Aku terbangun ketika mendengar sayup-sayup lantunan ayat-ayat suci yang terdengar dari ruang tengah, aku beranjak bangkit dari tempat tidur aku tertegun melihat putriku dari balik pintu kamarku tidak ada setetes air mata pun jatuh dipipiku aku marah melihat semuanya.
Kubentangkan sajadah panjang yang telah lama tidak pernah ku sentuh aku protes pada sang pencipta aku mulai beradu argumen dengan- Nya aku meluapkan semua kekesalan ku hingga subuh menyapa,aku tak pernah puas terus mengobrol kepada-Nya keadaan ini terus berlanjut namun hatiku tetap dirundung kegelisahan,aku mulai menemui sang pencipta melalui zikir malamku dan tahajud didalam sujud terakhirku aku mencari jawaban dari-Nya atas apa yang telah aku lalui.
Perlahan ku kemas air mata dalam bingkai keikhlasan dan menerima semua takdir dari yang maha kuasa aku bangkit dan berdiri tegak dari hantaman badai yang menerpa dan meluluh lantahkan kehidupanku.
Berangsur aku mulai melepaskan dengan ikhlas,aku tak pernah menyalahkan cinta, semua merupakan kesalahanku sendiri yang menempatkan cintaku dengan salah.
__ADS_1
Aku mulai menata hidupku dan kini semua terasa begitu indah aku menemukan ketenangan dalam hidupku kendati rasa cintaku tak pernah pudar buat Bagas hingga sampai saat ini, aku mencoba menepi dari kehidupan rumah tangga Bagas dengan tidak melakukan kontak dengan cara apapun juga.
Di subuh yang indah masih suasana sama dihari yang berbeda, aku terbangun dari tidurku manakala kudengar dendang paling murni yang menjernihkan pendengaran saling bersahut- sahutan, apalagi kalau bukan lantunan kalimat sang pencipta melalui cerobong - cerobong besar yang meneduhkan, aku segera beranjak dari tempat tidur untuk segera mengambil air wudhu aku bersimpuh dihadapan-Nya yang telah memberiku kedamaian yang hakiki rasa yang tak pernah berdusta.
Masih dalam sisa renungan subuh yang indah kupandangi langit,tampak bulan yang masih mengintip seolah tersenyum padaku.
Sejuk bak besuta indah bak sutra, angin subuh menerpa kulitku bak surai si multatuli,kicauan burung terdengar begitu merdu " nikmat mana yang sedang ku dusta kan" aku berbisik lirih.
Kini aku telah damai dalam kesendirianku hatiku sudah tenang apa yang terjadi kemarin merupakan pelajaran yang sangat berharga bagiku rencana tuhan sungguh indah,ternyata ini cara tuhan memintaku untuk kembali,hanya cinta-Nya lah yang tak berkhianat, terimakasih tuhan dan maafkan aku yang telah mengabaikan mu.
Kupeluk kedua putriku yang sedang tertidur pulas tampa kusadari butiran bening membasahi pipiku untuk kali pertama aku menangis karena bahagia, tuhan masih memberikanku kesempatan untuk melihat senyum yang terukir indah dari bibir kedua putriku.
Hari demi hari telah berlalu sejak saat itu aku mulai mendekatkan diri kepada sang pencipta, terimakasih tuhan cintamu yang pada akhirnya membawa pulang ke pangkal jalan.
\#Terima kasih author ucapkan kepada raiders yang selalu setia memberikan support selama ini yang tdk bs author sebutkan satu persatu.
dan mhn dukungan yang sama diceritaku yang berbeda " dendam kekasih \#๐๐๐
karya sudah tamat,yuk lihat karya
karya yang lain~
__ADS_1