CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.55


__ADS_3

"Hai Lin" lama sekali kita nggak bertemu" sapa teman lamaku Rista


"Hai kalian disini juga" ujar ku dan berdiri dari dudukku.


Kamipun saling berpelukan, aku tak menyangka bakal ketemu sahabat lamaku


Riska dan yang lainnya akhirnya gabung di mejaku sedangkan pak Freddy sama sekali tidak keberatan,tak ada yang berubah dengan mereka hanya Amel yang terkesan tampak beda entah mengapa aku jadi mengingat kejadian beberapa tahun lalu,sejak ia mengetahui kedekatanku dengan Reza,Amel berubah denganku.


"Lin ternyata kamu nggak selugu yang kami kira ya, siapa lagi ne cowok kenalin dong" ujar Amel tersenyum sinis.


"Oiya hampir lupa,ini pak Freddy dulunya beliau ini bos ditempat ku bekerja dulu" jelas ku memperkenalkan pak Freddy pada mereka dan mereka saling memperkenalkan diri masing - masing.


Dan kami saling ngobrol melepas rindu, bercerita tentang kisah dulu,aku sudah berteman cukup dekat dengan mereka sejak dibangku SMA,sejak tamat sekolah,teman - temanku itu melanjutkan kuliah sementara aku memilih bekerja karena faktor ekonomi namun kami masih sering kontak dan tak jarang kami sering nongkrong bareng disebuah cafe tempat favorit kami.


Mereka adalah anak - anak dari keluarga sangat kaya dikota ini siapa yang tak mengenal orang tua mereka,tapi mereka tetap mau bersahabat dengan ku,namun karena kesibukanku sejak menikah aku tidak pernah lagi ada waktu untuk sekedar jalan bareng dengan mereka.


"Lin kapan - kapan kita nongkrong bareng yuk kayak dulu lagi kami kangen denganmu Lin secara yang paling bisa membuat kita - kita tertawa itu kamu Lin" ujar Riska


"Lina itu punya kesibukan dengan teman - teman lelakinya yang lebih mengasyikkan ngapain juga Lina ingat kita - kita ya kan Lin?"


ucap Amel kembali.


"Ngomong apaan sih lu Mel" ujar Riska yang duduk bersebelahan dengan Amel.


"Kalian apa tidak tahu Lina banyak lho stock cowok ganteng,tanya Lina kalau kalian tidak percaya"


"Oiya Lin cowokmu yang dulu itu kemana?" setelah Reza mengetahui perselingkuhan kalian apa cowok itu segera meninggalkan mu?" ujar Amel lagi - lagi menjatuhkan imej ku.


Suasana seketika hening,hanya saling pandang diantara mereka terutama pak Freddy ia menatapku seolah meminta jawaban dariku atas perkataan yang dilontarkan Amel,tiba - tiba suara ponselku berdering dan ternyata Bagas meneleponku disaat waktu yang tidak tepat, aku menjadi serba salah hingga akhirnya aku memilih me reject panggilan dari Bagas namun Bagas kembali meneleponku.


"Angkat dong Lin kamu kok panik begitu" ujar Amel memecah kebisuan yang terjadi diantara kami.


"Hmmm.....sebentar ya" ucapku dan segera menjauh dari mereka.


"Halo yank kamu lagi ngapain,kok lama angkat teleponku"


"Aku masih dirumah sakit yank,jagain ibu" kamu tumben bisa telepon malam - malam,emang istrimu keman" ucapku mengalihkan topik


"Aku kepikiran kamu yank,aku keluar ne sebentar hanya untuk telepon dirimu, o iya gimana kabar ibu sekarang?"


"Alhamdulilah udah berangsur membaik"

__ADS_1


"Syukurlah,aku ikut senang dengarnya"


"Yank udah dulu ya, aku nggak bisa ninggalin ibu lama - lama"


"Oke tapi kamu harus istirahat juga ya"


"Iya yank bye"


Aku segera mengakhiri pembicaraan dan kembali kemeja dan bergabung bersama mereka,tak lama setelah itu teman - temanmu izin untuk pulang tinggal aku bersama dengan Pak Freddy"


"Gimana Pak kayaknya malam mulai larut kita sebaiknya pulang juga dan terimakasih untuk makan malamnya"


"Bentar lagi dong mbak Lina saya masih betah ngobrol dengan mbak Lina, suami mbak Lina ya telepon barusan?"


"I...iya Pak"


"Tampaknya mbak Lina gugup lho,mbak Lina tenang saja saya orangnya nggak gampang percaya dengan omongan orang kok" ujar Pak Freddy sambil tersenyum genit.


"Maaf Pak tapi kayaknya memang saya harus segera pulang Pak"


"Baiklah kalau begitu mbak"


"Apa mbak Lina nggak mau jalan - jalan dulu sebelum pulang?" kemana gitu"


"Saya ingin segera langsung pulang Pak"


"Oh baiklah mbak Lina sampai nanti"


Aku segera menyalakan motorku bergegas pergi meninggalkan areal parkiran dengan perasaan kurang enak suasana tadi membuatku tidak nyaman,aku kepikiran tentang ucapan Amel tadi, dalam hatiku mulai bertanya mengapa Amel bisa mengetahui semua cerita itu dan mengapa Amel begitu membenciku,apakah benar antara Amel dan Reza mempunyai hubungan spesial?


Kurang lebih setengah jam akhirnya aku telah sampai dirumah, anak - anak telah pun tertidur lelap aku melangkah masuk kedalam kamar mengganti pakaian dan segera beristirahat.


Dua hari kemudian........


Sudah hampir Satu minggu lebih ibu dirawat dirumah sakit dan aku sangat bersyukur keadaan ibu sudah benar - benar pulih,hari ini ibu sudah diperbolehkan pulang aku menjemput ibu dirumah sakit dan disaat aku sedang membawa ibu ponselku dari dalam tas pun berdering,aku meminta pada mbak Eva untuk mengantikan ku mendorong kursi roda ibu,mbak Eva mengambil alih dan membawa ibu menuju sebuah mobil yang telah ku pesan, aku segera menerima panggilan telepon tersebut.


"Halo yank"


"Iya halo kamu lagi dimana sekarang?"


"Aku dirumah sakit yank menjemput ibu kebetulan beliau sudah diperbolehkan pulang hari ini"

__ADS_1


"Beneran kamu dirumah sakit sekarang?"


"Iya yank ngapain juga aku bohong"


"Syukurlah dan aku ikut senang ibu sudah sembuh,aku ingin membesuk ibu tapi gimana ya caranya"


"Sebaiknya jangan dulu yank,kamu bantu doa ja untuk sementara ini"


"Hmmm baiklah kalau begitu kamu nggak kangen sama aku?"


"Kangen dong kangen banget malah"


"Yaudah kalau kangen cepetan kemari ditempat biasa"


"Serius yank" ucapku sedikit berteriak senang


"Kenapa kamu nggak suka ya kok kaget segitunya"


"Suka yank tapi kenapa sih kamu beda gitu ngomongnya ke aku yank"


"Hmmm yaudah kemari ja kutunggu"


"Oke yank muachhh"


Setibanya ibu dirumah beliau pun langsung istirahat aku pamit pada mbak Eva.


"Aku pulang dulu ya,ibu lagi tidur tu dikamar"


"Kamu kok buru - buru sih Lin?" lagian masih pukul 9 pagi kan belum waktunya kamu jemput anak - anak dari sekolah"


"Aku lagi ada urusan dikit mbak"


"Kamu mau menemuinya kan Lin?"


"Menemui siapa sih mbak, aku mau mengantarkan baju setrikaan mbak,yang punya minta diantar"


"Lin kamu nggak usah bohong dengan mbak,kamu juga berhak untuk bahagia dan sekarang temui dia kejarlah cinta sejati mu itu dek"


Aku haru mendengar ucapan mbak Eva ia selalu mengerti dan mendukung ku,diantara saudaraku yang lain memang aku lebih dekat dengan Kakak ku yang satu ini.


"Terimakasih mbak" ucapku dan kemudian kami saling berpelukan setelah pamit pada mbak Eva aku segera menuju suatu tempat dimana Bagas sudah menungguku.

__ADS_1


__ADS_2