CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.,78


__ADS_3

Didalam kamar aku lagi - lagi kepikiran, kalimat yang diucapkan Rita kembali muncul didalam benakku,rasa penasaranku semangkin besar setelah kedua putriku pergi bersama ayah mereka untuk makan siang diluar aku memutuskan untuk datang ke resepsi pernikahan adik Rita,jam sudah menunjukan pukul 12 tepat aku bergegas bersiap - siap untuk menghadiri acara tersebut.


Cuaca tidak begitu cerah awan bergelayut berat diatas sana sepertinya hujan akan segera turun sebentar lagi namun aku tetap meneruskan langkahku pergi ke acara tersebut dengan mengunakan sepeda motorku aku segara berangkat.


Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya aku sampai ditempat acara pesta berlangsung aku disambut oleh beberapa penyambut tamu dan mempersilakan aku untuk langsung menikmati hidangan yang telah disediakan tuan rumah, aku menoleh celingukan mencari sosok temanku Rita karena sedari tadi aku tak melihatnya.


Karena tidak kunjung melihat orang yang kucari aku segera mengambil makanan yang telah tersedia senyumku segera merekah setelah mataku tertuju pada sosok yang sedang kucari Rita tampak sedang berbincang - bincang dengan seseorang disudut gedung tempat acara berlangsung setelah mengambil makanan aku segera menghampiri Rita.


Aku melangkahkan kaki menuju kearah Rita yang sedang asik ngobrol dengan wajah sumringah,mendadak tiba - tiba saja perasaan ku merasa sesuatu yang lain ,saat mataku tertuju pada sosok pria yang tengah ngobrol dengan Rita sepertinya aku mengenali sosok tersebut,aku melangkah lebih dekat dengan tetap fokus pada sosok tersebut dan akhirnya.


Bruk............


Tampa sengaja aku menabrak salah satu tamu undangan yang juga hadir di acara tersebut.


"Ma...maaf mas" ujarku gugup beberapa tamu undangan yang sedang duduk dekat dengan kejadian tersebut menatap kearah kami.


"Tidak mengapa mbak" ujar tamu tersebut dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Lina?" sapa Rita panik seolah melihat hantu sama paniknya dengan sosok yang berada disebelah Rita,dengan kekuatan yang aku sendiri tidak tahu datangnya dari mana aku melangkah mendekati mereka,sakit hati pasti panas ia,ingin menangis dan marah semua bercampur aduk kurasakan saat ini bahkan aku ingin sekali menyiramkan minuman dan makanan yang berada di tanganku saat ini kepada wajah sosok tampan yang telah membuat aku tergila - gila dan akhirnya meluluh lantahkan perasaanku saat ini.


Namun semua itu hanya niat di hati kecilku pada kenyataannya sama sekali tidak kulakukan.


"Hai Rita,hai Bagas kalian kenapa kok malah bengong menatapku sih" ucapku menahan semua emosi dalam dada.


"Eh....i...iya kamu katanya lagi sakit Lin,mangkanya aku tak menyangka dirimu bakal datang say" ujar Rita menutupi rasa gugupnya,Bagas terlihat masih sangat syok karena mungkin saja ia tak menyangka bakal bertemu denganku,dengan kejadian saat ini aku baru menyadari makna dari kalimat yang diucapkan oleh Rita pagi tadi saat meneleponku artinya Rita sudah mengetahui hubunganku dengan Bagas selama ini dan tentu saja Bagas yang memberitahukan pada Rita atas dasar apa Bagas memberitahu pada Rita itu yang aku sendiri tidak tahu.


"Halo Bagas" lama sekali kita tidak bertemu ya dan ternyata dirimu masih tetap seperti dulu" ujarku memulai obrolan.


"Jadi beneran say,kalian sama sekali tidak pernah bertemu setelah lulus sekolah ?" ucap Rita antusias aku sendiri tidak tahu mengapa Rita ingin tahu soal itu.


"I...iya benar" jawab Bagas masih gugup


Suasana terasa begitu kaku mungkin saja karena kami sedang fokus pada perasaan masing - masing aku sudah tak sanggup berlama - lama berada dalam situasi ini,air mata yang sedari kutahan sebentar lagi bakal tumpah hatiku benar - benar hancur aku butuh seseorang aku segera mengeluarkan ponsel dari dalam tas dan segera mengirim pesan pada Fahri hitungan detik Fahri meneleponku.


"Ok mbak dimana kita ketemuannya"

__ADS_1


"Cafe" jawabku singkat aku tahu kendati tak menatapku tapi Bagas menguping obrolan ku dengan seseorang diseberang sana.


Bagas tampak tidak betah berlama - lama meneruskan sandiwara yang secara spontan kamu lakukan iapun segera berpamitan pada Rita dan diriku segera berlalu pergi.


Sesaat kemudian akupun pamit pada Rita setelah sedikit menyentuh makanan yang terlanjur kuambil.aku bergegas keluar dari gedung tempat acara berlangsung dan mempercepat langkah menuju parkiran air mataku akhirnya mengalir aku segera menghapusnya dengan tisu akupun buru - buru hendak menyalakan mesin motorku namun tiba - tiba saja pundakku terasa ada yang menyentuhnya,aku menoleh kebelakang dan.....


"Maaf saya sedang buru - buru jadi tolong jangan halangi jalan saya" ujarku dengan derai air mata yang sudah tidak dapat kubendung lagi,orang yang paling sangat aku rindukan yang setiap detik hari - hariku selalu ingat akan dirinya kini berdiri tepat di hadapanku namun dengan cara yang membuat hatiku hancur berkeping - keping.


"Aku akan jelaskan semuanya" ujar Bagas


Tiada kata yang sanggup aku ucapkan saat ini, aku sudah tidak tahan hatiku terasa begitu sakitnya hingga aku mendorong tubuh Bagas dengan sekuat tenagaku menjauh dari motorku, aku segera melajukan motorku menuju arah cafe dimana tempat aku berjanji untuk bertemu dengan Fahri, sepanjang jalan tak hentinya air mataku terus tumpah membasahi pipiku.


Sesampainya dicafe brother aku segera memarkirkan motorku sembarangan, tanpa memperdulikan kan orang-orang sekitar yang sedang menatapku dalam keadaan berlinangan air mata aku segera masuk kedalam cafe, suasana cafe masih sangat sepi aku dengan mudah dapat melihat Fahri yang telah menungguku Fahri segera berdiri begitu melihatku dalam keadaan sangat kacau aku segera berlari kearah Fahri menghambur kedalam pelukannya dan tangis ku pun meledak.


Tampa aku sadar ternyata Bagas sedang membuntuti ku bahkan Bagas melihat adegan aku yang sedang berada dalam pelukan Fahri,Bagas menghampiri dan dengan kasar menarikku dari pelukan Fahri,sedangkan Fahri mencoba menahan ku.


"Lepaskan dia brengsek" ujar Fahri dengan wajah emosi,Bagas yang tak kalah emosi membalas Fahri dengan kata - kata kasar hingga akhirnya mereka saling ribut akhirnya pihak keamanan cafe turun tangan dan menghentikan pertengkaran antara Bagas dan Fahri keadaan menjadi kondusif namun demikian permasalahan tidak selesai sampai disitu Bagas tetap bersikeras ingin agar aku ikut dengannya sementara aku benar - benar tidak menginginkannya Fahri tahu akan itu hingga ia membawaku keluar dari cafe sedangkan Bagas tidak tinggal diam,keributan kembali terjadi tak ingin memicu perhatian orang - orang sekitar akhirnya aku memilih ikut dengan Bagas.

__ADS_1


"Maaf Fahri mbak ikut dengannya dan terimakasih sudah perduli sama mbak" ujarku pada Fahri.


Fahri tidak sempat mengatakan sesuatu karena Bagas segera menarikku masuk kedalam mobilnya lalu buru - buru melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,tiada percakapan sama sekali saat didalam mobil kami melalui jalan setapak dan aku tahu kemana Bagas ingin membawaku .


__ADS_2