CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.


__ADS_3

" Lin " bisa kan kemari secepatnya,soalnya sebentar lagi Kakak mau keluar dek" ucap mbak Enisa yang ingin memesan perabotan rumah tangga padaku.


"Bisa - bisa mbak"


Aku buru - buru menyelesaikan pekerjaan rumah tangga segera bersiap - siap dan menuju ke rumah mbak Enisa, aku menambah laju kecepatan motorku.


Namun setibanya aku disana rumah mbak Enisa dalam keadaan sepi tidak ada tanda - ada orang didalam rumah,aku berniat ingin menelepon Mbak Enisa,kuraih ponselku dari dalam tas namun aku tak menemukan ponselku,aku beralih mengecek saku celanaku namun aku tak juga menemukannya.


Tidak ada yang bisa kulakukan melainkan harus kembali pulang kerumah.


"Mungkinkah ponselku ketinggalan dirumah?" bathinku,sesat aku berhasil mengingatnya benar aku melupakan ponselku diatas meja makan akupun segera menuju motorku yang terparkir dihalaman rumah mbak Enisa, tiba - tiba seseorang menghampiriku dan ternyata tetangga mbak Enisa,ia menyodorkan beberapa berkas photo copy kepadaku,karena buru - buru mbak Enisa tidak bisa menungguku dan menitipkan berkas syarat - syarat pengajuan kredit tersebut jelas tetangga mbak Enisa padaku.


Setelah mengucapkan terimakasih aku berpamitan kepada orang tersebut dan segera menuju kantor.


Setelah segala urusan dikantor selesai aku segera pulang kerumah,aku bergegas membuka pintu rumah dan langsung menuju meja makan ternyata ponselku memang tertinggal dirumah,begitu banyak pesan whatsapp yang masuk,ternyata mbak Enisa telah beberapa kali mengirimkan pesan padaku aku segera membalas pesan tersebut.


Setelah selesai membalas chat dari mbak Anis,aku segera menutup ponselku karena anak ku mengatakan sekolah telah usai,tapi secara tak sengaja aku melihat panggilan dari nomor yang tidak terdaftar dalam kontak ku.


Jantungku tiba - tiba berdebar cukup hebat terbersit satu nama dihati ......."mungkinkah" akupun dengan asal mengetik nama tersebut dan segera ku save setelah itu dengan terburu - buru segera menuju sekolah kedua puriku karena jam telah menunjukkan pukul 12 siang,kurang lebih 30 menit akhirnya aku tiba disekolah putri bungsuku senyumnya merekah begitu melihatku.


"Kok lama bun?" bunda pasti sibuk ya" ucap putriku


Aku mengangguk dan tersenyum sembari mengelus pucuk kepalanya, setelah menjemput si adik akupun menuju sekolah putri sulungku yang jaraknya tidak begitu jauh.


Ini lah aku berbagai kegiatan kulakukan dari mulai mengurus urusan rumah tangga,mendidik anak - anak,antar jemput sekolah juga bekerja,tak jarang aku mengorbankan waktu istirahat dan terkadang kondisi lelah sering kerap muncul menyerangku namun aku tak pernah mengeluh menjalankan rutinitas ini.


Semua kulakukan demi masa depan yang terbaik untuk anak - anakku tidak berlebihan jika pepatah mengatakan kasih sayang ibu sepanjang masa.

__ADS_1


Aku jadi ingat akan kata - kata ibu ku dulu bahwa dalam hidup harus menerapkan prinsip kerja keras dan dilandasi dengan semangat.


Aku bukanlah terlahir dari keluarga kaya namun bukan juga dari golongan yang miskin,hidup kami sederhana,ibu yang selalu mengajarkan kami hidup mandiri dan bekerja keras kendati begitu ibu tidak pernah menuntut kami anak - anaknya menjadi seperti yang ia inginkan selagi itu baik ibu akan senantiasa memberikan dukungannya dan doa.


Ibu ku bukanlah orang yang ber pendidikan tinggi ia hanya lulusan Sekolah Dasar namun darinya lah aku belajar arti sebuah semangat dalam hidup.


Sepulangnya dari menjemput kedua putriku akupun merebahkan tubuhku diatas sofa ruang tamu,aku menghembuskan nafas pelan - pelan.


Kupandangi layar ponselku yang saat ini berada di tanganku entah mengapa perasaanku resah menunggu nomor yang tidak kukenal tadi meneleponku,entah berapa lama aku menatap layar ponsel tersebut namun ponselku tak kunjung berbunyi.


Aku mencoba mengecek melalui Whatsapp,baru 3 menit yang lalu nomor tersebut tampak online,ingin aku mencoba untuk menyapa tapi aku tak cukup berani melakukannya.


Terjadi perdebatan dalam hatiku antara menyapa atau menunggu si pemilik nomor kembali meneleponku,aku tersentak kaget dengan kehadiran putriku yang muncul secara tiba - tiba.


"Bunda lagi nungguin telepon siapa sih bun?"


"Nggak ada sayang,kalian udah pada makan?" tanyaku mengalihkan topik pembicaraan.


"Ayo kita makan yuk" ujar ku sembari merangkul pundak putriku menuju ruang makan.


"Bun" kasihan lho teman Kakak" ujar sisulung saat makan siang sedang berlangsung.


"Emang ada apa dengan teman Kakak nak?"


"Mama sama papa nya bercerai,teman Kakak sedih bunda" kasihan kan bun?"


Aku hampir tersedak mendengar ucapan putriku entah mengapa tiba - tiba nafsu makanku menjadi hilang begitu saja, kuteguk segelas air putih lalu bangkit hendak meninggalkan meja makan.

__ADS_1


"Lho bunda kok udahan makannya?"


"Bunda udah kenyang nak,kalian segera selesaikan makannya ya lalu istirahatlah,Bunda ingin melanjutkan pekerjaan Bunda" ucapku dan berlalu pergi


Aku melangkah keruangan loundry,ucapan putriku masih terngiang di telingaku, aku mulai memikirkannya bagaimana jika anak - anakku mengetahui semua kebenaran tentang hubungan aku dan Reza ayah mereka yang tidak harmonis? dan jika terjadi perpisahan antara kami apakah anak - anakku bakal kuat,aku semangkin kacau memikirkannya.


"Bun............bun.........Bunda" gema suara putriku yang sedang memanggilku kembali terdengar.


"Bunda disini rupanya"


"Ada apa sayang?" kenapa Kakak tidak segera beristirahat nak"


"Sini bun biar Kakak bantu bunda menyelesaikan setrikaannya" jawab putriku sembari mengambil keranjang baju milik Pelanggan yang terletak diatas meja dan segera mulai mengerjakannya.


Kutatap wajah putriku yang tengah sibuk menyetrika membantuku untuk menyelesaikan pekerjaan ku " maafkan Bunda sayang" bisikku didalam hati.


Matahari pun tertidur saat senja menampakan diri dengan rona indah memancarkan senyumnya yang indah......ya senja memang selalu berhasil membuat orang - orang terpesona akan keindahannya.


Sedangkan aku mulai berharap untuk menjangkau dan memiliki sesuatu tentang sebuah cinta yang indah,seindah datangnya senja.


Sayang senja hanya singgah sebentar lalu pergi tampa ada seseorang yang mampu untuk menghentikannya digantikan malam sepi mematahkan jiwa - jiwa yang sunyi.


Aku yang diselimuti kesepian meringkuk menahan dinginnya malam yang hanya ditemani rintik hujan yang jatuh silih berganti menambah sempurnanya malam sepi ku.


Mataku terpejam sementara pikiranku berkelana menjelajah entah kemana "Bagas" tiba - tiba bayangannya menari - nari di pikiranku seolah sedang tersenyum menyapaku membuatku tak bisa tidur,lalu akupun bangun membuka mata menatap langit - langit kamarku,aku resah menunggu dan berharap malam ini menjadi malam yang hangat,mataku tiba - tiba tertuju pada ponselku yang berada diatas nakas,kuraih ponselku lalu segera membukanya berharap sipenelepon misterius itu mengirim pesan buat ku.


Namun harapanku sia - sia,sipenelepon misterius sama sekali tidak meninggalkan jejak.

__ADS_1


Aku kembali merebahkan tubuhku diatas tempat tidur dengan ponsel yang masih berada ditangan.


"Mungkinkah nomor itu milikmu Bagas" ucapku lirih dinginnya malam yang kian mencekam membuatku semangkin larut terbawa perasaan sampai akhirnya aku terlelap tidur.


__ADS_2