
Saat aku terbangun Reza sedang berdiri didekat jendela kamar tidur menghadap keluar, Reza sudah berpakaian rapi aku menggeliat sambil mengucek kedua belah mata
Reza menoleh ku dan menghampiriku.
"Kamu sudah bangun sayang mandilah aku akan membeli sarapan lalu kita sarapan bersama" ucap Reza aku melingkarkan tanganku dileher Reza,Reza lalu mencium keningku dengan tersenyum.
Setelah Reza pergi membeli sarapan aku segera mandi aku bernyanyi kecil sambil tersenyum - senyum "apakah ini yang dikatakan jatuh cinta setelah menikah?" bathinku
Setelah selesai mandi akupun segera berganti pakaian lalu keruang tamu untuk menunggu Reza tak berapa lama Rezapun pulang.
Reza memandangiku dengan wajah tampak sedih lalu memelukku aku merasa heran dengan perubahan Reza.
"Kenapa Re......?"
"Kamu yang tabah ya" jawab Reza aku semangkin bingung dengan ucapan Reza.
"Ada apa sih Re" jangan buat aku bingung aku beneran tidak mengerti maksudnya Re$
"Murni sayang.......Murni"
"Ada apa dengan Murni,Murni kenapa Re?" ucapku penuh tanya
"Murni meninggal Lin" Murni bunuh diri"
"Kamu jangan bercanda Re" nggak lucu tau,baru tadi malam Murni meneleponku mengatakan dia akan pindah untuk membuka cabang ditempat yang baru Re" ujarku menampik perkataan Reza.
Aku melepas pelukan Reza dan berlari kedalam kamar kuambil ponselku aku mendial nomor Murni dan segera meneleponnya namun tak kunjung ada jawaban, Reza mengambil ponsel dari tanganku dan kembali memelukku.
"Benar apa yang ku ucapkan sayang aku tidak sedang bercanda,aku mendapat kabar duka itu saat akan membeli sarapan tadi,sama seperti dirimu awalnya sungguh aku tak mempercayainya aku pun datang kerumah orang tua Murni ternyata kabar itu benar sayang" ujar Reza mencoba menjelaskan kepadaku
Aku menangis dalam pelukan Reza aku tidak menyangka tadi malam merupakan hari terakhir aku dan Murni saling bicara,apakah tadi malam Murni sudah merencanakan nya dan hari ini Murni pergi meninggalkan aku "ada apa denganmu Mur?" mengapa kamu berbuat demikian nekad" bathinku,semangkin pedih aku mengenang Murni
Aku segera berganti pakaian dan menuju kerumah duka bersama Reza.
Saat aku tiba para pelayat telah memenuhi kediaman orang tua Murni untuk mengucapkan belasungkawa,diruang tamu aku melihat sahabatku telah terbujur kaku ditutupi dengan selembar kain.
__ADS_1
Isak tangis mama Murni terdengar begitu menyayat hatiku, aku menghampirinya dan segara memeluknya,tangisan mama Murni kembali tumpah dalam pelukanku akupun tak kuasa membendung air mataku aku mencoba menguatkan mama Murni.
Kubuka kain yang menutupi wajah sahabat itu aku ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya ku pandang tubuh yang telah terbujur kaku itu kuusap wajahnya yang pucat dan kucium pipinya.
Aku menahan air mata yang akan tumpah aku berbisik dalam hati aku masih mengingat semua cerita tentang kita Mur kita selalu berjanji akan selalu bersama - sama dalam suka dan duka,tapi mengapa kamu ingkari Mur mengapa kamu memendamnya sendirian Mur,mengapa kamu tidak pernah membaginya denganku hingga berakhir seperti ini,sekujur tubuhku terasa lemas tak sanggup menopang badanku aku hampir tumbang Reza yang melihatku memapah tubuhku bangkit dan membawaku keluar.
Aku dan Reza ikut mengantarkan Murni ke peristirahatan terakhir terakhirnya,selamat jalan sahabatku semua canda tawamu akan senantiasa kuingat,aku akan selalu mendoakan mu semoga kau tenang disana.
Seminggu sudah kepergian Murni tapi aku masih belum mempercayainya aku melamun teringat semua kenangan bersama Murni,Murni selalu menghiburku saat aku bersedih dengan sikap cerianya mampu mencairkan suasana namun untuk menghibur dirinya ternyata Murni tak mampu tak terasa air mataku menetes "gue nggak menyangka Mur ternyata lu Rapuh") ucapku lirih.
Reza yang baru datang memelukku menyandarkan kepalaku dipundaknya
"Sayang jangan bersedih gitu kasihan baby kita"
"Re aku masih belum percaya Murni begitu cepat meninggalkan ku"
"Ikhlaskan sayang kasihan Murni,dia akan bersedih melihat mu seperti ini"
Aku hanya diam mendengarkan kata - kata Reza,sementara angan ku terbang melayang mengingat semua kenangan bersama Murni.
Aku bersahabat dengan Murni sejak dibangku sekolah menengah atas,Murni adalah sosok yang periang,penuh dengan tawa canda di samping itu Murni juga sangat pintar disekolah.
Kini semua hanya tinggal kenangan.
Reza cukup mengerti bahwa aku sedang bersedih karena baru kehilangan sahabatku,untuk itu Reza mengajakku berkunjung kerumah ibu,aku menyetujuinya karena sudah lama aku tak kerumah ibu dan aku sudah kangen pada ibu, Reza menyuruhku untuk segera bersiap - siap.
Saat diperjalanan menuju rumah ibu Reza mendapat telepon dari mamanya, Reza mengatakan padaku bahwa mamanya sedang sakit setelah mengantarkan ku kerumah ibu Reza langsung kerumah mamanya.
Ibu menyambutku dengan gembira rumah tampak sepi aku tidak melihat mbak Eva dan anak - anaknya
" Assalamualaikum bu,kok sepi bu dimana yang lainnya" tanyaku sambil menyalami ibu
"Waalaikumsalam,anak anak lagi ada kegiatan disekolah mereka Lin"sedangkan Andy sudah bekerja karena jauh Andy kost,mbakmu ada dikamar Lin,oiya Reza kok nggak masuk Lin?" ucap ibu kembali bertanya.
"Reza lagi sedang buru - buru ada urusan bu" jawabku.
__ADS_1
"Bagaimana kabar mertuamu Lin?"
"alhamdulilah baik bu" jawabku berbohong.
"Ibu sangat senang mendengarnya Lin"ibu sangat berterima kasih pada mereka yang telah mengurusmu saat kamu hamil Lin" tutur ibu.
Aku hanya diam saat ibu menyinggung tentang mertuaku itu aku juga tidak mengatakan bahwa aku kabur dari rumah mertuaku dan sekarang aku kembali tinggal dikontrakan.
"Ibu masak apa?" Lina sudah lama tidak makan masakan ibu" tanyaku sambil bergelayut manja dilengan ibu.
"Berhubung kamu disini ibu akan masak makanan spesial buat mu malam nanti"
Aku dan ibu melangkah menuju dapur aku menemani ibu menyiapkan menu makan malam di dapur sembari ngobrol tentang banyak hal.
Mbak Eva yang sedang berada kamar segera keluar dan memelukku dan menanyakan kabar kebenaran tentang meninggalnya Murni Pertanyaan mbak Eva membuat aku kembali mengingat Murni,wajar jika ibu dan keluargaku mengenal Murni karna Murni dulu sering main kerumahku bahkan menginap jika libur sekolah.
"Tidak menyangka ya Lin mbak ikut bersedih"
"Iya mbak sampai sekarang Lina juga sering ingat,sedih mbak serasa bagai mimpi"
"Bersedih boleh Lin tapi jangan sampai berlebihan apa lagi saat ini kamu sedang hamil bisa berpengaruh lho Lin"dengan bayi yang ada dikandungan mu"
"Benar yang dikatakan mbakmu Lin,sebaiknya kamu tidak usah larut doakan saja yang terbaik buat almarhumah" timpal ibu.
"Lin kamu sudah lama nggak kemari bagaimana kalau kamu menginap disini"
"Benar juga Lin ibu kangen lho tapi izin dengan Reza dulu kamu ya Lin"
Akupun mengangguk pada ibu dan Saat Reza berniat menjemput ku aku meminta pada Reza untuk menginap dirumah ibu Rezapun tidak keberatan.
Malam itu aku dan Reza menginap dirumah ibu,setelah ngobrol aku dan Reza beranjak kekamar untuk beristirahat.
"Sayang ingat nggak dikamar ini dulu saat kita baru menikah" ucap Reza mencoba mengingatkanku
"Aku sudah lupa Re"ucapku berpura - pura.
__ADS_1
"Yakin kamu lupa sayang kalau gitu biar aku ingatkan kembali" ucap Reza dengan tersenyum mengodaku.
Malam itu aku dan Reza mengulang saat - saat malam pengantin tapi saat ini aku tidak menolak Reza seperti dulu aku mengimbangi permainan Reza dengan imbang.