CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.19


__ADS_3

Usia putriku kini sudah Satu tahun tak terasa waktu berlalu begitu cepat,akupun mulai cemas memikirkan masa depan putriku,rasanya Reza sebagai suami tidak bisa untuk aku handal kan.


Reza selalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan urusan mamanya yang tidak pernah ada habis - habisnya,aku pernah beberapa kali mencoba untuk berbicara tentang masa depan dengannya namun tidak pernah ditanggapi Reza, Reza seolah menyerahkan semuanya padaku,jika aku mendesaknya hanyalah pertengkaran yang muncul aku mulai bosan dan akhirnya aku memilih untuk berusaha sendiri,sakit jika harus dipikirkan.


Untuk bekerja diluar rumah aku masih tidak tega harus meninggalkan anakku dengan orang lain,untuk itu aku memilih membuka usaha laundry dengan sedikit tabunganku yang masih tersisa.


Beberapa bulan aku menjalani usahaku aku mulai bisa menabung sedikit demi sedikit aku semangkin bersemangat aku punya mimpi ingin memiliki rumah sendiri.


aku jalani usahaku tampa mengenal lelah,kepahitan hidup berumah tangga tidak ada satu orangpun yang tahu aku tak pernah menceritakan dengan siapapun semua kutelan sendiri.


Terkadang sempat terlintas di pikiranku untuk mengakhiri rumah tanggaku bukan hanya soal materi aku menilai Reza terlalu kekanakan setiap sesuatu yang seharusnya diputuskan dengan suami istri malah Reza melibatkan mamanya dan pada akhirnya keputusan mamanya lah yang menjadi patokan baginya.


Kekisruhan rumah tanggaku semangkin menjadi saat Reza harus pindah kerja ke kota B.


Flashback.....


Hari ini aku sedang menyuapi Risma putri kecilku diteras rumah, Reza yang saat itu berada dirumah menghampiriku dan duduk dibangku yang berada diteras rumah.


"Lin aku akan pindah kerja kekota B, dan aku baru bisa pulang saat hari libur"


"Kapan rencananya Re?"


"Dalam Minggu ini, jaga anak kita baik- baik Lin dan jangan terlalu capek" aku akan pulang saat hari libur" ujar Reza lalu menggendong Risma putri kami.


Aku hanya bisa menyetujui dan mendukung keputusan Reza aku berdoa semoga semuanya akan menjadi lebih baik, akhir nya Rezapun berangkat kekota B setiap hari Libur Reza akan pulang kerumah,untuk mengusir sepi dan pikiran yang bukan - bukan pada suami, aku lebih menyibukkan diri pada pekerjaanku.


Seiring berjalannya waktu selain sering berbohong masalah keuangan Reza jadi sering cemburu, aku semangkin kewalahan menghadapi sikap Reza,segala sesuatu selalu memicu pertengkaran salah satu contohnya saat aku lambat mengangkat teleponnya Reza selalu menuduhku sedang berselingkuh.


Hari ini hari libur Reza pulang kerumah ,aku mengajak Reza untuk berbelanja kebutuhan pokok,disaat hendak berbelanja kami berpapasan dengan salah satu teman Reza namanya Rendra,Rendra sebenarnya sahabat Reza dari mereka masih remaja,itu aku tau karna Reza pernah bercerita padaku,dan juga Rendra pernah main kerumah saat sebelum Reza pindah kerja kekota B.


"Hei Re apa kabar?" gimana betah kerja disana" sapa Rendra mengawali pembicaraan.

__ADS_1


"Di bilang betah nggak juga sih,tapi mau gimana lagi namanya juga sudah tugas"


"Karena jauh dari istri ya" mangkanya nggak betah hehehe" goda Rendra sambil melirik ke arahku aku tersenyum menanggapi kata - kata Rendra.


"Hmmmm........kamu sendiri bagaimana Ndra?"


"Sama seperti dulu Re,malah sekarang aku sudah pisah dengan istriku"jawab Rendra tiba - tiba wajah Rendra berubah.


"Mainlah Ndra kerumah" undang Reza


"Takutnya malah ganggu kalau aku bertamu"


"Enggaklah Ndra,oke sampai ketemu nanti" ucap Reza menepuk pundak sahabatnya berpamitan.


Setelah berpamitan kami langsung segera berbelanja,dan Reza juga menyempatkan waktu dengan mengajakku makan siang diluar dan sekedar berjalan - jalan,aku merasa sangat senang.


Sore hari kami baru pulang kerumah, seperti biasa ibu mertuaku,Farhan bersama istri dan anak - anak sudah berada didepan rumah kami.


Aku menyuguhkan teh hangat dan cemilan pada mereka yang tengah asik mengobrol diruang tamu.


aku melihat Reza mengulurkan beberapa lembar uang pada Farhan tak lama kemudian adiknya itu berpamitan dan segera pergi akupun kembali ke dapur menyelesaikan pekerjaan ku.


Malam ini kami makan malam bersama diselingi dengan obrolan ringan saat makan malam berlangsung putri kecilku terbangun, Reza segera mencuci tangannya, melihat itu ibu mertuaku menegur Reza.


"Mau kemana Re" selesaikan makan mu, Lin apakah kamu tidak mendengar anakmu sedang menangis?" ujar ibu mertuaku.


Aku tidak menjawab teguran dari ibu mertuaku itu, aku segera bergegas menuju kekamar.


Saat selesai makan malam, Rendra bertamu kerumah kami,merekapun melanjutkan ngobrol diruang tamu beberapa saat ibu mertuaku bersama adik iparku berpamitan untuk pulang.


Setelah menidurkan putriku, akupun membuatkan segelas kopi hangat buat Reza dan sahabatnya itu setelah menyuguhkannya aku melanjutkan menyelesaikan pekerjaanku mencuci pakaian pelanggan yang baru diantar tadi,aku memang selalu mencuri - curi waktu untuk mengerjakan pekerjaanku tak perduli walau malam saat dimana putri kecilku sedang terlelap tidur.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pekerjaanku aku merebahkan tubuh disamping putriku untuk beristirahat rasa penat menyelusuri seluruh tubuhku.


Aku belum berani mengunakan pekerja karena aku baru saja merintis usaha dan juga pelangganku belum begitu ramai.


Jam menunjukkan pukul 23.00 Reza masih asik mengobrol diruang tamu bersama Rendra.


Aku membuka mataku dengan sangat berat saat Reza membangunkan ku dari tidurku.


"Ada apa Re aku ngantuk berat nih"


"Saat aku tidak dirumah Rendra pernah main kemari?" tanya Reza aku menggelengkan kepala dan kembali hendak tidur.


"Tapi mengapa Rendra tau kalau aku hanya akan pulang saat libur tanya Reza kembali"


"Kalau itu tanyakan saja pada temanmu itu Re" kenapa dia bisa tau" jawabku dan hendak kembali tidur.


"Kalian selingkuhkan!" tuduh Reza padaku


dan tiba - tiba Rezapun menarik tanganku dengan sangat kasar sontak aku terkejut Reza menarikku kekamar tamu disana Reza mulai mengajukan pertanyaan yang membingungkan padaku.


Aku yang malas meladeni pertanyaan Reza segera melangkah keluar kamar Reza menarikku kembali dan menghempaskan tubuhku keatas ranjang tidak cukup disitu perlakuan kasar Reza,dengan ucapan kotornya Reza menggauliku dengan tidak wajar aku meronta dan menangis atas perlakuan Reza namun tidak sedikitpun Reza bersimpati padaku.


Setelah selesai bersenggama Reza tertidur pulas aku bangkit dengan menahan rasa sakit akan perlakuan Reza,aku kembali kekamar kami ketika mendengar putriku sedang menangis.


Pagi ini saat menyantap sarapan paginya Reza kembali mengungkit cerita tadi malam dan Reza menceritakan keburukan sikap dan kelakuan Rendra padaku,aku hanya diam mendengarkan Reza sedang mengumpat Rendra karena bagiku tidak ada urusanku kalau benar Rendra itu seperti yang diceritakan Reza padaku toh Rendra bukanlah abang kandungku bukan juga saudaraku dan bukan siapa - siapa bagiku.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga aku buru - buru menyelesaikan pekerjaan dengan merapikan baju - baju yang akan diambil hari ini oleh pemiliknya,sedangkan Reza membawa putri kami kerumah mamanya.


Bersambung.....


hey......jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya

__ADS_1


di kolom komentar dan mohon maaf jika masih ada kata - kata yang berantakan


__ADS_2