
Aku lalu terbangun saat mendengar suara gemercik air dari kamar mandi menandakan sedang ada seseorang didalam kamar mandi.
Aku membuka mata lebar kulihat jam dinding masih menunjukkan pukul 4 subuh.
Tiba - tiba muncul Reza dari balik pintu kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.
Reza berjalan mendekati lemari yang berada disebelah tempat tidur dan menoleh kepadaku.
"Sudah bangun?" ~ Reza
"Kamu kapan sampainya"
"Pukul 3 tadi " ujar Reza yang sudah mengenakan pakaian rapi.
Aku hanya diam menatap nanar kepergian Reza,ia memang selalu begitu tidak pernah mau memberitahuku apa yang sedang ia lakukan diluar sana.
Dulu aku selalu menanyakan pada Reza namun Reza tidak pernah mau menjelaskan padaku tentang urusannya itu dan kini aku enggan untuk menanyakan nya.
Aku melanjutkan tidurku,dan membiarkan semua berjalan sebagai mana mestinya,pukul 5 pagi aku kembali terbangun aku harus bangun lebih awal pagi ini banyak pekerjaan yang segera harus ku selesaikan.
Dengan menahan kantuk yang masih menggelayut ku paksakan untuk bangkit dari tempat tidur ku dan segera melangkah meraih segelas air putih,aku meneguknya rasa kantukku mulai sedikit menghilang.
Kubuka jendela kamarku udara pagi yang segar masuk menyapaku dan membawa pergi sisa kantukku yang masih ada........."Bagas" sedang apa dia" ucapku lirih aku kembali kepikiran Bagas,baru saja semalam aku bertemu dengannya kini aku sudah merindukannya.
Aku masih berdiri di jendela kamar ku saat sebuah notifikasi pesan masuk diponselku...."Bagas" ucapku sedikit keras,aku begitu yakin itu pasti pesan dari Bagas segera kuraih ponselku dan membuka pesan itu dan ternyata benar itu pesan dari Bagas.
"Yank kamu udah bangun"~ Bagas
"Iya yank kok kamu cepat bangunnya?" tanyaku menyelidik.
"Iya aku nggak bisa tidur aku kangen kamu yank"
"Gombal kamu jika beneran kangen segera kembali dong"
"Nggak bisa yank nanti mbak mu bakal akan curiga"
"Hmmm"
__ADS_1
"Yank udah dulu ya takut mbak mu keburu bangun,aku akan segera kembali muachhh"
Bagaspun segera offline tampa sempat aku membalas pesan darinya.
Aku tersenyum bahagia dan segera menghapus semua pesan dari Bagas,aku takut jika Reza sampai membaca pesan tersebut.
Rasa kantukku kini benar - benar hilang serasa timbul semangat dalam hidupku kehadiran Bagas dalam hidupku membuat hidupku lebih berwarna.
Dengan masih senyum - senyum aku segera masuk kedalam kamar mandi untuk segera mandi,tubuhku kini terasa begitu segar terkena guyuran air shower setelah selesai mandi dan berpakaian aku kembali ketempat tidur untuk merapikan tempat tidur.
Aku mulai mendengar suara anak - anakku dari dalam kamar mereka memang sudah terbiasa bangun pagi setelah selesai merapikan tempat tidur aku langsung keluar kamar melangkahkan kaki menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
Hari ini anak - anak masih libur membuat tugasku agak sedikit ringan.
"Bun mana Ayah?" ~ putri sulungku
"Barusan keluar ada urusan penting,apakah Kakak yang membuka pintu buat ayah?"
"Iya bun,kakak terbangun saat ayah menelepon Kakak"
"Ayah banyak sibuknya sekarang ya bun,pulang cuma sebentar habis itu pergi"
"Paling juga kerumah nenek" ujar putri bungsuku
"Sudah - sudah ayo segera kita sarapan doakan aja agar ayah secepatnya menyelesaikan pekerjaannya" ujarku
Aku tidak sempat untuk makan siang dirumah hari ini karena aku harus buru - buru untuk menjumpai salah satu calon nasabah ku,selesai menjumpai calon nasabah ku mendadak aku merasakan ulu hatiku terasa perih sedangkan aku tidak mungkin untuk segera pulang kerumah kerena masih banyak pekerjaan yang belum selesai untuk itu aku memutuskan untuk mampir disebuah warung makan milik seorang kenalanku.
"Hai.......Lin apa kabar lama nggak pernah mampir kemari,kemana aja"
"Aku banyak menghabiskan waktu dirumah kak ngurusi pekerjaan rumah tangga sambil menjalankan usaha kecil - kecilan.
"Oiya usaha apa Lin?" tanya kak endah sambil menghidangkan pesananku diatas meja.
"Loundry kak sekalian aku sekarang menjadi salesman perabotan rumah tangga"
"Jadi kamu berhenti dari pekerjaanmu yang dulu Lin padahal gaji mu besarkan dan pekerjaannya juga santai"
__ADS_1
"Iya sih kak cuma harus stand by dikantor,kasihan anak - anak.
"Bagaimana kabar Reza Lin,iapun sudah tidak pernah kemari sejak kejadian itu" ujar kak Endah tiba - tiba.
Mendengar kata - kata kak Endah hatiku jadi bertanya - tanya ucapan kak Endah membuatku penasaran akupun mencoba mencari tahu.
"Reza sekarang kerja diluar kota kak,soal kejadian itu aku mohon kakak lupakan saja"
"Iya Lin......Kakak benar - benar minta maaf dan setelah Kakak tau Kakak segera memecat perempuan itu,
"Sudah lama aku memaafkan kakak dan aku sudah melupakan,tapi ngomong - ngomong bagaimana akhirnya Kakak mengetahuinya? tanyaku tambah penasaran
Dan akhirnya kak Endah menceritakan semua kejadian mulai dari awal,ternyata 4 tahun lalu Reza menjalin hubungan dengan pelayan kak Endah yang bernama Asih,Asih adalah seorang janda mempunyai 1 orang putra ternyata benar seperti dugaanku selama ini selain membantu keuangan mama dan adik nya sebagian uang Reza untuk bersenang - senang dengan beberapa wanita termasuk Asih.
Dan yang lebih parah ibu mertuaku dan Farhan juga istrinya Hana mengetahui perselingkuhan Reza namun tak seorang pun yang mencoba untuk menasehati Reza cerita inipun secara gamblang diceritakan kak Endah kepadaku kak Endah juga sangat menyayangkan sikap dari ibu mertua ku dan iparku itu.
"Bang***" dirimu Re aku harus mati - matian banting tulang dan menanggung beban rumah tangga kamu malah asik sendiri diluar,aku akan balas semuanya Re setiap apa yang telah kamu lakukan padaku,ujarku bersumpah.
Setelah menyelesaikan santap siang di warung kak Endah aku segera berpamitan.
Darahku membuncah naik ke kepala,bukan karna sakit hati telah diselingkuhi oleh Reza tapi sakit hatiku karena selama ini aku diperalat oleh Reza dan mamanya bahkan kini aku merasa menyesal pernah membantu keuangan mereka dulu,,aku menambah laju kecepatan motorku dengan menahan sejuta kekecewaan.
Hari Pun sudah gelap saat aku tiba dirumah mobil Reza sudah tampak terparkir dihalaman rumah setelah memasukkan motorku kedalam garasi aku langsung melangkah masuk kedalam rumah.
Rumah tampak sepi kubuka kenop pintu kamar putriku tampak sedang melaksanakan sholat magrib akupun kembali menutup pintu tersebut dan melangkah menuju kamarku.
Tampak Reza sedang tertidur pulas benar - benar tak punya tanggung jawab disaat aku banting tulang mencari nafkah dan anak - anak sedang menjalankan ibadah sebagai kepala rumah tangga Reza malah tertidur pulas saat magrib,
'Benar - benar "*"****" kamu"bisikku dalam hati.
Aku segera Meraih handuk dan masuk kedalam kamar mandi,aku berendam lama didalam Bathtub untuk membuat rileks tubuhku tampa sadar sesaat aku tertidur didalam kamar mandi.
Bersambung.
Harap maklum jika penulisan kata - katanya masih kurang tepat.
yang mempunyai saran - saran harap tinggal kan jejak kalian🙏
__ADS_1
dan ucapan terimakasih kasih buat Lina Darmiati yang selalu setia hadir disetiap Eps dan sekali lagi terimakasih like nya.