CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.16


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu usia kehamilanku memasuki minggu ke-34,berat badan yang semangkin bertambah membuat aku mudah lelah dan sering merasakan sakit dibagian punggung,keadaanku sekarang ini tidak merubah sikap ibu mertuaku untuk bersimpati,bahkan Ibu mertuaku lagi - lagi mengkritik ku dengan mengatakan bahwa aku pemalas,saat - saat seperti ini aku membutuhkan dukungan dan perhatian orang - orang terdekat,namun sudah seminggu ini Reza semangkin sibuk dengan pekerjaan dan sibuk mengurus urusan mama dan adiknya.


Tak ingin stres dan takut berimbas pada bayi yang tengah ku kandung aku menyibukkan diri dengan hal - hal yang menyenangkan bagiku dari mulai mengikuti senam ibu hamil,pijat,sekedar berjalan - jalan atau dengan berbelanja.


Hari ini aku ingin mengubah suasana rumah dengan memakai uang tabunganku aku membeli sofa dengan warna yang kesukaanku.


Sore ini ibu mertuaku kembali datang kerumahku seolah tau kalau Reza sedang berada dirumah.


Melihat diruang tamu terdapat sofa ibu mertuaku mulai kembali mengkritik ku.


"kamu membeli sofa Lin?" kamukan sebentar lagi lahiran pasti butuh biaya,ini malah beli sofa kasihan Reza"


"Lina" pake tabungan Lina" sendiri ma"


"Lagian warnanya norak membuat sakit mata memandangnya dan tidak empuk"


"Sengaja ma biar setannya nggak betah duduk,hehehe" jawabku setengah menyindir


Ibu mertuaku membuang arah pandangannya pada Reza,Reza melotot kearahku aku tersenyum smirk dan berlalu pergi.


Aku sudah tak perduli terserah bagaimana ibu mertuaku dan Reza mengartikan kata - kataku,


aku hanya ingin ibu mertuaku tahu aku tidak takut dengan semua kritikannya,dan ternyata ucapanku membuat ibu mertuaku cepat pulang .


Magrib baru saja usai diruang makan aku sedang sibuk menyiapkan hidangan makan malam, Reza memandangiku aku berpura - pura tak melihatnya.


"Lin" mengapa tadi kamu berbicara tidak sopan pada mama!"


"Aku tidak berniat tidak sopan Re" kamu sendiri pasti tahu sikap mama padaku seperti apa, aku capek Re"


"Apapun alasanmu tidak sepantasnya kamu berbicara demikian pada mama"


Aku malas berdebat dengan Reza karna aku tau persis pasti Reza tidak akan mendengar apapun alasannya akhirnya aku memilih diam.


"Lina" kamu dengar ucapanku barusan!" bentak Reza.


"Aku belum tuli Re" kamu tidak perlu membentakku.


Reza kembali kekamar dan meninggalkan makan malamnya begitu saja,setelah makan malam aku segera membereskan meja makan, setelah pekerjaanku selesai aku masuk kedalam kamar membaringkan tubuhku yang sudah terasa lelah dengan aktivitas siang tadi.


Reza mendekatiku aku membalikkan badan membelakangi Reza,

__ADS_1


Reza meminta maaf padaku dan mulai menyentuh pundakku aku menepisnya.


Malam ini kami saling diam tampa bicara.


Hari masih terlalu pagi aku terbangun saat Reza menginginkan sesuatu yang tertunda dari tadi malam aku tetap menolaknya akhirnya Reza memilih masuk kedalam kamar mandi dan melepaskannya disana.


Tahukah dirimu Re sejujurnya sama seperti dirimu saat ini aku juga menginginkan nya tapi sikap ego mu membuatku menahan hasrat ku untuk bercinta,aku memeluk tubuhku sendiri dan menangis.


Aku juga ingin dimengerti Re.


Tak selang beberapa lama Reza keluar dari kamar mandi dan segera bersiap lalu berangkat kerja.


Aku beranjak dari tempat tidur ku lempar arah pandanganku keluar jendela memandangi sisa hujan tadi malam yang masih bergelayut manja pada daun - daun bunga kertas yang tumbuh disamping rumah.


Aku menghela napas gerimis masih melanda hatiku.


Aku mencoba mengembalikan mood ku dengan berjalan disekitaran rumah, udara yang segar membuat mood ku kembali membaik.


Aku mencium bau yang sangat enak saat Aku melewati warung sarapan bude Ira,tampa berpikir aku memasuki warung bude Ira.


"Lagi jalan pagi ya dek" ujar bude Ira pemilik warung.


Aku memesan satu piring nasi goreng dan susu hangat,bude Ira mulai membuatkan pesanan buatku.


Tidak lama kemudian pesananku telah siap aku mulai menyantap makananku dengan lahap sembari mengobrol dengan pemilik warung.


Aku kembali kerumah setelah berjalan - jalan kurang lebih 30 menit,setelah lelah berjalan - jalan aku duduk disofa untuk beristirahat sejenak,keadaan rumah masih berantakan aku segera membereskan rumah dan mulai melaksanakan pekerjaanku sebagai ibu rumah tangga.


Sore ini aku pergi ke supermarket terdekat dengan menaiki angkot untuk membeli bahan makanan yang sudah mulai habis.


Tak membutuhkan waktu lama aku telah sampai dan segera turun dari angkot.


Didalam supermarket aku menuju rak dimana bahan - bahan dapur tertata aku memilih beberapa keperluan dapur, setelah itu aku lanjut memilih makanan di rak lain,aku mengambil kue kering,beberapa cokelat dan beberapa cemilan lain.


Setelah semua bahan - bahan yang dibutuhkan sudah aku beli,aku menenteng keranjang belanjaan lalu menuju meja kasir namun aku harus antri karena pengunjung supermarket begitu ramai sore ini.


Mataku tertuju pada sosok yang berdiri antri pas disampingku,wajahnya sangat familiar bagiku, sekelebat memori memenuhi otakku aku memberanikan diri untuk menyapanya.


"Hei Bagas kan?"


"Lina?" Lina Anggraeni saputri, kamu apa kabar? " balas Reza menyapaku.

__ADS_1


"I.....iya,, aku baik - baik saja jawabku sedikit gugup.


Dia masih Bagas yang sama yang selalu membuat jantungku berdegup 2 kali lebih cepat .


Aku tersanjung Bagas masih mengenaliku bahkan Bagas masih mengingat nama ku secara lengkap.


kami mengobrol sepanjang antrian Bagas memberi tahu alamat rumahnya dan ternyata kami tinggal didaerah yang sama dan Bagas mengatakan padaku bahwa statusnya masih lajang saat ini.


"O ya Lin kapan - kapan main ya ketokoku" ucap Bagas sebelum kami berpisah.


"insyaallah Gas"


Sepanjang jalan aku tak habis pikir,bertahun lamanya aku begitu sulit mencari informasi tentangnya kini diruang yang tak berbatas aku menemukan wajah cinta itu kembali,aku menyesali pertemuan ini mengapa harus sekarang saat aku telah menguburnya begitu dalam.


Angan ku kembali berkelana,wajah itu lagi - lagi tersenyum sangat manis bersama munculnya sunset senja hari ini.


Namun desiran angin yang berhembus disenja inipun tak memberi petunjuk padaku aku tersesat didalam sebuah lorong waktu,namun aku kembali tersadar wajah cinta itu hanya sebuah ilusi bagiku.


Aku turun dari angkot Reza sudah berdiri tepat didepan pintu mematung menatapku.


Aku segera masuk melewati Reza tampa sepatah kata, Reza mengikuti langkahku yang menuju ruang makan.


"Lin kenapa dengan mu?" apakah kamu masih marah "Lin"? tanya Reza aku hanya menggelengkan kepala, Reza melangkah keluar dari ruang makan.


Dengan membawa segelas kopi hangat dan cemilan ditangan ku hampiri Reza yang sedang duduk didepan rumah.


"Terimakasih Lin" ucap Reza


"Cuma terimakasih?"


"Lalu?" tanya Reza menoleh ke arahku.


Aku tersenyum kembali menatap Reza, Reza ikut tersenyum dan merapatkan duduknya dan melingkarkan tangannya di pundakku.


"Aku tidak masak malam ini" ujarku


"Rupanya ada yang minta diajakin makan di luar kayaknya" ujar reza tersenyum menggoda wajahku seketika memerah tersipu malu.


Suasana menjadi cair seiring berlalunya senja.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2