
Aku baru saja keluar dari kamar mandi,tiba - tiba aku merasakan sakit dan bercampur nyeri dibagian punggungku tapi itu tidak berlangsung lama.
Namun beberapa saat kemudian aku kembali merasakan sakit yang sama kali ini terasa ada sesuatu yang keluar aku kembali kekamar mandi untuk mengeceknya ternyata lendir yang bercampur darah.
"Apakah aku akan melahirkan" aku membatin sedangkan menurut hari perkiraan lahir masih dua minggu lagi aku bakal lahiran.
Tak beberapa lama aku kembali merasakan sakit, lebih sakit yang kurasakan tadi aku memberitahu pada Reza yang sedang duduk diruang tamu menghadap laptopnya.
Reza membawaku ke bidan untuk sekedar mengeceknya ternyata bidan mengatakan aku akan segera menjalani proses persalinan.
Jelang subuh aku sudah tidak kuat lagi karena benar - benar merasakan sakit yang luar biasa Reza yang setia mendampingiku berkali - kali menyemangati ku sambil memegang tanganku.
Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang akhirnya aku melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat tampa kurang suatu apapun dengan selamat tampa kusadari air mataku mengalir saat bidan membopong bayiku ke hadapanku bayi yang sangat mungil, Reza mengecup lembut keningku,kami sangat bahagia dan bersyukur.
Rezapun tak lupa menyampaikan kabar gembira ini pada mamanya dan ibuku.
Pagi ini ibu dan mbak Eva juga ibu mertuaku menjengukku.
Disaat semua sedang merasakan kebahagiaan menyambut kehadiran putri kami,ibu mertuaku malah mengatakan hal diluar dugaan,seolah yang ada dipikirannya adalah aku hanya menjadi beban buat Reza.
"Re" kapan kalian pulang?"
"Belum tau ma" nunggu Lina sudah pulih Reza pikir begitu ma"
"Kalau menurut mama pagi ini pulang saja selain biayanya lebih besar mama repot harus bolak - balik kemari"
"Iya ma" tapi mungkin dua hari lagi"
"Mumpung mama disini bisa bantu kamu beresin barang - barang Re nanti kamu repot sendiri lho"
__ADS_1
Kami yang ada di ruangan tersebut saling pandang,ibu mertuaku melanjutkan kata - katanya kembali.
"Mama perduli dengan kalian Re" tapi kalau kalian menganggapnya itu tidak penting ya sudah"
Reza semangkin serba salah aku yang melihat Reza ikut berbicara dengan memberi usulan pada Reza agar meminta pendapat pada bidan yang menanganiku tapi ternyata usulanku semangkin membuat ibu mertuaku merasa aku menentangnya.
"Lin" kalau harus tanya bidannya tentu tidak diperbolehkan,ibu memikirkan kalian kamu seharusnya lebih mengerti" ujar ibu mertuaku.
"Menurut ibu pendapat mertuamu ada benarnya Lin" timpal ibuku.
Dan ucapan ibuku barusan membuat ibu mertuaku semangat mendesak agar kami pulang hari ini.
"Dan mama ingin sampai Lina lepas hari kalian tinggal sementara dirumah mama"ucap ibu mertuaku sambil mengemas barang - barang kami.
Jika harus menuruti kemauan ibu mertuaku yang meminta hari ini agar aku pulang dengan alasan - alasannya aku masih bisa menurutinya namun untuk tinggal kembali sementara waktu dirumahnya aku sangat berat.
Tiba - tiba bidan pun masuk untuk mengecek keadaanku dan bayi kami.
"Begini saja bu,kami akan membelinya saat pulang" ucap ibu mertuaku bidan tersebut mengerutkan dahi.
"Sekarang bu karna bayinya sudah kelihatan haus"
karena bidan tersebut belum memahami maksud dari Ibu mertuaku, Rezapun menyampaikan bahwa pagi ini kami berencana untuk pulang kerumah.
"Maaf pak sebaiknya bapak menunggu dua atau tiga hari setelah kondisi ibu dan bayinya benar - benar baik ujar bidan.
Akhirnya Reza dengan sangat terpaksa memilih menuruti saran dari bidan tersebut dan tampak ibu mertuaku sangat kecewa.
Reza segera keluar untuk membeli susu formula buat bayi kami, sementara ibuku dan mbak Eva berpamitan pulang, juga ibu mertua ku.
__ADS_1
Malam ini putri kami menangis Reza mengendong bayi kami dan mendekapnya dengan penuh bahagia,Reza tersenyum saat bajunya mulai basah oleh pipis putri kami aku yang sedang berbaring melihat pemandangan itu ikut tersenyum bahagia, aku merasa menjadi wanita yang paling sempurna
Setelah tiga hari kemudian....................
Bu bidan telah memperbolehkan untuk kami pulang,kondisiku dan putri kecilku cukup baik setelah menyelesaikan semua urusan kami membawa bayi kami pulang kerumah.
Aku dan Reza merawat bayi kami bersama - sama Reza selalu membantuku jika putri kecil kami terbangun tengah malam dan rewel.
Kami merasakan kebahagiaan yang sempurna setelah memiliki seorang putri,kehadirannya memberi warna dalam pernikahan kami,aku selalu memperhatikan tumbuh kembang putri ku dengan baik
Semua berjalan secara normal sebelum musibah kecil yang terjadi hari ini,membuat ibu mertuaku semangkin mendominasi Reza dan semangkin mengintervensi rumah tangga kami.
Siang tadi Reza tampa sengaja menabrak seorang pejalan kaki namun untung saat itu Reza sedang tidak mengendarai mobil dengan laju,pejalan kaki tersebut hanya mengalami luka ringan dan tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Reza keadaan Reza baik - baik saja.
Ibu mertuaku yang mendengar berita itu histeris dan kembali menyalahkan ku dengan alasan aku tak becus mengurusi anak dan hanya bisa bergantung pada Reza,ibu mertuaku menudingku terlalu manja,musibah yang terjadi karena Reza yang terlalu kecapean.
Aku sudah tak menggubris ucapan ibu mertuaku itu.
Sejak kejadian itu aku mencoba untuk belajar mandiri,aku jarang melibatkan Reza mengurusi putri kami.
Selain menjadi istri kini aku telah menjadi ibu dari putri kecilku,hari - hariku begitu sangat menyenangkan,semua pikiranku tertumpah padanya aku semangkin banyak bersabar.
Segala sesuatu kulakukan sendiri aku mengurus putri kecilku tampa baby sister,tak jarang aku sering merasakan kelelahan karena kurang tidur,aku tak pernah mengeluh aku menikmatinya putri kecilku adalah penyemangat hidupku dikala aku merasa sangat down dengan permasalahan yang ada.
Sibuk dengan mengurusi anak dan rumah tangga sendirian membuat hubunganku dengan Reza sedikit renggang kami kehilangan waktu untuk berduaan.
Ditambah Kontrakan kami dengan rumah ibu mertuaku hanya berjarak setengah kilometer memudahkan ibu mertuaku menjadi sering kerumah saat Reza sedang berada dirumah,kedatangannya sering kali memicu keributan antara aku dan Reza ibu mertuaku tak henti - hentinya membuat aku kesal,jika tidak mengkritik ku ibu mertuaku memberi pekerjaan tambahan buat ku yang sejatinya bukan kewajiban ku
Seperti pagi ini ibu mertuaku kembali datang dengan membawa kedua anak Farhan ibu mertuaku menitipkan kedua anak itu dirumah kami sementara ibu mertuaku juga meminta tolong pada Reza mengantarkannya menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh Farhan,seperti tak ada habis - habisnya Farhan membuat ulah namun lagi - lagi ibu mertuaku dan Reza yang harus menyelesaikannya.
__ADS_1
Sementara tidak ada penolakan dari Reza untuk membantu adiknya itu,pada akhirnya aku harus berupaya bersabar dan mengalah,jauh di lubuk hatiku aku merasa sangat kesepian tak ada satu orangpun yang mengerti aku.