
Sudah 2 hari aku dan Reza menginap dirumah ibu,hari ini aku memutuskan untuk pulang kerumah.
Aku sudah mengikhlaskan kepergian sahabatku semoga semua dosanya dapat diampuni dan mendapat tempat yang layak disisinya.
Menjelang sore sambil menunggu Reza menjemput ku aku bersama ibu dan mbak Eva duduk didepan rumah sembari menikmati teh hangat dan gorengan buatan mbak Eva serta diselingi obrolan hangat.
Sebenarnya aku masih ingin berlama - lama menginap dirumah ibu tapi Reza tampak keberatan,menurutnya memakan waktu jika harus bolak - balik,rumah ibu lumayan jauh dan sebagai seorang istri akhirnya aku harus mematuhi dengan menurut kata - kata suami.
Saat sedang asik mengobrol Reza datang menjemput ku matahari mulai terbenam aku dan Reza berpamitan dengan ibu dan mbak Eva.
Sebelum pulang kerumah aku dan Reza mampir disebuah supermarket,saat berada diparkiran aku dan Reza berpapasan dengan Farhan yang sedang bersama dengan seorang wanita,Farhan memperkenalkan wanita itu pada kami Farhan mengaku pada Reza wanita itu adalah istri temannya yang sedang menjalani hukuman karena tersandung kasus narkoba temannya meminta pada Farhan untuk menjaga istrinya.
Setelah dari supermarket kami menuju pulang kerumah saat sedang diperjalanan aku sengaja menyinggung tentang Farhan untuk memancing pendapat Reza.
"Enak ya jadi wanita tadi."
"Maksud kamu apa sih,Lin?" tanya Reza.
"Ya maksudnya kalau kamu sibuk, bisa donk aku minta anterin temanmu?"
"Jangan suka aneh - aneh kalau berpikir Lin." geram Reza.
"Kok kamu bilang aku aneh Re, kan sekedar minta antar, seperti minta antar berbelanja atau kerumah ibu ya kalau ada waktu luang bisa juga sih sekalian jalan - jalan."
Reza menambah kecepatan laju mobilnya dan tidak menanggapi kata - kataku lagi.
Setibanya dirumah aku segera membereskan barang belanjaanku sementara Reza langsung masuk kedalam kamar,setelah menyelesaikan pekerjaanku,ku seduh segelas kopi hangat untuk Reza aku menghampiri Reza kedalam kamar kulihat Reza sedang duduk menghadap laptopnya aku menyodorkan segelas kopi hangat di mejanya.
Akupun duduk disisi tempat tidur dengan menyalakan televisi,aku sengaja berdecak kagum saat melihat aktor pemain drama Korea di televisi untuk memancing Reza.
"Hemm......sungguh tampan." ucapku lirih sambil senyum - senyum.
Reza mulai melirik kearahku, lagi - lagi aku kembali memuji ketampanan sang aktor kali ini Reza mendekat menghampiri ku lalu menghujaniku dengan ciuman.
"kamu apa - apaan sih, Re?" hmm ganggu aja" ujarku pura - pura marah dan menghindari ciuman Reza.
"Jangan sok jaim dengan suami,bilang aja kalau pengen"
"Siapa juga yang pengen,emang tampan"
__ADS_1
Reza melepaskan pelukannya berdiri dan akan kembali kemejanya aku segera menarik tangannya.
"Tapi lagi nggak pengen?"
"Bodo amat" jawabku
Reza mulai melancarkan serangannya tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar, aku dan Reza saling padang sesaat, kemudian Reza dan aku beranjak dari ranjang melangkah keluar dari kamar.
Reza memutar kenop pintu dan ternyata Hana yang berdiri didepan pintu mata Hana tampak sembab seperti habis menangis Reza mempersilakan Hana untuk masuk setelah masuk kedalam rumah Hana menceritakan bahwa sudah hampir Satu minggu Farhan tidak pulang kerumah bahkan Farhan tidak memberi nafkah pada Hana.
Hana sudah mencoba menghubungi Farhan namun Farhan tak pernah mau menjawab panggilan telepon Hana dan Hana sudah mencari kerumah ibu mertuaku tapi menurut Hana ibu mengatakan bahwa Farhan tidak pernah kerumah ibu beberapa minggu ini.
Reza menyarankan untuk sementara agar Hana bersama anak - anaknya untuk tinggal dirumah kami,malam mulai larut masing - masing kami memilih untuk beristirahat.
Saat didalam kamar........
"Re" mengapa kamu tidak mencoba menelepon, Farhan?" nasehati adikmu itu"
"Tidak malam ini, Lin" berbicara pada Farhan hanya buang - buang waktu saja"
"Jadi kapan kamu mau bicara"
"Sampai kapan begini terus Farhan" menjaga istri temannya ia bisa,sementara menjaga istrinya dia tidak becus malah kamu yang harus jagain?"
"Sudahlah" besok dibicarakan aku lagi pusing banyak pekerjaanku yang belum selesai, istirahatlah" ujar Reza menuju meja dengan menghadap laptopnya.
Aku memejamkan mata dan memilih untuk tidur.
Saat bangun pagi aku melihat Hana yang sudah rapi,Hana meminta bantuan ku untuk menjaga anak - anaknya,Hana akan menemui Farhan.
Hana memperoleh informasi dari temannya bahwa Farhan sedang berada di suatu tempat bersama seorang wanita.
Aku menyarankan agar Hana memberitahu hal tersebut pada Reza.
Setelah Reza bangun Hana menceritakan tentang keberadaan Farhan bersama dengan seorang wanita.
"Aku mendapat informasi Mas bahwa Farhan kini tinggal bersama dengan seorang wanita disebuah kontrakan". ujar Hana.
Reza diam tak bergeming mendengar penuturan Hana.
__ADS_1
"Jadi menurutmu bagaimana baiknya" ujar Reza bertanya pada Hana.
"Aku berencana akan menemuinya mas"
"Temuilah Farhan" dan bicarakan secara baik - baik, mas belum bisa menemanimu Han" hari ini mas lagi sibuk banyak pekerjaan yang harus diselesaikan"
Setelah sarapan pagi Reza segera berangkat ketempat kerja.
Hana ikutan pamit padaku untuk menjumpai suaminya.
Setelah makan siang Hana tak kunjung kembali kerumahku aku sudah mulai kelelahan menjaga kedua anak - anaknya.
Aku mencoba menidurkan Arsy ( anak kedua Hana berumur 2 tahun dan saat ini sedang aktif -aktifnya) tiba - tiba ada seseorang mengedor - gedor pintu rumahku, Arsy yang hampir terlelap terbangun dan mulai menangis,kubuka pintu ibu mertuaku langsung menerobos masuk dengan sangat marah.
"Hana" teriak ibu mertuaku.
"Hana" belum pulang ma"
Melihat Hana tidak berada dirumahku ibu mertuaku melampiaskan amarahnya kepadaku habis - habisan dengan kata - kata kasarnya aku mencoba menahan emosi kutinggalkan ibu mertuaku, aku masuk kedalam kamar menenangkan Arsy yang mulai menangis histeris.
Tak selang beberapa lama Hanapun pulang terjadi pertengkaran hebat antara ibu mertuaku dan Hana.
Aku mencoba menengahi saat suasana semangkin panas,aku merasa tidak enak dengan tetangga karena suara gaduh mulai terdengar oleh tetanggaku.
Aku keluar dari kamar dan mulai berbicara,namun ibu mertuaku malah menuduhku membantu Hana.
"Maaf ma" apa sebenarnya yang membuat mama marah?" tanyaku
"Kalian menantu - menantu tidak pernah menghargai mama, kalian sengaja melangkahi mama" sarkas ibu mertuaku
"Maksud mama" melangkahi dalam hal apa ma?"
"Kamu Hana" kenapa tidak bicara terlebih dahulu dengan mama sebelum membuat keributan dirumah perempuan itu!"
Ternyata ibu mertuaku marah karena Hana telah menangkap basah Farhan dengan selingkuhannya,sikap ibu mertuaku kali ini benar - benar kuanggap sudah keterlaluan,bukan menasehati putranya malah menyalahkan menantunya aku semangkin membenci ibu mertuaku,setelah melampiaskan amarahnya tampa pamit ibu mertuaku segera pulang.
Aku benar - benar kesal dan lelah dengan semua kelakuan ibu mertuaku dan adik iparku itu,awalnya aku berfikir dengan pindah kekontrakan hidupku akan terlepas dari rasa sakit hati ternyata aku salah.
Hana menelepon Reza memberitahu permasalahan yang sedang terjadi,bukan aku tidak bersimpati pada Hana cuma aku tak ingin terlibat dalam permasalahan rumah tangga mereka dan di samping itu terus terang aku aku lelah harus menjaga anak - anak mereka apalagi dalam keadaan aku yang sedang hamil aku meminta pada Hana agar pulang kekontrakan mereka.
__ADS_1
Bersambung......