
Ku lalui hari - hari indah bersama Bagas,kami jadi sering bertemu untuk sekedar melepas rindu,walau kadang dibumbui dengan pertengkaran kecil hanya karena munculnya rasa cemburu saat kami satu sama lain sedang bersama pasangan masing - masing.
Tak terasa sudah 1 tahun lamanya kami menjalani hubungan terlarang ini namun semangkin lama rasa cintaku semangkin besar pada Bagas.
Sementara hubunganku dengan Reza hanya sebatas hubungan diatas kertas.
Hari ini aku sedang sibuk didapur Bagas meneleponku,aku tak mendengarnya hampir saja perselingkuhan kami terbongkar.
Sedari pagi aku sengaja menonaktifkan nomor WhatsApp ku karena Reza sedang berada dirumah sementara anak - anak belum pulang sekolah.
Reza menerima panggilan tersebut namun Bagas sadar yang sedang berbicara dengannya adalah Reza,Bagas segera menutup sambungan teleponnya.
Saat aku menghidangkan makanan diatas meja,Reza yang saat itu sudah berada dimeja makan menatapku dengan wajah penuh amarah.
"Ini nomor siapa!" tanya Reza dan menyodorkan ponsel padaku.
Untung saja aku menghapus nama Bagas hingga yang muncul hanya nomor telepon saja, aku jadi punya alasan.
"Mana aku tau,namanya saja tidak ada didaftar kontak ku mungkin saja orang tersebut salah sambung.
Reza tidak mempercayai kata - kataku dan segera menelepon nomor tersebut mengunakan ponselku aku sangat cemas dan panik saat ini aku benar - benar ketakutan,beruntung Bagas tau yang sedang menelepon bukan diriku hingga ia tak menjawab panggilan tersebut.
Reza semangkin curiga dan keributan akhirnya terjadi.
"Pasti itu dari selingkuhan mu!" mengapa tidak mau berbicara saat aku yang menelepon.
"Coba Lihat nomornya"
Reza menyodorkan ponsel kepada ku,akupun segera menerimanya dan berpura - pura sedang mengingat - ingat sesuatu.
"Owh ini mungkin saja telepon dari Asih kemarin aku berjumpa dengannya tampa sengaja"
Mendengar nama tersebut Reza terdiam tak bergeming dan wajahnya berubah,amarahnya pun mereda namun jujur aku benar - benar takut jika Reza sampai mengetahui jika aku memang sedang berselingkuh,aku tidak masalah jika Reza mengetahui Reza bakal menceraikan ku yang aku takutkan akan terpisah dengan anak - anak
Pikiranku menjadi kacau aku pusing memikirkannya dan saat Reza sedang tidak berada dirumah akupun segera menghubungi Bagas.
Aku kembali mengaktifkan nomor whatsapp ku dan menyapa Bagas dengan emoji yang sudah kami sepakati untuk mengetahui bahwa yang menyapa itu benar diriku.
Tak lama kemudian Bagas meneleponku,aku segera menyampaikan rasa ketakutan ku padanya dan aku berniat untuk mengakhiri hubungan dengannya namun Bagas berusaha menyakinkanku.
__ADS_1
"Jujur aku takut dan cemas karena Reza mulai curiga"
"Semua akan baik - baik aja yank, aku ingin selamanya denganmu" ujar Bagas
Suara Bagas saat mengatakan hal tersebut seperti dia benar - benar berharap agar aku tidak meninggalkan nya dan jujur aku sebenarnya juga tidak sanggup untuk berpisah dan mengakhiri hubungan dengannya karena hanya Bagas yang mampu memberikan semangat dan kebahagiaan dalam hidupku.
Bagas berhasil menyakinkan ku dan akhirnya kami melanjutkan hubungan terlarang ini,tiada hari tanpa Bagas.
Setiap hari ia bakal bertanya kabar ku dan juga tentang anak - anakku,Bagas juga selalu memberitahuku apa yang sedang ia lakukan setiap harinya,aku merasa menjadi orang yang spesial dimatanya.
Bagas juga tidak segan - segan menanyakan hubunganku dengan Reza,ia tampak begitu cemburu saat Reza sedang dirumah.
Perhatian yang Bagas berikan tak pernah aku dapat dari Reza selama ini.
Aku dan Bagas sepertinya enggan untuk berpisah.
Namun sepandai-pandainya kami menyembunyikan rapat cinta terlarang ini,akhirnya Reza dapat membongkar perselingkuhan kami.
Siang itu aku sedang berada didapur Bagas mengirim pesan padaku bahwa ia akan pergi keluar kota selama satu Minggu dan itupun Bagas mengatakan akan pergi bersama sang istri Bagas juga mengatakan bahwa selama satu minggu bakal tidak bisa menghubungiku.
Untuk itu sebelum berangkat keluar kota Bagas ingin bertemu denganku hatiku bahagia sekaligus sakit mendengar kabar dari Bagas.
Reza merampas ponsel dari tanganku aku tidak bisa berbuat apa - apa selain pasrah.
Akhirnya Reza membaca semua pesan dari Bagas yang tidak sempat aku hapus.
Pertengkaran tak bisa dielakkan,hal inipun akhirnya sampai ditelinga keluarga besar ku, seperti seorang pesakitan aku menjalani persidangan,didepan keluarga besar ku aku mengakui semuanya,tamparan keras pun tak henti - henti mendarat di pipiku,sumpah serapah keluar dari mulut abang kandungku.
Mereka mengatakan malu atas semua yang telah aku lakukan bahkan abang kandungku meminta ibuku untuk tidak lagi berkomunikasi denganku,aku hanya bisa menangis dihatiku kecilku berkata tahukah mereka apa yang selama ini aku rasa kan?.
Tapi ya sudahlah,aku hanya berharap semua bakal berakhir sesuai yang kuinginkan tiba - tiba mendadak kepalaku pusing pandanganku berkunang - kunang semua terasa berputar beberapa detik kemudian aku tidak ingat apa - apa.
Aku sudah berada didalam kamar saat aku siuman,aku mendengar jelas Reza sedang berbicara dengan nada emosi,aku mencoba bangkit dari tempat tidur aku menguping pembicaraan Reza,dan ternyata orang yang sedang Reza telepon adalah Bagas.
Reza meminta agar Bagas bisa menjumpainya untuk menyelesaikan permasalahan ini,dari pembicaraan yang kudengar Bagas bersedia untuk bertanggung jawab atas semua kesalahan yang ia perbuat bahkan Bagas bersedia menikahi ku.
Aku merasa sangat bahagia mendengarnya hatiku berbunga - bunga menghayal semua itu.
Aku kembali ketempat tidur saat mengetahui Reza akan masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Sudah bangun rupanya perempuan Ja****" ~ Reza.
"Jadi kapan kita urus perceraian kita Re?"
Reza tersenyum sinis lalu menghampiriku dengan tatapan tajam tampa kuduga Reza menamparku hingga tubuhku terhempas ketempat tidur.
Reza merobek pakaian yang kukenakan dan melakukan perbuatan keji pada ku,Reza menggauliku secara tidak wajar aku hanya menahan rasa sakit dengan berurai air mata.
setelah melampiaskan ***** bejatnya Reza memberitahu sesuatu diluar dugaanku.
"Kamu jangan terlalu bahagia Lin" apa yang kamu dengar tidak bakal terjadi"
"Ma.....maksudmu apa Re?"
"Segeralah ucapkan selamat tinggal dengan laki - laki ******* itu" ujar Reza sambil melangkah keluar kamar sesaat kemudian aku mendengar suara mobil yang bergerak keluar meninggalkan halaman rumah.
Aku berusaha bangkit dari tempat tidur dengan sekuat tenaga aku mencari ponselku namun tidak kutemui aku panik memikirkan kata - kata yang diucapkan Reza barusan.
Aku terdiam sesaat,aku melangkah keluar aku membuka pintu kamar putriku dan ternyata mereka sudah tertidur.
Aku segera mengambil ponsel milik putriku dan segera mengirim pesan pada Bagas,beberapa saat kemudian Bagas meneleponku.
"Sayang bagaimana dengan keadaanmu?"~ Bagas.
Aku menceritakan semuanya pada Bagas termasuk kecurigaan ku terhadap niat Reza yang ingin bertemu dengan dirinya,aku meminta pada Bagas untuk tidak menemui Reza.
Awalnya Bagas keberatan dengan permintaanku agar dirinya tidak menemui Reza dengan alasan dirinya tidak ingin masalah ini berlarut - larut.
"Aku tak ingin kehilangan dirimu" ujarku menangis
"Jika aku tak menemuinya maukah dirimu berjanji padaku yank"
"Apa itu" tanyaku masih dengan menangis
"Bercerailah dengannya,demi aku"
Aku tidak tahu apakah aku bisa mewujudkan permintaan Bagas namun demi keselamatannya aku menyetujui permintaan Bagas dan aku meminta pada Bagas untuk mengganti nomor ponselnya dan untuk sementara aku meminta agar Bagas menghilang menunggu sampai aku menyelesaikan persoalan ku dengan reza,Bagas menerima saran dariku
Aku kembali kekamar setelah mengakhiri pembicaraan dengan Bagas.
__ADS_1