CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.53


__ADS_3

Setibanya dirumah Reza kembali memulai pembicaraan ia memintaku agar memberikan kesempatan yang kedua.


Aku tidak bisa memberikan kesempatan baginya karena hatiku sudah tertutup untuknya emosinya Reza meledak - Ledak,ia menarik tanganku menuju kedalam kamar dengan kasar aku begitu takut tubuhku gemetaran aku mencoba diam agar tidak menimbulkan kegaduhan karena takut anak - anak akan terbangun dan melihat semuanya.


Kini Reza mulai mencengkram daguku dengan kuat lalu menghempaskan tubuhku diatas ranjang ia mulai melucuti satu persatu pakaianku aku menangis sejadi - jadinya namun tak sedikitpun Reza menghiraukan ku.


"Dasar perempuan ****** ,tukang selingkuh,inikan yang kamu mau "


Bagas berdiri tepat di hadapanku ia mulai membuka pakaiannya sendiri.


"Ja....jangan Re kumohon jangan lakukan itu"


Ada rasa jijik saat aku membayangkan apa yang bakal terjadi,sementara Reza semangkin mendekati ku dengan tubuh yang sudah bugil.


"Aku ini suamimu Lin" sampai kapanpun dan aku berhak untuk itu"


Reza seperti singa kelaparan ia segera menerkam ku, aku hanya bisa mengigit bibirku sendiri,air mataku mengalir disudut mataku,aku serasa bagai diperkosa Reza semangkin ganas menyerangku.


Skip........


Rasanya sedih aku diperlakukan seperti ini mungkin inilah takdirku


hikss......hikss.......hikss


Aku menangis terisak - Isak disisi ujung tempat tidur sementara Reza sudah terkapar ditempat tidur,air mataku kembali tumpah saat aku mengingat Bagas.


"Maafkan aku Gas" ucapku lirih.


Hatiku mangkin tersayat - sayat saat teringat Bagas,rasa sesak di dada tak mampu menahan air mata yang mengalir tak henti - henti,aku tak bisa tidur semalaman hatiku kian dilanda gundah gulana yang semangkin berkecamuk di hati.


Malam telah berganti pagi,kubuka jendela agar udara di kamarku segera berganti dengan udara segar di pagi hari,sayup - sayup kudengar alunan lagu stinky yang diputar tetangga sebelah rumahku,lagu itu lagu yang pernah Bagas kirimkan buatku.


Mungkinkah Kitakan slalu bersama


walau terbentang jarak antara kita


Biarkan kupeluk erat bayangmu


Tuk melepaskan semua kerinduanku


Entah mengapa hatiku semangkin terenyuh mendengarkan lagu tersebut,aku berusaha menyakinkan diriku sendiri bahwa apa yang ku alami sekarang ini adalah ujian cintaku dan Bagas,hari - hari bersama Bagas semangkin kuat di ingatanku aku semangkin merindukannya kembali,butiran bening mengalir deras dipipiku.

__ADS_1


Aku segera melangkahkan kaki kekamar mandi aku berusaha menutupi mataku yang sembab karena menangis semalaman dengan mencuci mukaku berulang kali mengunakan air hangat.


Pagi ini badanku terasa lemah aku tidak mempunyai tenaga jangkankan untuk masak makan pun aku sudah tidak selera. Kulangkahkan kaki keluar rumah membeli sarapan pagi untuk anak - anakku,


Saat aku menunggu pesananku suara dering panggilan masuk diponselku terdengar dan ternyata Bagas,seperti biasanya ia akan selalu berusaha meneleponku walau hanya sesaat aku tak ingin Bagas tahu bahwa aku sedang tidak baik - baik saja akupun tidak mengangkat telepon dari Bagas aku hanya membalasnya melalui pesan singkat.


Dalam perjalanan pulang kerumah aku terus berpikir apa yang harus aku lakukan saat ini apakah aku harus menyelamatkan diriku sendiri atau aku harus menjalani kehidupan yang sangat menyiksaku demi menjaga hati ibuku,suara klakson dengan sumpah serapah sipegemudi mobil tiba - tiba mengejutkanku, lamunanku mendadak buyar.


"Bunda kenapa bun?" tanya putri sulungku setibanya aku pulang dari membeli sarapan.


"Tidak kenapa - kenapa sayang"


"Tapi muka bunda tampak pucat,bunda sakit ya" selidik putri ku


"Bunda baik - baik saja sayang, ayo kita sarapan nanti terlambat kesekolah.


Reza yang sedang duduk diruang tengah memperhatikan diriku,ia segera menghampiriku dimeja makan ia memelukku dan mencium keningku didepan anak - anak aku hanya diam tak menghindar takut menimbulkan kecurigaan pada kedua putriku dengan menyimpan rasa kesedihan dihatiku.


Setelah sarapan Reza mengantarkan anak - anak berangkat kesekolah kedua putriku segera menyalamiku dan berpamitan.


"Betul bunda gak papa?"


"Jadi si Mbah sedang sakit bunda"


Aku hanya mengangguk.


"Setelah pulang sekolah kami ingin menjenguk si mbah bun"


"Iya siang nanti kita bakal kerumah si Mbah sekarang berangkatlah nanti terlambat"


Aku segera menuju kekamar setelah anak - anak berangkat kesekolah,aku duduk disamping jendela kamar tiba - tiba aku terpikir untuk menelepon Bela,akupun mendial nomor Bela dan langsung menghubunginya.


"Halo owh kamu,kenapa pagi - pagi meneleponku" kudengar suara Bela diseberang sana tertawa seolah mengejekku


"Aku hanya ingin memberitahu mu Bel,ternyata dari dulu kamu tu tidak bisa ya mendapatkan hati Reza sepenuhnya" aku berusaha memanasi Bela yang sok kecantikan itu.


"Maksudmu apa?" kamu jangan bersenang hati ya karena Reza mengunjungimu, Reza pulang kerumahmu hanya untuk bertemu anak - anak aja, Reza mengatakan itu padaku"


Reza benar - benar b******, dia mengatakan itu pada Bela sementara denganku dia berkata lain dasar lelaki m******, terdengar suara Bela diseberang sana tertawa gembira.


"Kenapa kamu diam Lin,cup.....cup....cup kamu jangan nangis ya" ucap Bela sambil tertawa cekikikan.

__ADS_1


"Benarkah Reza berkata demikian?" tapi kenapa ya Reza mengajakku bercinta malam tadi dan Reza mengatakan bahwa dirinya telah muak padamu Bel" dan ingin secepatnya menceraikan dirimu"


"Jangan ngarang kamu Lin,Reza tidak akan melakukan itu padaku"


"Owh kalau kamu tidak percaya padaku yaudah tanyakan itu pada Reza ok bye"


Aku segera menutup telepon aku malas untuk berlama - lama berbicara pada Bela,darahku mendidih ternyata Reza tidak serius untuk memulai memperbaiki hubungan rumah tangga kami,secara repleks aku melempar vas bunga pada kaca cermin,aku benar - benar geram dengan sikap Reza yang begitu mudah memainkan perasaan wanita.


Nafasku begitu memburu tak beraturan aku meluapkan emosiku yang terpendam selama ini aku tak pernah seemosi ini,aku tak takut jika Reza akan marah padaku jika nanti ia pulang.


Dan ternyata dugaan ku benar,Reza begitu emosi saat pulang kerumah, baru saja Reza masuk kedalam kamar ia menatapku dengan pandangan sinis.


"Mengapa kamu menghubungi Bela"jelaskan apa maksudmu Lin!"


"Kenapa kamu malah bertanya padaku,bukankah dirimu sendiri yang mengatakan akan menceraikan Bela"


"Tapi bukan dirimu yang harus menjelaskannya!"


"Kamu jangan membentak Re,ternyata kamu tu dari dulu tidak pernah berubah!" kamu hanyalah pembohong kamu pecundang Re"


Reza mendekatiku ia segera mengangkat tangan hendak menamparku


"Tampar Re tampar jika itu bisa membuatmu menceraikan aku"


Reza menghentikan niatnya yang ingin menamparku.


"Mengapa berhenti,dirimu tidak beranikah?"


"Hentikan Lin" jangan memancingku bertindak lebih jauh"


"Aku sudah muak denganmu Re,bila perlu bunuh saja aku!"


Reza segera melangkah keluar kamar,aku sudah kehilangan kesabaran.


"Pergilah dan pulang kepada ******* itu"


"Apa bedanya dirimu dengan Bela tapi bagaimanapun Bela masih lebih terhormat daripadamu!"


"Dan kamu lelaki paling bodoh didunia sudah tahu aku perempuan ******* tetapi masih tetap kamu pertahankan!"


Reza telah berlalu pergi kubanting pintu dan menghempaskan tubuh diranjang aku menangis sejadi - jadinya,ingin rasanya aku lari jauh dari semua permasalahan yang terjadi pada diriku, pikiran ku benar - benar kacau.

__ADS_1


__ADS_2