CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps,44


__ADS_3

Aku baru saja sampai dirumah setelah mengantar anak - anak kesekolah,ibu mertuaku dan Bela sudah berada dirumah mereka sedang terlibat suatu pembicaraan diruang tamu bersama Reza.


Setelah mengucap salam aku segera masuk kedalam rumah dan berlalu membiarkan mereka menyelesaikan permasalahan yang terjadi diantara mereka,aku tidak tertarik sama sekali untuk ikut terlibat didalamnya.


Reza menghampiriku saat aku sedang berada didapur.


"Lin Bela hamil" ujar Reza datar.


"Bukankah aku juga sudah menyampaikan padamu tadi malam?" ucapku tetap fokus pada pekerjaan didapur.


"Aku terpaksa menikahinya karna Bela mengatakan janin yang ada didalam kandungannya adalah anakku" ujar Reza kembali.


"Lakukanlah apa yang menurut mu baik" ucapku menatap pada Reza.


"Aku akan menikah dengan Bela tapi aku tidak akan pernah menceraikan mu" ujar Reza dengan penuh penekanan.


"Kamu jangan egois Re,bagaimana pun aku wanita normal aku masih punya nafsu" ucapku protes pada keputusan Reza.


Plak sebuah tamparan mendarat dipipiku secara tiba - tiba Reza menamparku.


"Dasar wanita *******!" dirimu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan setelah apa yang kamu lakukan bersama laki - laki ******* itu!" ujar Reza dengan suara keras memancing ibu mertuaku dan Bela sehingga mereka berdua buru - buru melangkah ke dapur menyaksikan kami yang sedang bertengkar.


"Aku tidak pernah mencintaimu Re" ucapku berusaha jujur tentang perasaanku selama ini.


"Seharusnya kamu berterimakasih padaku yang telah sudi menikahi perawan tua seperti mu!" jawab Reza dan berlalu pergi.


Setelah berlalu pergi aku menangis sesegukan aku benar - benar merasa menyesal menikah dengan Reza,setiap terjadi pertengkaran Reza selalu menyudutkan diriku, sementara selama bertahun dirinya sering bermain gila dibelakang ku jauh sebelum aku berselingkuh dengan Bagas,aku melakukannya bukan karna aku ingin membalas dendam terhadap Reza namun aku benar - benar jatuh cinta dengan Bagas,dalam hal ini aku tidak sedang berusaha menutupi kesalahanku demi sebuah pembenaran atas perbuatan ku menjalin hubungan cinta terlarang bersama Bagas,Dan dulu aku sama sekali tidak pernah meminta hingga mengemis pada Reza untuk menikahi ku,hatiku terasa sakit saat mengenang semua itu,saat aku meratapi semua yang terjadi dalam hidupku, tiba - tiba Bagas meneleponku.


"Halo..." jawabku dengan suara serak.


"Kamu habis menangis?"~ Bagas

__ADS_1


"Nggak kok" jawabku berbohong.


"Jangan berbohong aku bisa merasakan itu" ~ Bagas.


"Iya aku habis menangis,aku kangen ingin bertemu yank" jawabku menutupi hal yang sebenarnya.


Bagas Percaya dengan kata yang aku ucapkan barusan sehingga dirinya berjanji akan berusaha secepatnya untuk menemuiku,hatiku sangat bahagia mendengar kata - kata Bagas kendati aku tidak begitu yakin akankah Bagas bisa melakukannya,setidaknya Bagas telah berusaha untuk membuatku bahagia.


Berapa jam kemudian........


Sepulang anak - anakku dari sekolah aku sengaja pergi untuk menenangkan pikiranku.


Aku melewati jalan setapak mengunjungi perkebunan milikku atas pemberian Bagas,aku tak menghiraukan rintik hujan yang mulai menyerbuku.


Akhirnya aku sampai disebuah rumah mungil nan indah yang telah disediakan Bagas untukku,aku segera membuka pintu dan masuk kedalam,aku langsung merebus air dan menyeduh secangkir kopi hangat untuk sekedar menghangatkan tubuhku.


kemudian aku duduk dengan ditemani secangkir kopi hangat,aku mulai mencari solusi untuk penyelesaian permasalahan yang sedang aku hadapi.


Tiba - Tiba muncul ide di benakku untuk mengatakan pada ibuku tentang sikap dan perlakuan Reza terhadapku yang sebenarnya dan aku akan membongkar hubungan yang terjadi antara Reza dan Bela.


"Assamualaikum mbak" ucapku menyapa mbak Eva


"Waalaikumsalam Lin" kamu lagi dimana?"~ mbak Eva.


"Lagi ngurusi pekerjaan,emang ada apa mbak?" jawabku asal.


"Ibu sedang sakit sebaiknya jika ada waktu kamu datang kerumah Lin" ujar mbak Eva dengan nada cemas.


"Baik -baik mbak,aku segera kesana" ujarku segera melangkah keluar untuk segera pulang kerumah terlebih dahulu.


Setibanya aku dirumah Reza sudah berada dirumah,sementara aku melupakan permasalahan ku dengan Reza, aku segera mengajak kedua putriku pergi kerumah ibuku,Reza yang mendengar semua pembicaraanku dengan anak - anak dirinya memutuskan ikut bersama kami.

__ADS_1


Ibu sangat bahagia melihat kedatanganku dengan Reza dan juga anak - anak, bahkan ibu mau untuk makan saat aku menyuapinya dan segera meminum obatnya,aku sangat khawatir dengan keadaan ibu aku ingin membawanya kerumah sakit agar ibu segera sembuh namun ibu menolaknya.


"Ibu hanya sekedar kecapean Lin" ujar ibu saat aku berusaha untuk membujuknya.


"Tapi bu,tidak ada salahnya kerumah sakit agar ibu lekas sembuh" ujar Reza menimpali.


"Tidak perlu nak Reza ibu tidak apa - apa, terimakasih telah menjaga Lina selama ini itu lebih dari cukup bagi ibu,dan kamu Lin jangan pernah mengecewakan Reza, Reza orang baik ibu tau benar itu" ujar ibu panjang lebar.


" Baik buk" ujar ku datar


Setelah ibu meminum obatnya keadaannya berangsur membaik aku sangat senang melihatnya,malam pun mulai larut malam ini aku tidak bisa untuk menginap dirumah ibu karena besok anak - anak masih harus kesekolah,aku bersama Reza dan anak - anak segera berpamitan pada ibu dan mbak Eva untuk pulang.


Setibanya dirumah aku berniat untuk segara beristirahat,namun aku terpaksa menunda niatku untuk segera beristirahat,Reza memanggilku ia ingin berbicara denganku dan menungguku didalam kamar.


"Lin mungkin dalam minggu ini aku akan segera melangsungkan pernikahanku dengan Bela" ujar Reza begitu aku masuk kedalam kamar.


"Aku tidak masalah Re,tapi bagaimana dengan anak - anak,aku takut mereka belum siap menerimanya jika secara mendadak kita memberitahunya"


"Itu tugasmu Lin dan aku percaya kamu sanggup untuk melakukannya"~ Reza


"Baiklah Re untuk sementara sebaiknya anak - anak jangan tahu dulu nanti perlahan aku mencoba untuk memberi pengertian pada mereka"


"Tapi aku tetap pada keputusanku, aku tidak akan menceraikan mu,semua itu atas salahmu!" ~Reza


Aku hanya diam mendengar kata - kata Reza,dan aku kembali kekamar putriku, aku kembali menangis saat mengenang semuanya.


"Aku berada persimpangan jalan,dimana mau tidak mau aku harus memilih salah satu jalan mana yang akan kutempuh.


memilih berpisah dengan Reza dan membuat keadaan ibuku yang sakit bertambah buruk ataukah tetap menjalani hubungan Reza dah siap untuk dipoligami tapi bagaimana dengan kelanjutan hubunganku dengan Bagas?


Aku semangkin bingung untuk menentukan pilihan,dan akhirnya dengan sangat terpaksa aku memilih tetap menjalani hidup bersama Reza dengan status istri pertama dan masih terus menjalani hubungan terlarang dengan Bagas kekasih hatiku demi membuat ibu bahagia.

__ADS_1


Kendati aku sendiri tidak yakin apakah aku akan bertahan dan mampu untuk menanggung luka baru yang kapan saja bakal sanggup Reza lakukan.namun saat ini aku hanya pasrah dengan waktu biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.


Aku tidak pernah membayangkan akan mengalami kepahitan hidup seperti yang saat ini sedang aku hadapi,tadinya cerita dan kisah itu hanya cerita yang pernah ku tonton disinetron atau difilm saja, namun kini aku mengalaminya sendiri.


__ADS_2