
Aku mempercepat langkah ku saat melewati lorong hotel aku segera memencet tombol kamar tersebut tak berapa lama pintu kamar terbuka,akupun menghambur memeluk erat kekasihku itu.
"Sayang aku kangen banget sama kamu"
Bagas hanya diam ia hanya membelai rambut dan menciumi pucuk kepalaku aku masih memeluk Bagas begitu lama aku merasa begitu amat rindu padanya,beberapa saat kemudian Bagas melepaskan pelukanku dan menuju sebuah kursi yang berada disudut kamar hotel lalu Bagas duduk dan meneguk air mineral dari dalam botol.
Lalu aku menghampiri Bagas dan duduk di pangkuannya sembari menatap dan mengusap pipi Bagas namun ia segera melempar pandangannya kearah lain.
"Kamu kenapa sih yank?"
"Nggak ada "
Aku melingkarkan tangan keleher Bagas sedikit menarik wajahnya agar mendekat lalu akupun ******* *****, Bagas hanya diam membiarkan aku melakukannya namun sedikitpun tak ada reaksi balik dari Bagas aku menghentikan ****** ku,lalu aku bangkit dan melangkah ketempat tidur dan merebahkan tubuhku diatas ranjang.
"Yank sini dong"
Bagas hanya diam kembali meneguk air didalam botol lalu berdiri mendekati ku dan duduk disisi tempat tidur.
"Aku ingin kerumah ibumu aku ingin membesuk nya" ucap Bagas menatapku
"Nggak usahlah yank"ujarku membalikkan badan kearah Bagas
"Kenapa?"
"Aku tidak ingin membahasnya,karena belum waktunya"
"Jadi kapan menurutmu waktu yang tepat, jika dirimu saja tidak memberi aku peluang untuk dekat dengan ibumu"
"Sabar yank"
Aku menatap langit - langit kamar hotel jujur aku tidak tahu pasti kapan waktu yang tepat itu akan terwujud.
"Atau dirimu sesungguhnya tidak menginginkannya"
"Please yank kita nggak usah membahas itu dulu ya,aku kangen nih"
Aku mendekat duduk disamping Bagas memeluk lengan tangannya sementara tangan kananku mengarahkan wajah Bagas pada wajahku namun aku terkejut saat Bagas menepis tanganku.
"Kamu kenapa sih yank kok kayak gini" tanyaku kembali
"Aku hanya ingin semuanya jelas"
"Jelas seperti apa, jika hanya untuk menemui ibu memang saatnya belum tepat"
Tak ingin Bagas salah paham aku menceritakan tentang sikap ibu terhadap Pak Freddy ketika membesuk ibu"
"Jadi bener kamu masih berhubungan dengan bosmu itu"
__ADS_1
"Tidak sayang saat itu aku bertemu beliau dirumah sakit kebetulan iapun sedang membesuk temannya"
"Kamu mulai pintar berbohong padaku"
"Aku nggak sedang membohongimu yank,percaya aku"
"Coba kamu jelaskan tentang photo yang diunggah diakun FB mu,Kamu bilang saat itu sedang berada dirumah sakit"
Tampa bertanya lagi aku segera mengecek akun FB ku,mendadak aku sangat terkejut Amel menandai ku dan sengaja mengunggah photoku saat dinner bersama dengan Pak Freddy namun hanya tampak kami berdua dalam photo tersebut.
Aku mendial nomor Amel dan segera menghubunginya,tak berapa lama terdengar suara Amel diseberang sana.
"Halo Lina" sayang tumben nelepon ada cowok yang ingin kau kenalkan padaku kah?"
"Maksud mu apa Mel dengan mengunggah photo tersebut"
"Waww kok langsung ngegas kamu Lin santai dikit lah,kenapa kamu takut Reza tau?"
"Persetan dengan Reza,cuma disini kamu nggak ada hak untuk ngelakuin itu padaku Mel"
Aku segera memutuskan panggilan telepon,aku diam mematung aku tak menyangka Amel melakukan itu padaku hatiku sakit mengapa orang suka ikut campur dengan urusan pribadiku tiba - tiba air mataku jatuh mengalir dipipiku,Bagas mendekat dan kembali duduk disampingku kami hanya diam saat itu.
"Jadi karena photo itu kamu berubah?"
Aku mencoba untuk memulai obrolan kembali,dan aku menjelaskan pada Bagas mengapa aku menerima ajakan Pak Freddy.
"Sekarang terserah padamu untuk mempercayainya atau tidak"
"Kamu mau kemana?" ujar Bagas dan Meraih tanganku.
"Aku mau jemput anak - anak kesekolah karena ini sudah waktunya mereka pulang"
"Aku ikut ya"
Aku mengangguk pada Bagas sebenarnya aku ingin menolak namun aku takut Bagas akan berpikir lain.
Saat perjalanan menuju sekolah anak - anak.....
"Yank kamu tidak takut jika ada yang melihat kita?"
"Kamu sendiri bagaimana?"
Aku hanya mengangkat bahu,lalu suasana kembali hening,Rara putri kecilku tampak sudah menungguku didepan gerbang sekolah begitu melihatku putriku berlari kecil menghampiriku ia mendekatiku dengan sedikit heran.
"Hai Princess " ujar Bagas menyapa
"Hai om,kok Bunda jemput adek sama om travel" tanya putriku heran.
__ADS_1
"Ayo masuk dulu dong Princess" timpal Bagas
Putriku pun segera masuk ke mobil dengan wajah penuh tanya
"Emang motor Bunda dimana ?"
"Tadi motor Bunda mogok sayang mangkanya Bunda telepon om travel biar bisa jemput sekolah anak Bunda"
Bagas seketika menoleh kearahku dan mencubit lenganku aku menahan tawa melihat Bagas mencoba protes pada ku saat aku juga menyebut dirinya sopir travel,setelah menjemput si adik kami segera menuju kesekolah putri sulungku namun ketika kami sampai sekolah belum usai,Bagas segera memarkirkan mobilnya.
"Princess turun yuk kita beli ice cream" ajak Bagas pada putriku
Putriku Rara menatap kearah ku seolah ia sedang menunggu izinku aku menganggukkan kepala padanya putriku tampak senang kemudian turun mengikuti Bagas,Bagas segera mengandeng tangan Rara menuju ke sebuah toko harian.
Tak berapa lama Bel sekolah berbunyi tampak sisulung sedang berjalan menuju gerbang sekolah ia menoleh kekanan dan kekiri mencari keberadaan ku, aku segera memanggilnya iapun melangkah menuju kearahku.
"Ini mobil om Bagas Kan bunda?" terus om Bagas nya kemana bunda"
"Lagi beli ice cream sama adik" jawabku sambil menunjuk kearah toko tersebut"
"Kok bunda bisa bersama om bagas"
Akupun kembali menjelaskan hal yang sama kusampaikan pada si adik kepada putri sulungku.
"Hai cantik apa kabar?" sapa Bagas ketika melihat putri sulungku.
"Baik om " ucap putriku sembari menyalami Bagas.
"Mau ice cream?"
"Boleh om"
"Mau yang rasa buah atau rasa coklat"
"Yang rasa coklat ja om"
Setelah menjemput kedua putriku Bagas mengajak kami mampir disebuah restoran untuk makan siang bersama,Bagas begitu niat untuk dekat dengan kedua anak - anakku aku sangat terharu melihat usaha Bagas,kendati sampai kini Bagas belum dikaruniai seorang anak namun ia bisa mengerti apa yang biasa disukai oleh anak - anak.
Ditengah obrolan kami sembari menikmati makan siang tiba - tiba suara ponsel Bagas berdering,Bagas segera beranjak dari tempat duduknya dan sedikit agak menjauh,aku tau pasti itu panggilan telepon dari istrinya.
Beberapa saat kemudian Bagas kembali bergabung bersama kami.
"Ada masalah" tanyaku pada Bagas
"Tidak cuma sekedar bertanya kabar" ujar Bagas dan melanjutkan makan siangnya.
Selesai makan siang Bagas dan aku mengantar kedua putriku kerumah sementara aku beralasan pada mereka untuk menjemput motorku yang berada di bengkel.
__ADS_1
"Yank terimakasih ya sudah ngajak anak - anak makan diluar"
Bagas tersenyum padaku sambil meraih tanganku dan mengenggam jemariku dengan satu tangannya sementara tangan lainnya tetap mengendalikan jalan mobilnya.