
Jam menunjukkan pukul 9 pagi,aku dan kedua putriku berjalan - jalan mengunjungi tempat - tempat wisata yang ada dikota ini,aku belum pernah berkunjung dikota ini sebelumnya dan Bagas menyarankan kepadaku untuk mengunakan jasa pemandu wisata.
Akupun mengikuti saran dari Bagas,hampir seharian kami mengunjungi beberapa tempat - tempat wisata,selain itu kami juga mencicipi berbagai kuliner yang menjadi icon kota tersebut,tak ketinggalan aku juga menyambangi sebuah toko dan banyak kutemui berbagai souvenir khas kota tersebut seperti baju,gantungan kunci dan sebagainya,selain itu toko tersebut juga menyediakan makanan khas kota ini,aku bersama putriku sungguh menikmati liburan kami,Bagas tentunya tidak bisa ikut karena ia harus menyelesaikan urusan pekerjaannya disini.
Tak terasa matahari sudah condong ke barat ,langit pun sudah tampak merah kejinggaan kamipun bergegas bersiap untuk kembali kehotel ketika jam sudah menunjukkan pukul 6 sore,tampak raut wajah kedua putriku yang mulai kelelahan karena hampir seharian kami berwisata mengelilingi berbagai tempat - tempat wisata.
Sebelumnya kami terlebih dahulu mampir disalah satu resto yang menyajikan berbagai menu bakar seafood kami menikmati makan malam sebelum benar - benar kembali kehotel.
Bagas sudah berulang kali meneleponku karena ia khawatir kepadaku dan anak - anak.
Aku sedikit sedih tidak bisa bebas menikmati liburan bersama Bagas selain menjaga perasaan anak - anak, kami merasa takut dan khawatir jika istrinya Bagas memantau dirinya,dan akhirnya aku dan Bagas hanya bertemu jika malam mulai larut,inilah konsekuensi bagi ku karena mencintai pria beristri.
Setibanya dikamar hotel kami segera membersihkan diri kedua putriku segera merebahkan tubuh mereka diatas tempat tidur beberapa saat kemudian merekapun telah tertidur pulas,aku segera menemui Bagas di kamarnya,Bagas segera memelukku begitu aku berada di kamarnya kemudian Bagas mengernyit dahi.
"Lho kok kamu memakai pakaian tidur yank?" ucap Bagas heran
"Aku kecapean yank dikamar aja ya,batalin aja jalan - jalannya?"
"Tapi aku belum makan malam yank,aku nungguin kamu?"
"Maaf yank bagaimana kalau makannya dikamar aja nanti aku temenin ok?"
Bagaspun mengikuti apa yang aku saran dan segera menelepon untuk memesan makan malam.
"Yank kamu mau makan apa?" tanya Bagas
"Masih kenyang yank,lagian aku sudah makan malam tadi" ujarku sambil merebahkan tubuhku keatas ranjang.
Bagas menghampiriku setelah menutup teleponnya,dan berbaring disampingku.
"Kamu tega ya yank,aku rela nahan lapar kamu malah udah makan duluan" ujar Bagas protes
"Maaf yank aku nggak tau kalau kamu nungguin aku,maaf ya
Bagas hanya diam tak bergeming malah ia berbalik tengkurep membenamkan wajah kebantal,sifat lucu membuatku tersenyum geli,kuusap rambut Bagas dengan lembut namun ia segera menepis tanganku.
Tok........tok........tok
"Yank pesanannya udah datang tu"
Namun Bagas tetap diam tak menanggapi ucapanku,aku segera membuka pintu kamar seorang pelayan masuk membawakan menu makan malam pesanan Bagas ditangannya,lalu pelayan tersebut menyodorkan secarik kertas padaku,aku melihat dompet Bagas yang terletak diatas nakas namun aku tidak berani menyentuhnya,sementara aku tidak membawa dompet aku kembali membangunkan Bagas namun ia tetap diam dengan posisi tadi.
Mbak bisa kekamar saya aja mbak kebetulan saya nggak bawa dompet" ujar ku yang disertai anggukan pelayan hotel tersebut,baru saja aku dan pelayan tersebut hendak melangkah keluar tiba - tiba Bagas bangkit dari tidurnya Meraih dompet miliknya dan menyerahkan 2 lembar uang ratusan pada pelayan tersebut.
"Ambil aja kembaliannya mbak"
"Terimakasih Pak" ujar pelayan tersebut dan bergegas keluar kamar.
Bagas kembali merebahkan tubuhnya aku segera mendekati Bagas dan duduk disampingnya.
__ADS_1
"Tau kayak gini aku jadi nyesel makan duluan"
Lagi - lagi Bagas hanya diam.
"Yaudah kalau gitu aku kembali ke kamarku tapi kamu jangan lupa makan ya dan aku minta maaf"
Aku segera berdiri namun tiba - tiba Bagas menarik tanganku,aku kehilangan keseimbangan dan tubuhku terjatuh ketempat tidur dengan posisi tepat dihadapan Bagas dengan menahan sakit dipergelangan tangan kiri ku karena Bagas menariknya dengan kuat.
"Aduh sakit yank"
"Kamu nggak peka"
Aku kembali duduk dengan memegang pergelangan tanganku yang memerah Bagas segera mengecek tanganku sambil mengusap - usapnya.
" Udah kamu makan aja ntar keburu dingin makanannya" ujarku cemberut
"Maaf sayang aku nggak sengaja"
"Jelas - jelas kamu menariknya dengan kuat lalu kamu bilang nggak sengaja"
"Iya aku sengaja aku marah kamu nggak peka" bentak Bagas padaku dan segera bangkit dari duduknya.
Sontak aku terkejut Bagas telah membentakku hanya karena aku makan malam duluan,selama hampir 3 tahun Bagas tak pernah membentakku kini ia lakukan hanya masalah sepele,aku tak kuat membendung air mata yang hendak tumpah akhirnya aku menangis
"Kamu sengaja makan malam dengan pemandu itu karena ketampanannya membuat kamu lupa bahwa aku nunggu kamu dengan menahan rasa lapar..... iyakan!"
Jleb.....
"Sakit.. lepaskan" ujarku sambil terisak .
Melihat itu Bagas segera melepaskan pegangan tangannya dan memelukku.
"Maaf sayang aku tak bisa mengontrol emosiku,aku terlalu cemburu" ujar Bagas sambil membelai rambutku dengan lembut.
"Aku mencintaimu dan tak pernah berhenti mencintaimu,tak ada laki - laki lain yang bisa menggantikan posisimu di hati ku"
"Sekali lagi maafkan aku sayang,aku marah,aku emosi melihat kalian saling tersenyum tadi"
Tidak ada satu katapun yang saling terucap kembali saat ini hanya sentuhan yang menunjukkan rasa takut akan kehilangan dan akhirnya saling menyalurkan sebagai bentuk bukti atas nama cinta.
Hanya suara derit kasur yang berbunyi menciptakan suatu irama indah mengiringi gelora hasrat dua insan yang terjebak dalam belaian cinta terlarang.
Bagas terkulai lemas disampingku menoleh ke arahku dan tersenyum puas telah merasakan bukti dari hasrat ku yang tetap bergelora untuknya.
"Yank malam ini tidur disini ya "
" Bagaimana dengan anak - anak jika mereka terbangun dan tidak melihatku"
"Aku yakin anak - anak nggak bakal bangun, percaya deh"
__ADS_1
"Kamu kenapa bisa nyakin"
"Kan seharian mereka jalan - jalan sudah pasti mereka kelelahan dan akan tertidur pulas malam ini"
Aku hanya diam aku juga kelelahan sehingga mataku mulai mengantuk
"Please yank, besok kita sudah pulang,aku ingin tidur sama kamu malam ini"
"Baiklah,tetapi kamu makan dulu ya"
Bagaspun bangkit dan segera menyantap makan malamnya yang sudah terlambat,akupun menemani Bagas makan malam dengan menahan rasa kantukku.
Malam kian larut namun Bagas tak kunjung mengantuk ia semangkin Liar.
"Yank aku lelah dan rasa kantukku sudah tak bisa kutahan"
"Yaudah kamu tidur aja biarkan aku bergerilya sendiri pokoknya aman dan terkendali deh"
"Huuu......mana mungkin aku bisa tertidur jika diganggu terus"
"Hmmm bagaimana kalau aku pijat biar kamu enakan"
"Nggak ah nanti kamu salah pijatnya"
"Nggak kok....Nggak bakalan,kamu belum pernah ngerasain pijatan ku kan"
"Emang bisa?"
"Ayahku tukang pijat terkenal dulunya masak kamu nggak tau yank..... katanya cinta sama aku sejak dulu masa kita kanak - kanak,cinta tapi nggak tau informasi tentang aku?"
"Aku taunya dulu ayahmu seorang Lurah......kalau tukang urut aku nggak dapat cerita itu"
"Berarti benar kalau kamu tu naksir aku udah dari dulu hingga tau ayahku kerja apa" ujar Bagas sambil mengedipkan mata mengodaku
"Berarti kamu bohong kan kalau soal ayahmu tukang pijat?"
"Kenapa masih tertarik untuk ku pijat?"
"Nggak ah aku mau tidur aja lagian besok harus bangun pagi aku belum pesan travel "
"Besok kita pulang bareng aja "
"Bagaimana bisa?" ntar anak - anak curiga atau tiba - tiba istrimu telepon gimana?"
"Besok kita ngobrolnya yang penting - penting aja biar anak - anak nggak curiga dan anggap aja aku sopir travelnya dan soal istriku gampang deh aku udah atur"
Aku hanya diam mendengar ide Bagas,dan pastinya aku senang bisa pulang bareng Bagas dalam satu mobil.
"Gimana tuan putri atas tawaran saya?" saya pasti mengantar sampai tujuan" tapi sekarang saya minta ongkosnya malam ini"
__ADS_1
Bagas mulai menyerangku dengan gerakan nakalnya yang membuatku begadang malam ini.