CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.45


__ADS_3

Setelah dua hari lagi Reza bakal resmi menikahi Bela,kini Reza sedang sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Sementara aku sengaja membawa anak - anak berlibur agar mereka tidak mengetahui saat ayah mereka akan melangsungkan pernikahannya nanti,aku tidak ingin anak - anakku bersedih disaat ayah mereka sedang berbahagia.


Setelah menandatangani surat persetujuan atas pernikahan Reza yang kedua aku menghampiri putriku yang sedang asik belajar dikamar mereka.


"Kalian sibuk ya" ujarku melihat kedua putriku yang sedang membaca buku didalam mereka.


"Nggak sih bun, cuma mengulang beberapa pelajaran kan sebentar lagi mau kenaikan kelas"Jawab putri sulungku.


"Oya jadi tepat dong,biar nggak stres menghadapi ujian bagaimana jika kita liburan keluar kota" ujarku mulai melancarkan niatku untuk membawa mereka keluar kota.


"Hore akhirnya kita bisa liburan juga" sorak putri kecilku gembira


"Kok mendadak sih bun?" ujar putri sulungku menatapku heran.


"Nggak mendadak sih kak, cuma saat ini bunda baru ada sedikit rezeki dan bunda bosan hanya dirumah dan bekerja" jawabku berusaha menyakinkan putri sulungku.


"Bunda yakin?" ujar putriku seakan curiga.


"Iya kenapa tidak,itu juga kalau Kakak mau menemani bunda sih? ucapku dengan santai.


"Jadi kita liburan berempat dong,mumpung ayah juga disini" ujar putri sulungku


"Kayaknya kita pergi liburannya bertiga karna ayah sedang sibuk saat ini" jawabku sambil mengusap pucuk kepalanya dan segera melangkah keluar kamar.


Aku gugup saat putri sulungku menanyakan tentang ayahnya,aku merasa putriku mulai curiga namun aku berusaha tenang dan akhirnya berhasil meyakinkannya.


Aku bersama kedua anakku menyiapkan segala sesuatunya hari ini,ada semburat kesedihan terpancar dimata putri sulungku,namun ia berusaha untuk menutupinya dan sebagai orang tua aku bisa merasakannya kendati ia tak mengatakannya.


Setelah selesai sarapan pagi aku bersama kedua putriku bersiap untuk berangkat liburan kami menunggu jemputan sang sopir travel tak berapa lama akhirnya travel yang kami tunggu pun tiba.

__ADS_1


Setelah melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu hampir 5 jam akhirnya kami sampai ditempat tujuan,sopir travel mengantarkan kami tepat disebuah hotel.


Setibanya di hotel akupun segera menemui petugas resepsionis di lobi, setelah aku melakukan konfirmasi pemesanan kamar seorang pelayan hotel mengantarkan kami kesebuah kamar yang telah aku pesan.


Hari ini aku dan anak - anak memutuskan untuk berada didalam kamar untuk beristirahat sejenak Karena lelah telah melakukan perjalanan.


Mentari sudah tak tampak lagi,menjelang malam aku dan anak - anak sengaja keluar dari kamar hotel untuk menikmati suasana malam dikota B,langkah kami berhenti disalah satu resto pinggir jalan,menjadi tempat pilihan aku dan anak - anak untuk menikmati makan malam.


Usai berjalan - jalan menikmati suasana malam dan makan malam aku dan anak - anakku kembali kekamar hotel,aku memilih duduk - duduk di balkon hotel karena mataku belum mengantuk sama sekali sedangkan anak - anakku sudah tertidur lelap.


"Bunda kok belum tidur?" tanya putriku yang sudah berdiri di sampingku


"Bunda belum mengantuk sayang,kakak sendiri kenapa belum tidur?" jawabku balik bertanya.


"Bun..... sebenarnya kakak sudah mengetahui bahwa ayah akan menikah dengan tante Bela" ujar putriku menatap kearahku.Sontak aku terkejut dengan pengakuan putriku tersebut sama sekali aku tak menyangka,putriku mengetahui rencana ayahnya.


"kakak tau darimana kabar tidak benar itu" ujarku mencoba menutupi hal yang sebenarnya.


"Maafkan bunda sayang" ujarku dan segera Kupeluk putriku air mataku akhirnya jatuh membasahi kedua belah pipiku,aku tidak tahu akan mulai darimana untuk menjelaskan semuanya.


"Awalnya bun,kakak bersedih,kecewa mengapa kita harus begini kakak inginkan keluarga utuh bun........tapi memandang apa yang telah bunda alami selama ini,kakak berpikir inilah yang terbaik bagi ayah dan bunda"


Aku kembali memeluk putriku,kami saling berpelukan, aku berurai air mata aku terharu dan bersyukur karena putriku bisa menerima kenyataan pahit ini ia mampu menerima kenyataan ini.


Kami menghabiskan waktu liburan dengan mengunjungi berbagai tempat wisata dan mencicipi beraneka ragam kuliner yang menjadi icon kota ini,kami menikmati liburan dengan penuh kebahagiaan.


Sebelum memutuskan untuk pulang kerumah aku mengajak kedua buah hatiku berkunjung kerumah Meta yang kebetulan Meta berdomisili ditempat tersebut.


Dengan mengunakan angkutan umum hampir setengah jam aku dan anak - anak telah sampai dirumah Meta,Meta menyambut kedatangan dengan penuh gembira.


Rumah Meta yang berada di daerah perbukitan dengan hamparan sawah milik penduduk desa membuat kami semangkin menikmati masa liburan kami.

__ADS_1


Selama berada dirumahnya Meta membawa aku dan anak - anak untuk berjalan - jalan berkeliling disekitar desa tempat tinggal Meta.


Meta juga membawa kami kesebuah pantai yang sangat indah anak - anak benar - benar menikmati liburan mereka,tak tampak lagi kesedihan yang terpancar diwajah mereka.


Setelah tiga hari kami menikmati liburan dikota B aku dan anak - anak kembali pulang kerumah, kembali menjalani rutinitas ku seperti biasa, mengurus rumah tangga, bekerja dan lain sebagainya.


Hari ini seperti biasanya setelah mengantarkan anak - anak kesekolah aku segera menyelesaikan pekerjaan rumah tapi sebelumnya aku kembali mengaktifkan ponselku berpuluh pesan dan panggilan dari Bagas memenuhi ruang ponselku aku membaca pesan - pesan tersebut tampa berniat membalas pesan Bagas.


Dalam beberapa detik Bagas langsung menghubungi,aku tersenyum bahagia melihat sikap cemburu Bagas yang ditujukan padaku.


"Assalamualaikum"


"Ada apa dengan dirimu?" kenapa mematikan ponsel,kamu tidak ingin liburanmu terganggu olehku?"


"Nggak ada apa - apa kok,aku butuh waktu sendirian"


Bagas mulai terbakar cemburu dengan sikap cuek yang kubuat - buat terhadapnya,Bagas juga tahu saat itu aku sedang liburan dan aku memang sengaja memajang photo liburanku disosial media,dan ia mulai curiga bahwa aku sudah berbaikan dengan Reza.


Aku berbuat demikian awalnya ingin punya waktu lebih buat anak - anakku,dan aku sendiri merasa belum saatnya aku memberitahu Bagas tentang pernikahan Reza.


Bagas yang sudah terbakar api cemburu mengatakan padaku dalam beberapa hari ia bakal menemuiku ingin rasanya aku berteriak bahagia namun aku menahannya dengan kembali bersikap cuek padanya.


Beberapa saat kemudian Reza meneleponku memberitahu padaku bahwa dirinya kini sudah berada dikota X bersama Bela,aku hanya mendengarkan setiap ucapannya karena sejujurnya aku sudah tidak perduli sama sekali apa yang sedang dan ingin dilakukan oleh Reza,bagiku ada dan tidak adanya Reza sama saja.


Aku melanjutkan pekerjaanku dan setelah selesai aku menjemputmu kedua buah hatiku dari sekolah mereka.


Meskipun perih aku menjalani hidupku aku berusaha kuat,apa lagi didepan anak - anak aku tak ingin mereka melihatku bersedih.


Dan ternyata Bagas menepati janjinya Bagas sudah berada dikotaku,iapun segera meneleponku dan mengatakan bahwa ia ingin aku segera menjumpainya ditempat biasanya kami selalu berjumpa dulu.


Kupeluk Bagas dan menumpahkan rasa rinduku yang terpendam selama ini,Bagas menyambutnya dengan penuh kehangatan hari ini aku dan Bagas menikmati kebersamaan kami.

__ADS_1


__ADS_2