
Aku mondar - mandir menunggu kedua buah hatiku,aku kembali resah muncul berbagai pikiran yang bukan - bukan.
Terdengar suara mobil dari luar aku mengintip lewat gorden jendela ternyata mobil Reza,aku segera berlari dan memutar knop pintu dengan buru - buru.
"Bundaaaaa"........pekik kedua buah hatiku menghambur memelukku.
Kuciumi kedua buah hatiku tak terasa aku meneteskan air mata.
"Bunda jangan menangis......maafkan kami bun"
Aku tak mampu berkata - kata kupeluk kedua buah hatiku dan segera membawa masuk kedalam rumah.
Diruang tengah aku terus - terusan memeluk putriku aku tak ingin jauh dari mereka,baru 1 malam aku berpisah dari buah hatiku bagiku serasa bertahun lamanya.
sementara Reza pergi entah kemana setelah menurunkan anak - anak dari mobil.
Sudah satu minggu berlalu tidak ada pembahasan yang terjadi antara aku dan Reza tentang niatku yang ingin berpisah dengannya.
Kini Reza sudah kembali kekota x untuk menjalani aktivitasnya dan aku seperti semula menjalani rutinitasku sehari - hari dengan menjalankan usaha londry dan sebagai salesman.
Malam ini sama seperti malam - malam sebelumnya tidak ada perubahan.
Ingin rasanya aku berlari dari kepekatan malam namun aku terjebak oleh rasa yang telah pudar.
Malam semangkin larut,sinar bulan dan bintang tampak suram terhalang oleh kabut,dinginnya malam semangkin mengodaku,membangkitkan gairah bercinta yang kian membara "Bagas" ucapku lirih
Mata ku beralih pada ponsel yang sedari tadi berada didekatku,ingin aku menghubunginya malam ini,dan mengatakan bahwa malam ini aku begitu menginginkannya.
kuraih ponselku namun pikiranku seolah berkata tidak,dan aku berusaha menahan diri untuk menjaga image.
Aku memejamkan mataku dan berusaha menepis bayangannya,tapi lagi - lagi aku gagal bayangan wajah Bagas seolah - olah menari - nari dipikiranku membuat aku mengingat kembali kejadian distudio karaoke Bagas mencium bibirku begitu lembut aku mulai menghayal kejadian itu kembali.
persamaan dengan itu Bagas menghubungiku Suara lembutnya menimbulkan desiran hebat disekujur tubuhku bahkan Bagas kembali mencoba mengingatkanku atas kejadian yang pernah kami lakukan di room karaoke.
Besok adalah hari libur sudah dipastikan Bagas akan mengunjungi istrinya yang berada di kota kelahirannya,
Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu akhirnya kami berdua sepakat untuk bertemu kembali besok siang.
__ADS_1
Malam itu kami benar - benar sedang dimabuk cinta kami saling merayu dengan kata - kata penuh gairah hingga kami tak menyadari malam telah berganti pagi.
Matahari telah menampakan sinar terang saat aku terbangun dari tidurku aku buru - buru bangkit setelah melihat jarum jam menunjuk pada angka 10 pagi,aku segera mandi.
Setelah usai mandi aku melangkah keluar kamar dan menghampiri kedua putriku.
"Maafkan Bunda sayang gara - gara Bunda kalian tidak pergi kesekolah"
"Bunda lupa ya hari ini tanggal merah bun"
"Oh benarkah" jawabku singkat
Pikiranku yang sedang tertuju pada Bagas membuat aku lupa jika hari ini hari libur.
Sesuai dengan janji yang kami sepakati,siang ini aku menemui Bagas disebuah hotel aku sudah tidak perduli apakah ini bentuk dari rasa cintaku yang telah lama terpendam atau hanya sekedar ***** semata.
Wangi aroma tubuh Bagas membuatku semangkin lupa diri,Bagas menyambutku dengan sebuah ciuman aku bak musafir yang tersesat dipandang pasir sehingga menerima tawaran Bagas untuk memberikan seteguk air sebagai penghilang rasa dahagaku
Tangan Bagas mulai menyusup disela - sela pakaianku dan meremas gundukan sedang milikku, satu persatu kancing bajuku terlepas dari pengkaitnya,Bagas melepas pagutan bibirnya.
Kemudian berpindah ke gundukan sedang milikku lalu memainkan daging kecil yang menonjol sebesar kelereng yang berada ditengah gundukan milikku itu,dan mengisapnya secara perlahan - lahan dan cukup hati - hati seolah Bagas takut untuk melukainya, aku mengigit bibirku sendiri menahan kenikmatan yang baru saja kualami.
Bagas kembali menghisapnya dan memberi tanda merah disana aku menelan saliva kusendiri.
naluri kewanitaanku memberi respon aku memberi serangan yang seimbang pada Bagas
Tampa meminta izin pada Bagas aku menyentuh benda yang sedari tadi terasa mulai bangun, saat mengetahui benda tumpul itu ingin segera lepas, aku semangkin melayang bahkan aku menginginkan lebih dari sekedar ciuman dan sentuhan,akhirnya kami melakukan hubungan layaknya suami istri.
Tidak cukup sekali bahkan berulang kali Bagas memberikan kenikmatan yang setiap malam aku inginkan.
******* - ******* kenikmatan surga dunia yang kian berpacu mengema memenuhi disetiap sudut ruangan kamar hotel,
Dan akhirnya aku dan Bagas mencapai kepuasan yang tak terhingga,Bagas tersenyum menatapku aku tak sanggup menatap tatapan matanya,secara spontan aku menutup wajahku dengan kedua tanganku,Bagas berbisik mesra ditelingaku, hal itu membuatku kembali bergairah namun aku malu untuk memulainya
Bagas membawaku dalam peluknya.
Aku memutuskan untuk segera membersihkan diri,dengan hasrat yang masih tersisa aku melangkah kaki kekamar mandi.
__ADS_1
Tampa kuduga Bagas menyusulku masuk kedalam kamar mandi aku memang sengaja tidak menguncinya dan kamar mandi inipun menjadi Saksi setiap ******* dan erangan yang keluar dari mulut kami.
Basah tubuh kami membuat kami semangkin bergairah untuk bercinta.
Bagaspun segera ******* bibirku,aku kembali memberi respon aku kembali mendesah saat jari - jari Bagas Bermain sangat lincah tepat dibawah,jujur kuakui ini benar - benar sangat nikmat.
Dan Bagas cukup paham akan situasi yang terjadi diwaktu yang tepat Bagas menghentikan gerakan jari - jarinya membuat aku sedikit kecewa Bagas berbisik dengan mesra.
"Sabar sayang ini baru awal" ucap Bagas lembut
Ternyata Bagas benar menepati janji dengan menyelesaikan tugasnya dengan sempurna Bagas kembali bereaksi memenuhi hasrat yang tengah bergelora
Dan tampa menunggu perintah Bagas dengan perkasa mengobrak - abriknya,dengan gerakan maju mundur mangkin lama mangkin cepat.....cepat...... dan akhirnya teriakan penuh kemenanganpun memecah keheningan, Bagas segera menghentikan aktivitasnya.
Setelah menyelesaikan tugasnya Bagas mengecup keningku sesaat kami saling berciuman dan kami segera membersihkan diri.
Setelah itu aku lansung pulang kerumah dan Bagas harus segera pergi untuk menemui sang istri.
Sesampainya dirumah aku segera merebahkan tubuh diatas ranjang saat ini aku baru merasa pegal - pegal disekujur tubuhku karena sudah lama aku tidak melakukan aktifitas tersebut dan aku memilih untuk tidur.
Namun aku terpaksa menunda niatku untuk segera tidur karena pujaan hati sedang menelepon
"Udah nyampai rumah yank"
"Udah dari tadi,kamu yank udah nyampai dimana?
"Masih diperjalanan mangkanya bisa telepon"
"Apa butuh aku nyusul kesana? ujarku tertawa
"Jangan ngaco kamu yank,bisa mati aku"
"Lantas apa dong"
"Aku hanya memastikan dirimu sudah berada dirumah dengan selamat,aku khawatir"
"Terimakasih sayang"
__ADS_1
"Oke deh ini hampir sampai udah dulu ya yank......muachhhhh"
Aku benar - benar sangat bahagia,Bagas begitu perhatian padaku.