
Sebagai ungkapan rasa syukurku atas kelahiran putri pertama kami,aku berniat mengadakan acara aqiqah buat putri kami.
Setelah selesai makan malam akupun menyampaikan keinginanku pada Reza suamiku.
Reza sedang duduk diruang tengah menghadap laptopnya,akupun menghampiri Reza.
"Re kamu lagi sibuk kah?"
"Iya Lin" ada apa ?"
"Re aku punya keinginan melaksanakan aqiqah untuk putri kita, Re"
"Aku benar - benar sibuk sekarang ini Lin" aku tak punya waktu untuk mengurusnya, banyak persiapan yang harus dilakukan untuk acara seperti itu"
"Hmmm..........bagaimana kalau aku minta mbak Eva membantuku untuk mempersiapkan semua keperluannya,kalau masalah yang begituan mbak Eva sudah cukup faham Re" jawabku menyakinkan Reza.
Akhirnya Rezapun menyetujui niat ku,dan aku segera menelepon mbak Eva untuk memintanya membantuku,mbak Eva dengan senang hati bersedia untuk membantuku,usai menelepon aku kembali kekamar untuk beristirahat.
Pagi ini Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengurus putri kecilku aku menunggu kedatangan kakakku itu,aku merasa tidak sabar ingin segera mempersiapkan semua keperluan dalam pelaksanaan aqiqah putri kami nanti karena saat aqiqah putri kami nanti digelar acara syukuran tentunya membutuhkan perencanaan yang matang.
Pukul setengah sepuluh baru mbak Eva muncul dirumahku aku membuka pintu dengan wajah sedikit cemberut.
"Belum apa - apa kamu udah stres Lin" ucap mbak Eva nanti kalau sudah selesai takut mbak kamu struk lho" ucap mbak Eva sambil tersenyum.
"Hu........mbak udah datangnya lambat pake menyumpahin segala"
"Tadinya mbak mau datang pagi Lin" cuma karna mbak lagi ada urusan jadi mbak agak siangan ke mari,lagian acaranya kan baru sebulan lagi Lin"
"Iya sih mbak"
Mbak Eva Pun segera merincikan segala sesuatunya dan memberikan penjelasan padaku secara detail tentang semua keperluan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan aqiqah nanti.
jelang tengah hari mbak Eva berpamitan padaku karna baru besok kami memulai pekerjaannya.
__ADS_1
Hari ini waktu terasa begitu cepat berlalu, baru saja aku ingin merebahkan tubuh beristirahat jam sudah menunjukkan pukul 17.23 wib akupun kembali bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi,aku menghentikan niat untuk segera mandi mendengar suara mobil Reza dari luar aku bergegas membuka pintu.
"Bagaimana sikecil hari ini?" apakah rewel sayang"
"Nggak Re" jawabku sambil menyodorkan segelas air putih
"Duduklah sebentar sayang,,,,,,ada yang ingin aku katakan" ujar Reza datar akupun lalu duduk disebelah Reza.
"kamu mau ngomongin apa Re?"
"Untuk sementara kita terpaksa mengundurkan keinginan untuk aqiqah sikecil Lin"
"Mengapa Re?"
"Mama lagi butuh dana Lin" sedangkan uangku tidak cukup kalau harus memenuhi keduanya"
Mendengar ucapan Reza aku sangat kecewa tapi harus bagaimana aku berdiri hendak melangkah pergi kekamar,Reza segera menarik tanganku.
"Mengapa kamu tidak bisa mengerti Lin?" kamu marah" tanya Reza padaku aku hanya menggelengkan kepala.
Ada kekesalan menyelimuti hatiku,aku menangis dibawah guyuran air shower.
Pagi ini aku dibantu mbak Eva menyiapkan segala sesuatunya, mbak Eva menyarankan pada ku untuk menambah daging kambing karena aku ingin saat aqiqah nanti juga digelar acara syukuran,hari ini kami cukup banyak pekerjaan selain mempersiapkan lauk pauk aku juga harus menyewa tenda karena kontrakanku tidak bakal bisa menampung seluruh tamu undangan.
Mungkin juga karena terlalu banyak bergerak dan kelelahan tiba - tiba mengalir darah lewat selangkanganku,kurasakan sakit diarea X aku segera memeriksanya kekamar mandi ternyata jahitanku terbuka dan harus dilakukan jahitan ulang aku takut untuk mengabari Reza,untuk itu akupun meminta bantuan pada Mbak Eva mengantarkanku ketempat bidan dimana aku melahirkan kemarin.
Setelah selesai aku dan mbak Eva segera pulang karena aku takut Reza pulang duluan. Saat aku tiba dirumah ternyata Reza sudah berada dirumah,
Aku lupa mengatakan pada ibu agar jangan memberitahu Reza,aku takut Reza bakal marah saat melihatku pulang dengan wajah pucat menahan rasa sakit Rezapun sangat panik dan khawatir namun aku berusaha untuk menyakinkan Reza bahwa aku baik - baik saja.
Tapi memang malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih malamnya aku mengalami demam tinggi dan harus diopname untung ada ibuku yang membantu merawat putri kecilku.
Sudah dua hari aku terpaksa terbaring ditempat tidur dan kabar ini rupanya telah sampai ditelinga ibu mertuaku,hingga sepagi ini ibu mertuaku sudah berada tepat didepan pintu rumah.
__ADS_1
Kali ini mertuaku datang tidak sendirian dia bersama dengan Farhan adik iparku,babak baru pun dimulai aku mendapat komentar pedas dari ibu mertuaku itu.
"Kamu tu jadi orang suka ngeyel ya Lin" sudah tau ada bayi masih aja memikirkan pesta segala,taunya menyusahkan suami" sarkas ibu mertuaku,aku hanya diam tak menggubrisnya
"O iya Kak gimana persiapannya?" Farhan akan membantunya kak" biar semua Farhan yang urus kakak tinggal beres" deh timpal Farhan.
"Terimakasih,,,, Alhamdulillah dek semua sudah dihandle mbak Eva" jelasku
"Kakak iparmu ini mana percaya sama kamu Farhan"
"Maaf ma bukan begitu maksud Lina"
Akhirnya Reza ikut berbicara dengan emosi Reza malah memarahiku Reza menilai aku tak ingin melibatkan mama dan adiknya dalam persiapan pesta syukuran putri kami, mendengar kata - kata Reza aku begitu sedih, mengapa mereka selalu salah menilai ku.
Dan pagi ini Reza masih mendiamkan ku, bahkan Reza berangkat kerja tampa berpamitan pada ku, Reza sama sekali tidak menjamah sarapan pagi yang telah kusiapkan,kerena perlakuan Reza aku semangkin membenci ibu mertuaku itu.
Monolog
"Inikah dirimu yang sesungguhnya Re",aku sudah banyak mengalah aku tidak pernah protes setiap dirimu menghabiskan waktu liburmu dirumah mamamu,aku tidak marah saat dirimu sering kali membantu adik dan orang tuamu,aku tidak pernah marah walau tidak pernah diberi uang belanja,kamu berubah Re, seandainya aku tau akan begini mungkin aku tidak ingin berhenti bekerja,bukan pernikahan seperti ini yang kuimpikan aku menangis sesegukan.
next....
Aku mengusap air mataku saat mbak Eva tiba di rumahku aku tak ingin mbak Eva tahu apa yang sedang terjadi didalam rumah tanggaku.
"Kamu kenapa Lin?"
"kelilipan debu saat membersihkan jendela kamar mbak" jawabku berbohong.
"Udah kamu istirahat saja Lin" biar mbak yang urus semuanya, mbak Lidya juga bakal kemari kok hari ini"
"Benarkah mbak" jawabku girang mbak Eva menganggukkan kepala sambil memulai pekerjaannya.
Waktu yang dinantipun tiba dipandu pak ustad yang membacakan shalawat Reza menggendong putri kami berjalan mengelilingi keluarga dan sahabat terdekat,mereka satu persatu menggunting ujung rambut putri kami,aku tersenyum bahagia aku berdoa semoga anakku kelak menjadi anak yang Sholeha dan selalu mampu menghadirkan senyum untuk orang - orang yang mencintainya.
__ADS_1
Alhamdulillah sesuai waktu yang telah ditentukan akhirnya terlaksana sudah aqiqah untuk anak pertamaku.
Keluarga dan para sahabat hadir memenuhi undanganku memberikan doa restu, hatiku sangat senang dapat merayakan hari kelahiran putri pertamaku.