CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.06


__ADS_3

Malam telah larut namun aku belum bisa memejamkan mataku,ku ambil buku harian ku kumasukkan kedalam sebuah kotak,ku kunci rapat - rapat ku buang jauh - jauh segala angan dan khayal ku, ucapkan selamat tinggal cinta.


Empat bulan yang lalu Reza telah resmi melamar ku,Satu bulan kedepannya kami akan segera melangsungkan pernikahan.


Aku tak tau harus senang atau bersedih,menikah dengan orang yang dicintai adalah impian semua orang tapi apa yang terjadi denganku,aku menghela napas panjang dan menghembuskan dengan perlahan mungkin inilah takdirku.


Siang ini Reza menjemput ku untuk fitting baju pengantin yang sudah kami pesan berapa bulan lalu.


"Udah lama nunggunya sayang?'' Reza bertanya kepadaku lalu duduk tepat di sebelahku.


O iya aku membawa nih referensi contoh kartu undangan pernikahan kita nanti,kamu suka yang mana sayang" tanya Reza.


"Udah kamu pilih aja mana yang kamu suka" ujarku singkat.


"Bagaimana kalau yang ini?''


"Bagus,selama kamu menyukainya" ujarku datar


Reza membolak-balikkan kartu undangan tersebut kemudian meletakkan diatas meja dan menggeleng-geleng kan kepala.


"Gini aja deh kamu pilih yang mana menurutmu paling bagus kemudian kamu kabari aku sayang" ucap Reza lagi.


"Kamu udah siap?'' kita berangkat sekarang ya" ujar Reza akupun menganggukkan kepala.


Sesampainya di butik pemilik butik dan seorang pelayan menyambut kami dengan ramah.


"Selamat siang" sapa pelayan tadi.


"Siang mbak" ucap Reza.


"Silakan duduk mas,mbak saya ambilkan dulu bajunya" ujar pelayan itu berpamitan,kamipun ngobrol dengan pemilik butik tak lama kemudian pelayan itu kembali dengan membawa beberapa baju pengantin.


"Silakan dicoba mbak lina" ujar pemilik butik.


Pelayan itu membukakan gorden tempat ganti baju,dengan menyodorkan satu gaun pengantin kepadaku,aku menerima gaun itu.


"Mari mbak saya bantu" ujar pelayan tadi


"Terimakasih" jawabku sambil tersenyum.


Akupun mencoba beberapa baju berdiri didepan cermin,Reza berdiri mendekat dan memelukku dari belakang.


"Kamu terlihat semangkin cantik sayang,gaun ini sangat cocok sekali di tubuhmu" ucap Reza kemudian menyentuh lenganku dengan sedikit nakal.

__ADS_1


"Aku semangkin nggak sabar yank" bisik Reza di telingaku.


"Ehem"pemilik butik berdehem sambil tersenyum,aku segera melepaskan pelukan Reza dengan menahan rasa malu Setelah selesai fitting baju pengantin kami berpamitan pada pemilik butik.


Sebelum pulang Reza mengajak ku kesebuah cafe,sampai dicafe Reza memilih tempat duduk paling pojok sesaat kemudian seorang pelayan menghampiri kami.


"Selamat malam mau pesan apa mas..mbak?'' sapa pelayan itu dengan ramah Reza mengambil buku menu yang terletak dimeja.


"Kamu pesan apa sayang tanya Reza memberikan buku menu kepadaku,akupun memesan segelas kopi hangat,Reza tersenyum smirk.


"Kopi pahit mbak" pada pelayan tersebut,setelah mencatat pesanan kami pelayan itupun meninggalkan kami.


Reza merapatkan posisi duduk bergeser mendekatiku,aku tak bisa bergeser karna berada dipojok,sesaat kemudian pelayan itu kembali membawakan segelas kopi dan flavoured tea ditangannya.


Reza menatapku dengan tatapan mesum melingkarkan tangannya ke pinggangku, aku gugup,aku menyesap kopi pesananku dan meneguknya,lidahku terasa terbakar aku tersedak kerongkonganku terasa perih menahan rasa pahit, sehingga akupun ter batuk - batuk.


"Hahahaha"Reza tertawa terbahak aku melotot membulatkan mata,Reza mengambil tisu dan mengusap bibirku dari bekas sisa kopi dan....cup....Reza mendaratkan ciuman ke bibirku, repleks aku mendorong tubuh Reza lalu bangkit berniat ke toilet karena panik akupun menabrak seseorang.


Bruk,kami sama - sama kehilangan keseimbangan dan terjatuh


"hei punya mata nggak sih lu" sarkas perempuan cantik dan seksi itu.


"Ma...... ma.....maaf mbak" ujarku gugup


"Dasar kampungan lu" umpatnya lagi,Reza menghampiriku dan membantuku untuk berdiri.


"Hey mas kamu kemana aja,aku kangen" ucap wanita itu dengan tingkah manjanya bergelayut bersandar dipundak Reza aku bergidik geli Reza tersenyum pada wanita cantik dan seksi lalu melepaskan tangan wanita itu.


"Kenalkan ini Lina,Lina ini Angel Reza" ucap Reza memperkenalkan wanita itu padaku,akupun mengulurkan tangan Angel menyambutnya dengan sinis.aku pamit pada Reza dan Angel untuk ke toilet.


Setelah dari toilet aku menghampiri Reza yang sedang duduk ngobrol dengan Angel.


"Berhubung kamu bakal menikah mas,bagaimana kalau malam ini kita ke salonku, mas harus perawatan gratis deh sebagai kado dari aku" ucap Angel.


"Bagaimana sayang" ujar Reza meminta pendapatku belum sempat aku menjawab Angel kembali membujuk Reza.


"Please mas kalau kamu nolak aku bakal ngambek nih"


"Sayang kamu mau kan?'' Reza kembali bertanya padaku.


"Aku capek nih pengen istirahat,aku bisa kok pulang sendiri"


"Lain kali aja ya" ujar Reza pada Angel

__ADS_1


"Ah mas payah,belum apa - apa udah minta izin segala,lagian di salon bisa istirahat kok mbak"


Angel tak henti - hentinya membujuk Reza,lama - lama Reza kewalahan untuk menolak permintaan Angel sementara aku berfikir jika aku pulang sendiri ibu pasti marah padaku dan akhirnya aku mengalah dan menemani Reza ketempat Angel.


kami meninggalkan cafe setelah Reza membayar semua pesanan.


Ternyata tidak hanya Angel yang mengenal Reza,Semua wanita - wanita seksi di salon milik Angel mengenal Reza dengan sangat akrab.


Angel menarik tangan Reza masuk keruangan yang hanya dibatasi dengan kain gorden,sementara aku duduk disofa dengan membuka sebuah majalah yang terletak diatas meja,seorang wanita berperawakan tinggi berkulit putih datang mendekat padaku.


"Mari mbak mas Reza meminta saya untuk massage mbaknya" ujar wanita cantik tersebut.


Akupun mengikuti wanita itu masuk keruangan yang bersebelahan dengan ruangan yang Reza masuk tadi.


"Silakan mbak berbaring ucap wanita itu sambil mengulurkan sebuah handuk padaku,aku menuruti apa yang dikatakan wanita cantik itu,aku mulai mendengar suara - suara aneh dari sebelah,pelan tapi cukup jelas terdengar suara rintihan wanita dan ******* suara pria,lama kelamaan suara itu kian muncul silih berganti,aku menutup telingaku dengan kedua tanganku.


####Selesai dari salon#####


Ku arahkan pandanganku ke jalanan yang tampak mulai sepi,Reza mencoba meraih tanganku dengan satu tangannya aku mengalihkan posisi tangan dan segera mengambil ponselku dari dalam tas dan berpura - pura menelpon seseorang,Reza melirikku.


"kamu kenapa sayang?''


"Telpon ibu tapi tak ada jawaban mungkin ibu sudah tertidur" jawabku asal.


"Gimana tadi enak setelah massage"


"Enak jadi ngantuk hoam" ucapku malas menanggapi pertanyaan Reza akupun pura - pura menguap dan menyandarkan kepalaku ke sisi samping jendela sambil memejamkan mata.


Mobil Reza berhenti dihalaman rumahku,kubuka pintu dan buru - buru turun tapi Reza sudah menarik tanganku dengan kuat membuatku kembali terduduk.


"Sayang sekali aja,boleh ya sambil tetap memegang tanganku.


"Kamu mau apa Re? aku udah ngantuk nih"


"Sun dong sayang" ujar Reza dan mulai mendekatkan wajahnya.


"Kamu apa - apaan sih Re nggak sopan banget, gimana kalau ibu melihatnya"


Reza akhirnya melepaskan tanganku aku bergegas keluar tampa berkata sepatahpun dengan Reza.


Aku langsung merebahkan tubuh,menumpahkan semua rasa kesal,air mata yang kutahan sedari tadi akhirnya tumpah juga.....aku menangis.aku merasa tak dihargai.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


###############


hai salam kenal jangan lupa dukung ya novel perdanaku dengan cara comment,like dan votenya ya terimakasih🙏


__ADS_2