CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps,43


__ADS_3

Bagas berhasil meyakinkan ku,hingga aku berjanji padanya untuk setia menunggunya untuk mewujudkan cita dan cinta kami kelak.


Bagas menepati janji ia selalu meneleponku sekedar menanyakan kabarku disaat jam kantor dan akhirnya aku terbiasa akan hal ini.


Cinta adalah kekuatan terbesar di dunia,dalam hubungan cinta juga tak selalu berjalan mulus sehingga beberapa orang memilih untuk berhenti ketika segala sesuatunya berubah menjadi sulit dan tidak nyaman,namun cinta sejati saling memahami dan mendukung satu sama lain dalam menjalani masa - masa sulit.


Mungkin banyak yang menilai bahwa cinta yang terjalin antara aku dan Bagas hanya sekedar ***** semata,namun aku tidak pernah perduli dengan mereka yang menilai hubungan kami tersebut,dalam cinta tentu memiliki *****.hanya mungkin kami yang tidak mampu untuk menghindarinya, sehingga membuat sebagian orang memandang rendah akan cinta kami,tapi biarlah karna kami yang tahu dan kami berdua yang merasakannya.


Aku kini menjalani kembali rutinitas ku dengan penuh semangat aku tak pernah bersedih lagi seperti hari - hari kemarin semua semata - mata komitmen yang telah kami ikrar kan berdua untuk saling setia dan saling percaya.Bagas selalu setia memberikan dukungan terhadapku.


Siang ini seperti biasa setelah aku menyelesaikan semua aktivitas ku dirumah sebagai salesman tentunya aku harus rajin dan giat berpromosi dan untuk itu siang ini aku akan berkunjung kerumah seorang teman,aku segera bersiap - siap.


Ponselku dari dalam tas terdengar berdering akupun segera mengambil ponselku dari dalam tas dan ternyata Bagas kembali meneleponku.


Seperti biasa ia selalu mengingatkan ku untuk tidak melewatkan makan siang,walau terkesan agak membosankan bagi sebagian orang namun entah mengapa aku selalu senang mendapatkan pertanyaan yang sama dari Bagas setiap harinya.


Dan anehnya aku tak pernah bosan untuk mengobrol dengan Bagas namun suara ketukan pintu dari luar membuatku menghentikan obrolanku dengan Bagas aku segera membuka pintu seorang wanita cantik sedang menatapku dengan raut wajah sedih,aku segera mempersiapkan wanita tersebut masuk.


"Maaf apa benar ini rumahnya mas Reza?"


"Bukan ini rumah saya,dan ada urusan apa anda dengan Reza?" mengapa tidak menelepon saja langsung"


"Maaf sekali lagi Mbak boleh saya tau, mbak ini siapanya Reza?"


Perempuan tersebut menanyakan sesuatu yang mulai memancing emosiku dan emosiku semangkin menjadi saat ibu mertuaku secara tiba - tiba muncul didepan pintu rumahku dengan ramah menyapa perempuan tersebut sembari berpelukan.


Ibu mertuaku pun menjelaskan tentang siapa wanita yang sedang berada di rumahku saat ini,dia bernama Bela.


Bela adalah selingkuhan Reza selama ini,namun sudah satu bulan Reza tidak lagi bisa ia hubungi sementara ibu mertuaku tidak berhasil membujuk Reza untuk segera menikahi Bela yang saat ini tengah berbadan dua.


"Lantas maksud mama apa?" membawa perempuan ini kemari"


"Reza hari ini akan pulang Lin dan menurut mama sebaiknya biarkan Bela disini agar bisa bertemu dengan Reza"

__ADS_1


"Apakah mama tidak memikirkan perasaan cucu - cucu mama jika mereka mengetahuinya?"


"Mereka sudah besar Lin,dan kamu bisa saja memberi pengertian pada cucu mama agar mereka memahaminya,seperti kamu memberi pengertian pada mereka saat kamu selingkuh"


"Mar!" mohon jaga ucapan mama" dan dengan sangat hormat Lina mohon tinggalkan rumah ini,dan kamu saya harap kamu bisa menyelesaikan urusanmu dengan Reza diluar rumah saya"


Setelah mendengar ucapanku ibu mertuaku bersama wanita tersebut segera meninggalkan rumahku, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk mengusir ibu mertuaku dari rumahku namun aku tak ingin jika putriku mengetahui semua ini.


Aku mengurungkan niatku untuk keluar hari ini,hatiku terasa sakit namun bukan karena memikirkan perbuatan Reza tapi karena sikap ibu mertuaku yang sama sekali tidak memikirkan perasaan kedua buah hatiku.


"Bun tadi ada apa dengan nenek dan siapa tante yang bersama nenek tadi bun?"


"Tidak kenapa - kenapa sayang"


"Bunda tidak jadi keluar ya"


"Tiba - Tiba bunda merasa kurang enak badan sayang"


"Bunda ingin Kakak buatkan teh hangat?"


Putriku melangkah menuju dapur untuk membuatkan segelas kopi hangat Bagas kembali meneleponku


"Dimana sayang?"ucap Bagas menyapaku dengan lembut.


"Masih dirumah,tiba - tiba saja aku kurang enak badan" ujarku berbohong


"Mangkanya jangan terlalu diforsil kerjanya dong,kalau lagi butuh uang dirimu ngomong aja ke aku yank" ujar Bagas begitu perhatian.


"Makasih sayang aku masih ada simpanan kok" ucapku


"Aku akan mentransfer sedikit uang buat kebutuhanmu dan anak - anak, aku ingin kamu segera istirahat ok muachhh"ujar Bagas sebelum mengakhiri obrolan.


Jelang sore Reza sudah kembali pulang kerumah,Kedua buah hatiku begitu bahagia menyambut kepulangan ayah mereka.

__ADS_1


Setelah beberapa saat beristirahat dan ngobrol bersama anak - anak Reza segera masuk kedalam kamar untuk segera beristirahat karena baru saja dari perjalanan jauh.


Untuk sementara aku tidak menanyakan pada Reza tentang permasalahan tadi siang sampai selesai makan malam.


Setelah anak - anak tertidur aku menemui Reza yang sedang sibuk didalam kamar dengan laptopnya,aku duduk bersandar disebuah kursi yang berada didekat jendela kamar.


"Re ada sesuatu yang ingin kubicarakan padamu"ucapku mengawali pembicaraan.


"Berbicaralah aku mendengarnya" ujar Reza dengan masih tetap fokus dengan laptopnya.


"Tadi siang mama kerumah dengan seorang wanita"ucapku bertanya kepada Reza


"Lantas apa yang mereka katakan padamu" ujar Reza balik bertanya.


"Wanita itu dan mama ingin agar dirimu bertanggung jawab atas kehamilan wanita itu" ucapku menjawab pertanyaan dari Reza.


"Aku tau siapa Bela sebenarnya jadi jangan ikut campur permasalahan ku,dan semua itu karena sikapmu" ujar Reza malah menyudutkan ku.


"Re aku tidak ingin ikut campur jika ini tak melibatkan ku karena mamamu ingin wanita itu disini di rumah ini agar bisa berjumpa denganmu,aku tidak akan membiarkan dia bersamamu tinggal disini karena ini adalah rumahku" ucapku penuh emosi


"Jadi sekarang apa mau mu!" sarkas Reza.


"Sebaiknya kita bercerai saja Re" menikahlah dengan Bela"ucapku sambil bangkit dari dudukku.


"Aku tidak akan pernah menceraikan mu titik!" ujar Reza menatap nanar kearahku.


"Kamu temui mamamu dan wanita itu sekarang jangan sampai anak - anak mengetahui hal ini,kasihan mereka"ucapku dan melangkah keluar dari kamar.


"Kenapa baru sekarang kamu memikirkan anak - anak dimana hatimu saat kamu melakukan perselingkuhan itu!" kenapa saat itu kamu tidak memikirkan perasaan anak - anak!"ujar Reza melangkah mengikuti dari belakang.


"Berbicara padamu tidak pernah ada penyelesaiannya,terserah padamu sekarang" ucapku putus asa.


Hidup memang tentang sebuah pilihan dan setiap orang berhak atas pilihan begitu juga dengan diriku aku berhak atas jalan hidupku tapi aku tak sanggup jika pilihanku membuat luka bagi orang - orang yang aku sayangi, terutama buat ibu kandungku yang selalu menginginkan agar aku tetap memilih hidup bersama Reza.

__ADS_1


Disamping itu aku juga khawatir jika pilihanku nantinya membawa efek buruk bagi kejiwaan buah hatiku,hal itu yang membuat aku sulit untuk memilih.


Sementara setelah bertahun - tahun aku menjalani bahtera rumah tangga bersama Reza hubungan kami semangkin buruk,kami seolah sedang membangun benteng - benteng yang tinggi, pertengkaran yang sering terjadi membuatku sulit untuk membayangkan hubungan yang damai.


__ADS_2