
Setelah menikah Reza memintaku untuk berhenti bekerja selain itu juga Reza menginginkan kami pindah dari rumah ibu,
Reza ingin mengontrak sebuah rumah dengan alasan agar lebih leluasa.
Keinginan Reza terasa berat buatku hal ini kusampai pada ibu saat sedang ngobrol dengan ibu diteras belakang rumah.
"Bu ada yang ingin Lina sampaikan pada ibu"
"Apa itu Lin?" tanya ibu antusias.
Lama aku terdiam aku tidak tau harus dimulai dari mana, aku takut ibu bakal sedih nantinya
"Katakanlah Lin ibu ingin mendengarnya"
"Emm....... Reza Bu"
Aku berat untuk melanjutkan kata - kata aku kembali terdiam.
"Ada apa dengan Reza Lin?" bicaralah Lin" ujar ibu sambil mengusap punggung tanganku
"Reza ingin agar aku berhenti dari pekerjaanku Bu"
Mendengar kata - kata ku barusan Ibu malah tersenyum padaku.
"Memang sebaiknya kamu berhenti bekerja nak agar bisa lebih fokus mengurus rumah tangga kalian,ibu sangat mendukung keinginan Reza"
"Tapi Bu......bagaimana dengan ibu,bagaimana ibu memenuhi semua kebutuhan ibu?" jika Lina berhenti bekerja Bu"
"Kamu pastinya tau ada kebun peninggalan bapakmu dan hasil dari kebun itu bisa mencukupi kebutuhan ibu Lin" ucap ibu menjelaskan kepadaku.
"Ibu yakin Bu?"
"Selama ini uang yang kamu berikan pada ibu,ibu menabungnya Lin sementara untuk makan serta kebutuhan lain,itu dari hasil kebun,wajar kalau kamu tidak mengetahuinya Lin karna selama ini kamu sibuk dengan urusan pekerjaanmu,jadi turuti permintaan suamimu Lin"
"Tapi ada permintaan Reza selain itu Bu"
"Kebahagiaan rumah tangga diatas segalanya turuti lah semua perintah dan keinginan Reza Lin demi keharmonisan rumah tangga kalian"
"Tapi untuk yang satu ini berat buat Lina Bu,Lina tidak sanggup Bu" ujarku dengan suara serak aku mulai menangis.
"Katakanlah nak"ucap ibu sambil mengusap air mataku yang mulai jatuh.
"Reza akan mengontrak rumah Bu, aku tak akan sanggup meninggalkan ibu sendirian"
Air mataku tumpah tak terbendung,ibu terdiam lama kupeluk ibu dengan erat ibu membelai rambutku.
__ADS_1
"Tapi ibu tak perlu khawatir Lina tidak akan pernah meninggalkan ibu,ibu jangan takut Bu, Lina akan berbicara pada Reza, pasti Reza mau mengerti atau jika Reza tetap memaksa pindah Lina akan minta ce...."
Mendadak ibu menutup bibirku dengan jari telunjuknya.
"Jangan Lin jangan pernah kamu ucapkan kata - kata itu,ibu menangis teringat mbak mu Eva"
Lalu ibu terdiam tidak melanjutkan kata-katanya,aku penasaran sekaligus bingung dengan kalimat yang barusan ibu ucapkan apa hubungannya keinginan Reza pindah dengan mbak Eva bathinku.
"Mbak Eva........ada apa dengan mbak Eva bu?
"Mbak mu bercerai dengan suaminya Lin"
"Mengapa bu,kok bisa?"
"Tito selingkuh Lin ternyata selama ini Tito berpoligami"
"Deg...........
Aku terasa tak percaya kalau mas Tito begitu,Bukankah selama ini hubungan mereka baik - baik saja.
"Lina tak menyangka Bu jika mas Tito tega berbuat seperti itu pada mbak Eva"
"Sudah lama mbak mu tau Lin cuma baru kemaren Eva bercerita pada pada ibu,mbak mu mencoba bertahan selama ini demi anak - anak mereka,tapi untuk sekarang mbak mu sudah tidak tak sanggup lagi dengan kelakuan Tito yang semangkin kasar terhadap mbakmu, selain kasar Tito itu lebih mementingkan istri mudanya Lin.
Mbak mu ingin melupakan semua kenangan pahit saat bersama Tito untuk itu mbak mu berniat ingin menjual rumahnya,Eva akan tinggal bersama ibu disini dirumah ini Lin untuk itu kamu tak perlu mengkhawatirkan ibu.
Ditempat lain..........ibu mertuaku sedang sibuk menyiapkan acara syukuran malam nanti atas pernikahan aku dan Reza.
Reza meneleponku mengingatkan aku dan memintaku agar aku segera bersiap - siap.
Dalam perjalanan menuju rumah mertuaku Reza kembali menanyakan keputusanku tentang keinginannya.
"Bagaimana sayang apakah kamu bisa mengabulkan semua keinginanku?" tanya Reza aku menganggukkan kepala Reza mengusap pucuk kepalaku.
"Terimakasih sayang"ucap Reza aku tersenyum.
Ibu mertuaku menyambut kedatangan kami dengan sikap ramahnya.
"Eh udah datang anak dan menantu mama" ujar mertuaku menyambut kedatanganku bersama Reza lalu ia mencium pipiku tak lupa ibu mertuaku juga memperkenalkan aku dengan kerabat mereka yang lain.
Aku memang tak pernah tau dan mengenal satupun keluarga besar Reza,saat pacaran pun aku hanya sekali berkunjung kerumah mertuaku itupun saat Reza ingin mengenalkan aku pada kedua orang tuanya.
Aku membaur dengan keluarga Reza yang lain membantu mereka menyiapkan hidangan buat acara syukuran malam ini,ternyata semua kerabat Reza ramah - ramah dan menyenangkan dari situ pula aku baru tau Reza adalah seorang anak yang sangat sopan dan berbakti pada kedua orang tuanya dan menyayangi adiknya,
Aku dan Reza menginap malam itu kami berbincang - bincang diruang tamu setelah acara syukuran selesai Rezapun menyampaikan pada ibunya bahwa aku menyetujui keinginan Reza untuk berhenti dari pekerjaanku dan pindah rumah,ibu Reza senang mendengarnya.
__ADS_1
Setelah kembali dari rumah mertuaku,Reza menyampaikan pada ibu niatnya untuk membawaku pindah.
Reza menghampiriku saat aku dan ibu sedang menikmati acara televisi diruang tengah,Reza duduk tepat di sebelahku.
"Bu........jika diizinkan aku berniat ingin mengajak Lina untuk mengontrak rumah Bu"
Reza terkesan gugup menyampaikan niatnya pada ibu,ibupun tersenyum pada Reza.
"Nak Re" Lina adalah istrimu kamu berhak atas diri Lina jadi kamu boleh membawa Lina kemana saja kamu suka,ibu merestuinya"
Reza yang duduk di sebelahku menundukkan kepala.... terdiam sesaat.
"Jadi ibu tidak keberatan?"
Ibu bakal sendirian" ucap Reza kemudian
"Nak Re tidak perlu khawatir,akan ada Eva yang nantinya menemani ibu" ucap ibu dan akhirnya ibupun menceritakan tentang permasalahan yang telah terjadi pada rumah tangga mbak Eva.
Ibu tampak bersedih air mata menggenang disudut kelopak mata tuanya Reza mendekat dan memeluk ibu.
"Kasihan mbak Eva semoga mbak Eva kuat menjalaninya" gumam Reza bersimpati.
~Beberapa hari kemudian~
Aku dan Reza menempati sebuah kontrakan yang direkomendasi ibu mertuaku jarak rumah tersebut tidak jauh dari rumah mertuaku.
Karena itu aku jadi sering bertemu ibu mertuaku bahkan hampir tiap hari,ibu mertuaku begitu perduli tentang kehidupan rumah tanggaku bahkan bisa dikatakan mertuaku mendominasi dalam urusan rumah tanggaku bersama Reza.
Mendekati bulan ke-6 pernikahan kami akupun positif hamil ini merupakan kebahagian yang tak ternilai buat semua keluarga besar kami khususnya buat aku dan Reza.
Kabar gembira tentang kehamilanku inipun ku sampaikan pada Reza setelah Reza pulang dari kerja.
"Re" panggilku dan menyodorkan testpack pada Reza sedikit kaget akhirnya berdiri dan memelukku.
"Kamu hamil sayang?" tanya Reza memastikan aku menganggukkan kepala Reza kembali memelukku dan mencium keningku sambil mengelus perutku yang masih rata.
Reza membopongku membawaku kedalam kamar membaringkan ku keatas ranjang dan kembali menghujaniku dengan ciuman.
"Mandi dulu Re bau"ucapku sambil menutup hidung.
"Siap tuan putri" ujar Reza mengambil handuk dan bergegas kekamar mandi,setelah selesai mandi Reza membawaku ke dokter kandungan sekedar untuk memastikan kehamilanku hasil pemeriksaan dokter membenarkan bahwa aku hamil,Reza yang bahagia dengan kehamilan pertamaku segera menyampaikan kabar bahagia ini kepada ibunya,ibu mertuaku sangat senang mendengarnya.
Saat aku dan Reza pulang kerumah, ibu mertuaku sudah berada diteras rumah,kami masuk kedalam rumah,mertuaku menyampaikan maksud kedatangannya malam - malam.
"Begini Re karna Lina lagi hamil muda mama tidak ingin ada apa - apa dengan cucu mama, jadi menurut mama sebaiknya kalian tinggal dirumah mama untuk sementara sampai Lina melahirkan Re"
__ADS_1
Rezapun menyetujui saran dari mamanya tampa meminta pendapatku akhirnya aku dan Reza tinggal dirumah ibunya Reza mertuaku.
Bersambung......