CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.23


__ADS_3

Tak terasa dua tahun sudah berlalu,ternyata usaha tidak menghianati hasil aku kini sudah bisa memiliki sebuah rumah kecil walau hanya dengan cara mencicil nya,aku semangkin bersemangat untuk mewujudkan impianku, hari demi hari aku bekerja keras dan tak mengenal lelah.


Namun entah mengapa hari ini tiba - tiba saja aku merasakan perutku terasa mual dan kepalaku terasa begitu pusing untuk berdiri aku terasa tidak sanggup akhirnya akupun membatalkan janji untuk kerumah calon nasabah ku,ku baringkan badanku di sofa ruang tamu.


Rasa sakit tak kunjung hilang dan perutku mual begitu hebat,aku pun langsung kekamar mandi didalam kamar mandi aku muntah - muntah , Reza yang saat itu sedang bermain - main bersama Risma putrinya,segera menghampiriku saat melihatku aku yang sedang muntah - muntah dikamar mandi.


"Sayang kamu kenapa,kamu masuk angin ya?"ujar Reza bertanya kepadaku dengan wajah khawatir


"Aku tidak tahu tiba - tiba saja kepalaku pusing aku merasa mual" jawabku singkat


Setelah mengeluarkan kan semua isi perutku Reza memapah ku keluar dari kamar mandi dan membaringkan ku di atas ranjang.


"Aku antar ke dokter ya?"ucap Reza


"sepertinya tidak perlu Re sebentar lagi juga bakal sembuh, aku hanya butuh beristirahat sebentar"jawabku sambil memegang perut ku yang masih merasakan mual.


"Pokoknya aku antar kamu ke dokter sekarang juga,aku takut kamu ada apa - apa"ucap Reza cemas


"Sudah ku bilang Re aku tidak apa - apa,kamu berangkat saja nanti keburu malam"


Namun sesaat kemudian aku merasakan perutku kembali mual Reza pun semangkin risau melihat wajahku yang begitu pucat.


"Sebaiknya sekarang kita ke dokter setelah itu baru aku akan berangkat" ucap Reza membantuku untuk berdiri.


"Sudah 1 minggu ini aku terlambat datang bulan Re"


"Terlambat datang bulan?" jangan - jangan?" ujar Reza dan sedikit mulai tenang.


Setelah periksa ke dokter kandungan,aku dinyatakan positif hamil,aku bahagia sekaligus khawatir karena takut pekerjaanku akan terganggu namun Reza berusaha meyakinkanku.


Reza terpaksa harus kembali ke kota B karena tuntutan pekerjaan.


Kendati fisikku sedikit lemah saat hamil yang kedua namun aku tetap melakukan pekerjaanku sebagai salesman untuk mewujudkan impianku sedangkan usaha loundry Metha cukup bisa ku handal kan dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Pagi ini setelah aku menghabiskan sarapan pagi ku aku segera bersiap - siap untuk pergi menemui calon nasabah ku Metha menghampiriku dan mengatakan ada seseorang yang sedang menungguku diruang tamu aku segera menemui tamu tersebut.


Dua orang pria bertubuh kekar itu sudah duduk diruang tamu dengan wajah yang kurang bersahabat menyapaku.


"Selamat pagi nyonya benarkah ini rumah bapak Reza?"


"Benar pak,maaf ada keperluan apa bapak mencari suami saya?"


"kami ingin melakukan penyitaan terhadap mobil bapak Reza sebagai jaminan atas hutang bapak Reza,karena sudah Lima bulan bapak Reza tidak kunjung membayar hutangnya"


Kata - kata tamu tersebut membuat aku terkejut dan bertanya dalam hati dengan dipenuhi rasa penasaran aku segera menghubungi Reza,aku segera menyampaikan kepada Reza tentang permasalahan yang sedang terjadi dirumah.


Reza mengakui bahwa apa yang kudengar semuanya benar adanya,Reza yang saat itu terdesak keuangan karna mamanya sedang membutuhkan uang maka Reza terpaksa melakukan pinjaman itu.


Reza memohon pada ku membayarkan tunggakan hutangnya selama lima bulan yang belum kunjung ia bayar,karena sampai saat ini Reza belum memiliki uang dengan berat hati akupun memenuhi permohonan Reza.


Kendati aku telah melunasi semua hutang Reza namun aku tetap mencari kebenaran akan ucapan Reza, jujur aku takut suamiku ada main api di belakangku akupun terpaksa kerumah ibu mertua ku ingin mencari tahu kebenaran dari cerita tersebut.


Setibanya dirumah ibu mertua ku keadaan rumah tampak sepi,pintu rumah terbuka namun aku tidak melihat ibu mertuaku.


"Assalamualaikum pa,papa apa kabar?" sapa ku sembari menyalaminya.


"Papa baik - baik nak, kamu sudah lama tidak berkunjung kemari nak,apa kamu sedang marah dengan papa?"


"Tidak pa karena Lina sedang sibuk sekarang Lina saat ini menjalankan usaha loundry pa" ujarku menjawab pertanyaan ayah mertuaku,jauh didalam lubuk hatiku, aku merasa bersalah karena sejak aku meninggalkan rumah ini aku sama sekali tidak pernah berkunjung kerumah ayah mertuaku.


"Syukurlah nak papa senang mendengarnya"


"Oiya pa kemana mama pa?" dari tadi Lina tidak melihatnya


"Mamamu sedang keluar nak,apakah mamamu ada membuat masalah lagi?" tanya ayah mertua ku seolah beliau tahu kalau kedatanganku untuk menemui ibu mertua ku


Aku pun menceritakan tentang permasalahan yang telah terjadi dan aku menjelaskan maksud tujuanku menanyakannya agar tidak timbul salah sangka dikemudian harinya.

__ADS_1


Seketika ayah mertua ku terkejut karena selama ini ayah mertua ku merasa tidak memerlukan uang untuk sesuatu yang sifatnya sangat mendesak hingga harus membutuhkan biaya besar.


"Hmmm apakah benar dugaan ku bahwa Reza sedang berbohong padaku dan yang sebenarnya uang itu Reza pergunakan untuk keperluan lain"bisik ku dalam hati.


Dengan perasaan tak tenang aku berpamitan pada ayah mertuaku itu,setibanya dirumah aku mencoba menghubungi Reza namun Reza tidak mengangkat panggilan telepon dari ku.


"kamu jahat Re "ucapku pelan akupun menangis sesegukan,aku mengingat kejadian beberapa tahun lalu sebelum Reza menikahi ku Reza banyak mempunyai teman wanita yang rata - rata sangat akrab dan bahkan kejadian di salon dulu membuat aku terbakar api cemburu kini.


Sudah ber jam - jam aku menunggu namun Reza tidak juga menghubungi ku bahkan melalui pesan sekali pun,untuk mengusir rasa bosan ku aku memilih membantu Metha menyelesaikan pekerjaan nya,tiba - tiba ibu mertua ku datang kerumahku dengan begitu emosi.


"Lina" kamu sengaja memancing keributan kan!" sarkas ibu mertuaku dengan kedua tangan memegang pinggangnya.


"Maksud mama apa?" tanyaku segera mengentikan pekerjaan ku.


"Setelah kamu berhasil membuat keributan lalu kamu pura - pura tidak tahu!"


"Sungguh Lina tidak mengerti apa yang mama maksud"


"Apa tujuan kamu memberi tahu papa bahwa Reza membantu mama dengan meminjam uang dari orang lain"


"Kan memang itu yang sebenarnya terjadi Ma,asal mama tau sudah lima bulan Reza tidak bisa membayar hutangnya itu,bahkan mobil Reza hampir saja disita Ma,Lina hanya ingin tahu untuk apa uang yang Reza pinjam sebenarnya"


"Salah jika sebagai orang tua kami meminta uang pada anaknya?"


"Bukan begitu maksud Lina ma"


"Farhan adik kandung Reza Lin!" kamu hanya orang luar dan posisi mu hanya lah istri Reza"


"Mama sudah berlebihan ma,sebagai istri Lina juga punya hak untuk tahu ma"seperti tadi akhirnya Lina yang harus menutupi hutang Reza Ma dan Farhan bukanlah anak kecil lagi, dia harus bisa bertanggung jawab terhadap hidupnya dan....


Belum selesai aku berbicara Farhan muncul secara tiba - tiba dengan emosi,Farhan tak terima dengan ucapanku.


Aku benar - benar kecewa atas sikap ibu mertua ku dan adik ipar ku itu yang selalu berburuk sangka terhadapku dan selalu mengganggu kehidupan rumah tangga ku.

__ADS_1


Aku juga kesal dengan sikap Reza yang terus menerus membantu adik nya yang tidak bertanggung jawab itu,kini malah aku juga harus ikut bertanggung jawab ikut membayar hutang Reza demi adik nya sementara aku susah payah bekerja.


"Aku tak mengerti jalan pikiran mu Re sudah 2 tahun lebih kita menikah kamu tak pernah berubah selalu mementingkan ibu dan adik mu saja dan tak pernah serius memikirkan masa depan kita dan putri kita kelak" bisikku didalam hati.


__ADS_2