CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.,24


__ADS_3

Sejak dari tadi siang aku mencoba menelepon Reza namun tidak juga mendapat jawaban,aku semangkin kesal terhadap Reza.


Malam semangkin sunyi rasa kantuk mulai menyerangku namun tiba - tiba Reza menghubungiku.


"Kamu kemana aja sih Re?"


"Maaf sayang tadi aku sedang sibuk ada rapat sampai tengah malam, ada masalah kah?"


"Iya ada Re selama ini aku cukup sabar dengan semua sikap adikmu itu,tapi untuk kali ke sabaran ku sudah hilang!"


" Memang ada apa sih?"


"Re kumohon pada mu untuk sekarang kamu harus tegas Re pada adikmu,mau sampai kapan ia harus bergantung pada mu"


"Maksudnya bagaimana "


"Kamu tau untuk apa Farhan meminta uang ke kamu?" tanya ku namun Reza diam tak bergeming.


"Kenapa kamu diam Re?" karna kamu tidak tau pasti uang nya untuk apa bukan?"


aku sudah lelah Re jadi untuk kedepannya aku enggan membantu jika aku tidak tau untuk apa uang tersebut sebenarnya,aku harap dirimu bisa memahami Re.


Namun sedikit pun Reza tidak menjawab ribuan kata - kata yang telah aku sampaikan Reza malah sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


Lama - lama aku mulai bosan dengan sifat Reza yang tak pernah berubah,sudah berkali - kali aku mendiskusikan hal ini pada Reza namun seolah - olah ucapanku dan semua keluhan ku hanya angin lalu bagi Reza.


Aku beranjak dari duduk ku,jam di dinding sudah menunjukkan pukul Satu tengah malam,kelopak mataku pun mulai berat kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur tak lama kemudian akupun tertidur.


Hari sudah terang saat aku membuka mata aku melihat putriku yang berdiri di sisi tempat tidur ia sedang menatapku,melihatku membuka mata putriku segera menyodorkan botol susu miliknya.


"Bun mimik cucu na" ucapnya dengan nada lucu.


Aku tersenyum bahagia melihat putriku yang semangkin tumbuh menjadi anak yang pintar,perasaan kesal dan sedih seketika hilang akupun segera menggendongnya dan membawanya ke pelukku semangatku kembali bangkit untuk menatap masa depan lebih baik kendati aku harus memikirkan sendiri.

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu semuanya berubah semangkin buruk,semangkin aku berusaha bekerja keras mengumpulkan pundi - pundi uang Reza semangkin lepas tanggung jawab,yang ada dipikirannya hanya mama dan adiknya.


Hari berganti minggu,biasanya Reza akan pulang setiap minggunya namun hari ini hingga malam menjelang,Reza tidak kunjung pulang.


aku mencoba berpikir positif mungkin saja Reza lagi banyak pekerjaan,dan aku tidak bertanya padanya saat ia meneleponku.


Aku mencoba fokus pada pekerjaan yang sedang ku geluti,hari ini aku akan berkunjung kerumah mang Kardi kebetulan anak mang Kardi baru pindah dari luar kota dan memesan kursi tamu padaku.


Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah aku segera berangkat.


Cuaca yang tidak bersahabat tidak menyurutkan langkahku dengan menaiki motor matic ku aku segera menuju rumah mang Kardi, sesampainya dirumah mang Kardi ternyata semua persyaratan pengajuan kredit telah disiapkan oleh mereka tak butuh waktu lama urusan pekerjaanku selesai.


Langit semangkin gelap tertutup mendung aku memacu laju motorku menuju kantor untuk menyerahkan semua berkas agar segera diproses dan setelah itu aku segera pulang kerumah.


Baru saja aku memasuki halaman rumahku aku sudah di tunggu beberapa orang pria tak dikenal, mereka menanyakan padaku tentang keberadaan Farhan adik ipar ku itu,tak ingin muncul masalah baru aku mengaku tak mengenal Farhan,namun pria tersebut sama sekali tidak mempercayai kata - kataku akhirnya keributan terjadi dan memancing perhatian warga sekitar untung pak RT segera datang sehingga keadaan menjadi kondusif.


Setelah mereka bubar aku duduk termenung diruang tamu didepan putri ku aku mencoba membendung tangis yang akan tumpah.


Dadaku terasa sesak ku hembuskan napas dengan kasar mengingat semuanya


Metha yang duduk disebelah ku hanya bisa menatap nanar kearah ku,dia cukup tau permasalahan yang sedang ku hadapi.


Metha mengambil putriku dari pangkuanku.


Aku bangkit dari dudukku ku langkahkan kaki menuju kamar.


Mungkin ini semua salahku yang menerima lamaran Reza hanya karna desakan ibu ku,aku yang hanya mengenal Reza selama 3 bulan lalu bersedia menikah dengannya sementara aku tak begitu tau sifat dan karakter orang tua dan adik nya dan salahku juga yang dari awal pernikahan aku tak pernah meminta uang bulanan seperti istri - istri pada umumnya,kini semuanya telah terjadi dan aku harus menelan pil pahit itu.


Aku menghempaskan tubuh ketempat tidur,ku tutupi wajahku dengan bantal tak terasa air mata yang sedari tadi ku tahan akhirnya tumpah juga.


"mengapa ini terjadi padaku tuhan" aku berteriak kesal.


Waktu bergerak begitu cepat tampa mau tau apa yang sedang terjadi di atas bumi,aku mengaduk - aduk nasi di piringku selera makan ku akhir - akhir ini menurun aku meminta pada Metha untuk membuatkan susu hangat untukku.

__ADS_1


"Lin.....kamu harus makan demi anak yang tengah kamu kandung" ucap Metha sembari menyodorkan susu hangat buatku


Aku hanya diam menanggapi ucapan Metha,ku lirik handphone yang sedang berdering ternyata Reza meneleponku.


"Hmmm ada apa?" ujar ku lesu


"Bagaimana keadaan dirumah?"


"Baik - baik saja" jawabku datar.


Aku sengaja tidak memberitahu Reza soal kejadian kemarin karena aku yakin apapun yang ku sampaikan tentang adiknya tak akan merubah semuanya.


Reza meneleponku hanya untuk mengabari ku bahwa untuk minggu ini ia belum bisa pulang karena urusan pekerjaan yang menumpuk.


Hari ini aku merasa senang aku mendapat bonus dari kantor penjualanku melebihi target aku bisa melunasi cicilan rumahku,akupun mengajak Metha berjalan - jalan ke mall dan berbelanja untuk merayakan keberhasilanku dan semua tak juga tidak terlepas dari bantuannya mengurusi usaha loundryku.


Saat aku sedang keluar dari area mall aku tak percaya dengan apa yang kulihat mobil Reza sedang parkir dipinggir jalan aku menghentikan motor ku,aku dan Metha saling pandang aku segera menghubungi Reza.


"Halo kamu dimana Re?


"Aku masih di luar, ada urusan"


"kamu bisa nggak pulang hari ini Re?


"Aku sudah pulang cuma tidak langsung pulang kerumah karena aku masih ada urusan,udah dulu nanti di sambung dirumah " ujar Reza menutup handphone miliknya mengakhiri pembicaraan.


Aku dan Metha segera pulang kerumah,pukul 9 malam Reza baru saja sampai di rumah setelah selesai mandi aku menawarkan pada Reza untuk makan malam, Reza menolak Reza mengatakan bahwa ia sudah makan malam.


"Oiya Re tadi kamu bilang ada urusan sebelum pulang kerumah,urusan apa Re?"


"Tidak ada sebenarnya,hanya saat aku pulang tadi tiba - tiba aku mendapat telepon dari teman lama ia mengajakku untuk ketemuan" terang Reza sembari berbaring di atas ranjang lalu tidur.


Setelah Reza tertidur mataku tak henti tertuju pada handphone milik Reza yang terletak di atas meja akupun mengambil handphone Reza dan mulai mengeceknya ternyata benar melalui pesan WhatsApp yang ku baca Reza memang janji bertemu dengan temannya disalah satu warung kopi dimana mobil Reza terparkir sore tadi dan temannya itu seorang pria.

__ADS_1


Sedetik kemudian dadaku bergemuruh bola panas terasa menghantam tepat di hatiku aku membaca pesan WhatsApp dari kontak lain dan ternyata Reza sering chatting mesra dengan wanita lain,sapaan - sapaan genit wanita tadi diladeni dengan Reza.


Setelah pagi usai sarapan aku bertanya pada Reza,saat kutanya Reza bersikeras itu bukan ia yang melakukan melainkan teman pria Reza yang meminjam handphone miliknya.


__ADS_2