CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.15


__ADS_3

Pulang kerumah Reza langsung masuk kedalam kamar tak berapa lama aku mendengar suara ponsel Reza berdering berulang kali.


Aku masuk kedalam kamar ternyata Reza sedang tertidur,kuraih ponsel Reza kulihat panggilan tak terjawab dari ibu mertuaku.aku kembali meletakkan ponsel Reza diatas nakas.


Jam menunjukkan pukul 20.11 wib.Reza bangun lalu duduk dekat jendela kamar pandangan Reza mengarah keluar tampak seperti memikirkan sesuatu aku duduk disebelah Reza.


"Re" ada apa?"


"Tidak ada apa - apa Lin,aku hanya capek aja "


"Mau makan, Re?"


"Belum lapar Lin,tolong buatkan saja aku kopi" pinta Reza.


Akupun menuju dapur untuk membuatkan Reza secangkir kopi hangat,aku kembali kekamar dan masih melihat Reza duduk ditempatnya sambil mengisap sebatang rokok pandangannya mengarah keluar.


Aku menyodorkan secangkir kopi hangat kepada Reza dan kembali duduk tepat disebelah Reza.


Terdengar notifikasi masuk di ponsel milik Reza,kuraih ponsel tersebut dan memberikan padanya.


Reza membuka pesan whatsapp dan mulai membacanya,aku yang duduk disebelah Reza bisa dengan jelas membaca pesan yang masuk di ponselnya,pesan itu dari Farhan yang meminta agar Reza bisa membantunya untuk membayar kontrakan yang telah menunggak selama 3 bulan,Reza kembali meletakkan ponselnya keatas meja tampa membalas pesan dari Farhan.


Selang beberapa menit terdengar suara ketukan pintu Reza bangkit dari duduknya melangkah menuju ruang tamu,


Aku mengintip dari balik pintu kamar untuk melihat siapa yang datang malam - malam begini,ternyata ibu mertuaku dengan kedua anak Farhan,aku malas untuk ikut keluar aku memilih merebahkan tubuhku keatas ranjang pinggangku terasa pegal - pegal dan akhirnya akupun tertidur.


Pukul 02.04 wib aku terbangun aku tidak melihat Reza disampingku aku bangkit dan keluar dari dalam kamar dan melihat Reza sedang tertidur dengan kedua anak Farhan diruang tengah "kemana mama dan Hana" bathinku dan kembali masuk kedalam kamar.


Jelang subuh aku mendengar Arsy sedang menangis akupun segera keluar dari kamar ternyata Reza juga sudah terbangun.


"Mungkin Arsy haus Re"


"Tolong buatin susu buat Arsy" Lin?" pinta Reza kepadaku,setelah meminum susunya Arsy kembali tertidur.


"Kok mama antar anak - anak ini kemari, Re?" emang kemana Hana" tanyaku.

__ADS_1


"Hana pulang kerumah orang tuanya Lin" karna belum membayar kontrakan sementara pemilik kontrakan mendesak agar Hana membayarnya dan Hana mengantar kedua anak ini kerumah mama,mama terlalu repot untuk mengurus kedua anak - anak ini karna mama harus mengurus papa juga.


"Kenapa sih tidak mama telepon saja Farhan kasih tau donk ke Farhan" bukan malah menitipkan anak - anak ini kemari,kamu kan tau Re aku lagi hamil membawa perutku saja aku sudah kerepotan sementara kamu harus bekerja besok" ujarku memprotes tindakan ibu mertuaku.


"Hanya malam ini Lin" istirahatlah biar aku yang menjaganya"


"Mama dan Farhan sudah keterlaluan Re"


Reza hanya diam saja tak menanggapi ucapanku Reza membaringkan tubuhnya dan membelakangiku darahku memuncak naik dikepala aku masuk kedalam kamar dengan membanting pintu,aku sudah tidak bisa untuk berbicara,aku hanya merasa aneh kok ada manusia seperti Reza yang begitu sabar menghadapi tingkah mama dan adiknya,aku merasa dibelahan bumi ini tidak akan ada manusia seperti Reza,kepalaku mulai terasa pusing memikirnya.


Suara bising Arfy dan Arsy yang sedang bermain sambil melompat - lompat diatas tepat tidur membuat aku terbangun dari tidurku,aku melihat Reza yang sedang bersiap akan berangkat kerja, Reza yang melihatku terbangun akibat ulah keponakannya itu segera menurunkan Arfy dan Arsy dari tempat tidur lalu menghampiriku yang masih berbaring diranjang Reza duduk disisi tempat tidur.


"Maaf sayang aku sudah membuatmu tidak nyaman" ucap Reza.


"Bukan kata maafmu yang aku harapkan Re"


aku hanya ingin kamu menasehati adikmu itu agar tau tanggung jawab, jangan bisanya membuatmu repot,aku hanya kasihan melihatmu"


Lagi - lagi Reza tidak menanggapiku jika aku mulai menyinggung tentang adik dan mamanya,aku semangkin kesal dibuatnya.


"Sayang tolong kamu telepon Hana" dan berikan uang ini kepadanya untuk membayar kontrakan sisanya buat membeli susu dan makan anak - anaknya" ujar Reza sambil berdiri.


"Enak sekali hidup adikmu itu" ucapku geram.


Reza tidak berbicara sepatah kata lagi,Reza keluar dari kamar dan berangkat kerja.


Ku telepon Hana memintanya untuk segera datang kerumah.


Selesai mencuci muka dan mengosok gigi aku menyiapkan sarapan pagi lalu menyuapi Arfy dan Arsy.


Setibanya Hana dirumahku kuserahkan uang pada Hana yang dititipkan Reza padaku,Hana meluahkan semua kekecewaannya tentang suaminya itu kepadaku.


"Lin aku minta maaf telah merepotkanmu,


aku menitipkan anak - anak ini pada mama bertujuan agar mama dan mas Reza bisa menasehati Farhan,bukan malah mama mengantar anak - anak kemari" ujar Hana

__ADS_1


Aku hanya diam mendengar perkataan Hana semua terasa semangkin kacau, aku sudah mencoba tidak merespon sesuatu secara berlebihan tapi semuanya membuat semangkin menjadikannya tidak lebih baik.


Ibu mertuaku selalu menjadikan menantu - menantunya orang paling bersalah dalam segala hal dan membenarkan sikap Farhan yang tidak bertanggung jawab.


Hana berpamitan setelah meluahkan semua kekecewaannya padaku selama pernikahannya dengan Farhan.


Hari ini hari libur Reza bangun lebih awal, Reza mengajakku jalan - jalan disekitar rumah.


"Re nanti kamu tidak kemana - kemanakan?" tanya ku.


"Hari ini aku akan dirumah seharian sayang,khusus buatmu memangnya ada apa sayang?"


"Kamu lupa ya Re" seharusnya tiga hari yang lalu jadwal aku periksa kembali,jadi berhubung hari ini hari libur dan kamu tidak lagi sibuk bagaimana jika siang nanti kita pergi"


"Baiklah nyonya" ucap Reza sambil mengusap pucuk kepalaku.


Aku dan Reza kembali berjalan mengelilingi kompleks perumahan dan kembali pulang.


Setibanya dirumah sudah ada ibu mertuaku duduk didepan rumah setelah menyalaminya dan sedikit berbasa - basi aku masuk kedalam.


setelah selesai membersihkan diri aku berniat membereskan rumah,ketika aku keluar kamar tampa sengaja aku mendengar obrolan Reza dan mamanya diteras rumah.


"Re hari ini kamu temani mama ke mall ya,mama ingin membeli baju buat kondangan besok "


"Hari ini kayaknya nggak bisa ma, Reza sudah janji dengan Lina untuk menemaninya check up ma"


"Kamu tu sekarang udah nggak memperdulikan mama lagi,kamu lebih mementingkan istri kamu" sungut mertuaku.


"Bagaimana kalau setelah Reza mengantar Lina, baru Reza temani mama" ucap Reza merayu mamanya.


"Kamu nyakin bisa Re" bagaimana jika istrimu minta agar kamu mengantarkan dia entah kemana lagi karna tau kamu sedang libur?"


nggak usah aja Re urusi aja istri kesayanganmu itu"


Reza tertunduk diam,tidak ingin memicu konflik lebih dalam akupun mengalah dan mengurungkan niat untuk memeriksakan kehamilanku hari ini dan aku meminta pada Reza untuk menemani mamanya berbelanja ke mall.

__ADS_1


__ADS_2