CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.33


__ADS_3

Hingga larut malam Reza tak kunjung pulang bahkan iapun tidak menelepon atau sekedar memberi kabar,sejak kejadian pagi tadi.


Malam semangkin larut namun mataku tak juga bisa terpejam,kata - kata Reza pagi tadi masih terngiang di telingaku.


Ucapannya begitu menyakitkan bagiku,dengan mudah ia menuduhku dan mengatakan aku sebagai wanita ja****,kata - katanya sulit untuk ku maafkan,keputusanku semangkin kuat untuk berpisah dengan Reza.


Aku tau keputusanku nantinya bakal membuat anak - anakku bersedih,ini berat buat mental mereka kedepannya dan menyakitkan memang tapi mau bagaimana lagi jika memang itu sudah jalannya.


Saat Reza kembali kerumah aku masih berada dipelukkan selimut, Reza membangunkan dengan kasarnya,aku membuka mataku dengan berat karena memang aku masih sangat mengantuk.


"Lin siapa lelaki itu!"


"Lelaki yang mana yang dirimu maksud Re"


Reza tidak menjawab pertanyaan ku, ia kemudian memeriksa ponselku namun ia tidak menemukan bukti yang ia cari kerena sebelumnya aku sudah menghapus semua pesan - pesan dari Bagas bahkan aku memblokir nomor Bagas lalu menghapusnya untuk sementara aku memutuskan komunikasi dengan Bagas aku ingin fokus pada permasalahan ku terlebih dahulu.


"Apa yang sedang kamu cari Re?"


"Kau sembunyikan dimana lelaki itu!"


"Re aku sudah muak dengan semua sikapmu jadi jangan melibatkan orang lain dalam permasalahan rumah tangga kita"


Aku sudah hilang kesabaran dan aku membongkar semua kecurangan yang telah Reza lakukan selama ini jauh sebelum aku bertemu kembali dengan Bagas.


Aku mengatakan semua pada Reza apa yang telah aku kuketahui,semua pesan yang masuk diponsel Reza dari wanita lain dan bagaimana Reza menanggapi pesan itu semua aku bongkar termasuk hubungan Reza dengan Asih.


Suasana mendadak menjadi Hening,aku meninggalkan Reza yang masih diam membisu aku melangkahkan kaki keluar kamar menuju dapur,disana sudah berada kedua putriku yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi.


"Kalian segeralah bersiap - siap,biar Bunda yang menyelesaikannya" ujar ku kedua putriku saling bertatapan dan menolehku lalu mereka mengganggukkan padaku.


Tidak ada pembicaraan yang serius saat sarapan berlangsung, Reza tampak sibuk dengan ponselnya sementara kedua putriku menikmati makanannya,setelah sarapan pagi aku mengantarkan kedua putriku kesekolah.


Diperjalanan tidak ada percakapan yang terjadi antara aku dengan putriku.


Beberapa saat berlalu aku menghentikan motorku tepat didepan gerbang sekolah putri sulungku.


"Bun jangan bertengkar dengan ayah ya,Kakak takut" ucap putriku saat mencium punggung tanganku aku tersenyum seolah tidak terjadi sesuatu antara aku dengan ayah mereka.


Setibanya dirumah Reza sedang berada diruang tamu,aku berlalu melewati Reza yang sedang asik dengan ponselnya.

__ADS_1


"Lin bagaimana, apakah kamu masih tetap ingin kita pisah?" ujar Reza


Dan aku menghentikan langkahku seketika mendengar ucapan Reza barusan.


"Iya Re"


Keputusanku sudah bulat ingin mengakhiri pernikahanku dengan Reza dan keputusan yang ku buat bukan semata karena Bagas,semua sudah terpikir olehku sejak pernikahanku memasuki tahun ke 2.


"Kalau sudah begitu keputusanmu akan aku kabulkan,tapi ingat aku akan berusaha mendapatkan hak asuh terhadap anak - anak,aku akan mengupayakan walau harus membayar mahal pengacara handal sekalipun,kamu tidak akan pernah ku izinkan untuk bertemu anak - anak,aku bersumpah Lin kamu boleh pegang kata - kataku" ujar Reza dan berlalu pergi.


Aku diam mematung menatap nanar kepergian Reza,aku hanya bisa menangis mendengar kata - kata Reza,apa yang harus aku lakukan? sementara pikiranku semangkin kacau saat teringat kalimat yang diucapkan putriku tadi.


Hari ini mood ku tidak baik aku memilih untuk tiduran dan aku menutup sementara kegiatan loundryku.


Sepulang menjemput kedua buah hatiku dari sekolah aku membawa kedua putriku kerumah ibuku.


"Bun mengapa kita langsung kerumah si mbah bun ( putriku memanggil ibuku dengan panggilan mbah dan memanggil mertuaku nenek) kenapa kita tidak pulang terlebih dahulu kerumah?" ada apa sebenarnya Bun? "


"Tidak ada apa - apa sayang,Bunda hanya kangen dengan si mbah"


Sampai dirumah ibu,mbak Eva menyambutku dengan ekspresi wajah heran sepertinya mbak Eva tau bahwa aku sedang ada masalah.


Sedang ibuku tampak senang melihat kedatanganku bersama putriku,karena aku memang jarang mengunjungi ibu.


Selama makan siang berlangsung aku hanya diam mendengar obrolan ibu dengan putriku,mbak Eva menangkap apa yang tersirat dipikiran ku.


Setelah usai sarapan ibu mengajak kedua putriku beristirahat di kamarnya sembari meneruskan obrolan mereka sementara aku melangkah menuju teras belakang yang diikuti oleh mbak Eva.


"Kamu ada masalah apa Lin?" tanya mbak Eva dan segera duduk tepat didepanku"


"Aku bingung mbak harus mulai darimana yang jelas saat ini aku ingin berpisah dengan Reza mbak" jawabku


Dan akhirnya menangis juga,aku sudah tidak bisa menahan air mataku yang hendak tumpah sedari tadi,Mbak Eva segera memelukku dan mengusap air mataku.


"Ceritalah pada mbak Lin" tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,ada mbak disini yang akan mendengarkanmu.


Aku memeluk mbak Eva begitu lama aku merasa begitu tenang saat berada diperlukannya dan setelah sedikit reda dari rasa sakit dihatiku akupun menceritakan semuanya pada mbak Eva.


"Menurut mbak untuk saat ini yang kamu butuh kan,kamu menenangkan diri Lin,biarkan sementara waktu masalahmu itu,kamu harus tenang dalam mengambil keputusan,dalam mengambil keputusan kamu tidak boleh terburu - buru,kita harus memikirkan semua, kedepannya seperti apa.

__ADS_1


Dan tampa aku dan mbak Eva sadari ibuku mendengar percakapan kami ibu rupanya tau bila aku sedang bermasalah hingga sengaja mengajak kedua putriku kekamar beliau.


"Keputusan apa yang kamu maksudkan kepada adikmu?" ibu bertanya kepada mbak Eva.


"Tidak ada perpisahan yang bakal terjadi pada mereka,karena ibu tau bagaimana Reza yang sebenarnya hanya Lina yang sengaja mencari - cari masalah karena dari dulu Lina tidak menyukai Reza" sarkas ibu.


"Bukan begitu bu,Lina tidak mungkin minta berpisah jika Reza tidak macam - macam" jelasku pada ibu.


"Lin" ibu cukup mengenal Reza dengan baik, Reza adalah seorang yang baik dan cukup sopan pada orang tua jadi jangan sengaja kamu membuat cerita yang bukan - bukan pikirkan anak - anakmu" ucap ibu bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan aku bersama mbak Eva.


Aku kembali menangis mbak Eva merebahkan kepalaku didadanya sambil membelai rambutku, Reza sudah berhasil menyihir ibuku dengan sikapnya yang pura - pura baik pada ibu,sehingga ibu selalu membela Reza dibanding aku anak kandungnya sendiri.


"Kamu yang sabar Lin,jangan diambil hati semua ucapan ibu"


"Kenapa ibu lebih mempercayai Reza mbak?"


"Kamu istirahatlah dikamar agar pikiranmu kembali tenang"


Mbak Eva membantuku bangkit dari duduk lalu menggandengku membawa ke kamarnya,aku mencoba untuk mengikuti saran mbak Eva dan akhirnya aku benar - benar tertidur.


Saat senja kembali menyapa aku terbangun dari tidurku dan bergegas mandi,aku sedikit segar setelah mandi dibanding tadi,aku mengambil ponselku tampa sengaja aku melihat sebuah pesan lewat messenger,aku membuka pesan tersebut,aku mendapat inbox dari Bagas.


"Kamu kemana dan ada apa yank"


"Kamu sudah tidak sudi padaku lagi kah?"


"Aku kangen"


Aku segera menghapusnya dan menutup ponselku kembali,aku juga kangen denganmu, cuma aku tak mau melibatkan kamu dalam kisruh rumah tanggaku,aku kembali membuka ponselku dan memeluk photo profil facebook milik Bagas.


"Kamu sudah bangun Lin"


Aku terkejut melihat kehadiran ibu yang mendadak muncul didepanku aku buru - buru meletakkan ponselku diatas meja.


"Su....sudah bu"


"Hari hampir gelap segeralah pulang,kasihan anak - anak dan jangan menjadi istri yang durhaka"


Akupun mengangguk pada ibu,ibu menghampiriku dan mencium keningku,aku segera berpamitan pada ibu ketika matahari hampir terbenam indahnya warna orange seakan memberiku sebuah harapan seperti matahari yang terbenam hanya untuk kembali bangkit.

__ADS_1


#Bersambung"


Terima kasih buat sahabat semua yang telah memberikan dukungan selama ini🙏


__ADS_2