CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.64


__ADS_3

Reza marah besar kepadaku ia tahu aku mengacuhkan panggilanku,hinaan bahkan cacian kembali terucap dari bibirnya.


Seperti biasa saat aku pulang Reza kembali menyiksaku tampa mau mendengarkan alasanku Reza pergi dan akan kembali jika dia sedang ingin ******* diatas ranjang denganku


Aku sering mendapatkan perlakuan demikian namun tidak membuat hatiku bersedih karena tidak ada rasa yang tersisa didalam hatiku terhadap Reza,setelah Reza pergi entah mengapa air mataku mengalir tak terbendung hatiku begitu terluka tapi semua itu bukan karena Reza, aku merasa ada sesuatu yang tengah terjadi antara hubunganku dengan Bagas setelah apa yang ku lalui selama bertahun menjalani hubungan ini,aku mulai berpikir dan bertanya - tanya didalam hatiku sendiri mengapa begitu panjang alur cerita dan kesulitan yang harus ku lalui untuk kami bisa bersatu,belum lagi hadirnya mimpi - mimpi yang selalu menghantuiku disetiap tidur malamku.


Aku mengenang awal pertama aku bertemu dengan Bagas kembali,dari awal proses hubungan ku dengan Bagas jauh dari kata mulus banyak rintangan yang telah kami lalui sampai saat ini,hatiku semangkin resah memikirkan semua ini.


Ataukah mungkin munculnya perasaan bimbang ku pada hubungan ini hingga membuat hatiku sangat bersih hari ini, hanya karena perasaan rinduku terhadap Bagas yang begitu besar akupun tak bisa menjawab secara pasti,aku mencoba kembali meyakinkan diri namun perasaanku semangkin berkecamuk.


Ddrtt..........ddrtt


dering suara ponselku berbunyi aku segera meraih ponselku dari atas nakas tertera "my love 💞 " akupun segera menerima panggilan dari Bagas.


"Sayang bagaimana kabar mu hari ini?"


"Aku merindukanmu,Gas"


"Aku lebih merindukanmu"


Aku menceritakan semua kebimbangan ku terhadap hubungan yang telah kami jalani ini pada Bagas aku mengatakan bahwa dengan semua kesulitan yang telah terjadi merupakan pertanda dari sang pencipta jika kami tak pernah bersatu,Bagas menyakinkanku dengan mengatakan hal yang sebaliknya.


"Masih lama kah dirimu disana?"


"Lumayan lama yank"


"Hmmm"


"Kenapa yank untuk sementara kita kan masih bisa kontak atau VC"


"Kamu janji jangan pernah ada menggoda perempuan lain lagi disana ya"


"Seharusnya aku yang mengatakan hal demikian kepadamu sayang,aku disini sibuk bekerja mana mungkin aku sempat menggoda perempuan lain"


"Aku merindukan pelukanmu"

__ADS_1


"Nanti saat aku kembali aku akan memelukmu,dan sekarang tidurlah jaga kesehatanmu"


"Aku masih ingin ngobrol malam ini denganmu"


"Masih banyak waktu hari esok buat kita sayang dan malam ini pun aku sedang sibuk masih banyak pekerjaan yang harus segera aku selesaikan,sekarang istirahatlah besok aku akan menghubungimu kembali oke muachhh"


Bagaspun segera memutuskan sambungan teleponnya,kini semuanya serasa jauh berbeda bahkan Bagas tidak pernah lama jika ngobrol denganku.


Aku terbangun dari tidurku dan langsung membuka jendela kamar udara dingin yang datang bersama tiupan angin segar menyusup masuk memenuhi ruang kamarku,kupandangi sisa air hujan yang masih setia bergelayut manja pada dedaunan dan kabut yang menyelimuti pagi.


Aku segera mengeluarkan sepedaku dari gudang aku berniat bersepeda berkeliling disekitaran rumah untuk menghirup udara segar yang membuat dadaku terasa sedikit lega dan perasaanku lebih tenang,karena ini hari libur aku merasa ini waktu yang tepat untuk aku bersepeda.


Terlalu asik tak terasa udah hampir beberapa kilo aku bersepeda akupun berhenti untuk beristirahat disebuah pepohonan rindang tepat di tikungan jalan terdapat sebuah bangku akupun mendudukkan bokongku,seorang pemuda berhenti dan menyapaku dengan sikap ramahnya,siapa lagi kalau bukan si Fahri.


"Hy mbak Lina kita jumpa lagi, rupanya mbak Lina suka juga bersepeda" ucap Fahri lalu meletakkan sembarangan sepedanya menghampiri dan duduk disebelah ku.


"Kok sendirian lagi sih mbak Lina"


"Ya karena sendiri lebih indah daripada berdua menyakitkan"


"Wessssss,cocok banget mbak,aku setuju itu,atau jangan - jangan kita jodoh mbak" Fahri tertawa dengan mengedipkan satu mata kearahku.


"Ye enak aja jangan asal nuduh mbak dosa tau"


"Kebetulan itu datangnya sekali lho masak kita bisa ketemu sampai berulang kali,apa coba namanya kalau bukan kamu sengaja membuntutin mbak"


"Ya itu jodoh mbak,aku yakin itu"


"Mau dikemanakan pacar mbak"


"Widih mbak jahat ya sudah PHP in aku"


"Ngarang kamu mangkanya jadi orang jangan sok kepedean"


"Iyalah mbak aku ngaku salah"

__ADS_1


Fahri selain ramah anaknya cukup baik aku melihat dengan mata kepalaku saat sedang asik ngobrol Fahri menolong seekor kucing yang tercebur kedalam got,Fahri sedikitpun tidak merasa jijik dengan kotoran yang bakal menempel ditangannya dengan santai iapun mengeluarkan kucing tersebut dari dalam got dan bukan hanya itu saja kebaikan yang ia lakukan saat ini,Fahri bahkan membeli semua dagangan dari seorang kakek - kakek yang kebetulan melintas didepan kami.


Tampak di wajah kakek tersebut sangat senang karena Fahri telah membeli semua dagangannya yang sedari tadi menurut kakek tersebut belum ada pembeli lalu setelah mengucapkan terimakasih kakek tersebut izin untuk segera pulang kerumahnya.


"Untuk apa membeli semua sayuran itu Fahri,mending kamu kasih uang saja pada kakek tadi"


"Benar sih mbak awalnya juga aku maunya begitu tapi apakah mbak mendengar ucapan kakek tadi?"


"Mbak mendengarnya kok bahwa kakek tersebut tidak ingin mengemis untuk itu lebih baik dia berkeliling menjual sayur"


"Nah artinya kalau aku memberi uang sama aja aku telah membuat kakek tersebut malu didepan kita aku ego namanya mbak dan dengan uangku yang tidak seberapa membeli sayuran kakek tersebut aku bisa membuat orang lain ikut senang hari ini"


"Maksudnya apa ni"


Fahri tidak langsung menjawab pertanyaanku kini Fahri malah asik merapikan semua sayuran nya kemudian ia malah berdiri dipinggir jalan kali ini aku hanya diam dan melihat apa yang akan Fahri lakukan terhadap sayur - sayur tersebut,ternyata Fahri membagikan semua sayuran itu kepada setiap orang yang kebetulan lewat dijalan itu.


Tidak memerlukan waktu lama sayur - sayur tersebut sudah habis dibagikan.


"Wah ternyata dibalik sifat tengil mu kamu orangnya baik juga ya"


"B aja mbak"


"Itu sih bukan B aja tapi LB"


"Apa itu LB baru dengar aku mbak"


"Luar biasa kamu gitu aja nggak ngerti"


"Soalnya singkatan itu baru aku dengar barusan mbak"


"Udah - udah jadi nggak nih kamu ajak mbak mampir kerumah nenekmu kok malah bahas LB sih, ya jelas kamu baru dengar kan mbak baru aja buat singkatannya.


"What "


"Yaudah mbak balik nih"

__ADS_1


"Oke oke let's go"


Rumah nenek Fahri terletak disekitaran tikungan jalan tadi,aku kebelet pengen pipis mangkanya aku tidak menolak saat Fahri mengajakku mampir dirumah mereka iseng - iseng pengen tahu apakah yang dikatakan anak mudah tersebut benar nyata sekalian aku mau menumpang kekamar mandi karena jika harus pulang kerumah keburu aku pipis didalam celana soalnya emang sudah kebelet hehehe


__ADS_2