CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.40


__ADS_3

Sudah hampir 2 tahun aku dan Bagas menjalani hubungan terlarang dan selama hampir 2 tahun pula Bagas tak henti - hentinya mencurahkan perhatian dan kasih sayang terhadapku begitu juga sikap Bagas kepada kedua buah hatiku kendati Bagas tak pernah bertemu secara langsung dengan kedua buah hatiku ia sering menanyakan tentang anak - anak padaku.


Dan bukan hanya perhatian Bagas dan kasih sayang Bagas saja yang membuat aku semangkin mencintainya,Bagas juga selalu membantuku dalam masalah keuangan,bahkan Bagas sudah membelikanku sebidang tanah perkebunan karena saat itu Bagas menanyakan tentang keinginanku dimasa depan nanti.


Saat itu aku dan Bagas sedang merayakan 2 tahun hubungan kami.


Entah angin apa hari itu Bagas meneleponku ia ingin bertemu siang itu denganku tapi bukan ditempat biasa kami sering bertemu,siang itu Bagas memintaku untuk menemuinya disebuah SPBU keinginan Bagas tentu saja membuatku sedikit bingung namun Bagas tetap memintaku agar segera menemuinya,akupun segera menemui Bagas dengan seribu pertanyaan dihati.


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya akupun sampai disebuah SPBU dimana tempat Bagas ingin bertemu,Bagas menitipkan motorku pada salah salah satu petugas disana,kemudian Bagas memintaku untuk segera naik di motor miliknya kemudian menjalankan motornya keluar dari area SPBU.


Sungguh romantis sore itu selama 2 tahun baru kali ini aku dan Bagas berboncengan dan jalan - jalan berdua menggunakan motor besar miliknya.


Ketampanan yang dimiliki Bagas membuat para wanita akan menoleh padanya saat sedang berpapasan dengan kami,aku cemburu melihat kejadian tersebut.


"Mau kemana sih,dari tadi muter - muter,jika ingin tebar pesona jangan ngajak - ngajak!"


Bagas tertawa lepas menanggapi ucapanku segera meraih tanganku dengan satu tangannya dan melingkarkan tanganku ke pinggangnya.


"Mangkanya yank,kamu peluk dong biar mereka tidak berusaha menggodaku" ujar Bagas dengan masih tertawa lepas.


"Dasar kamu nya aja yang genit" ujarku sambil merapatkan duduk dan memeluk erat Bagas.


Bagas tersenyum, akhirnya aku menyadari sikapku barusan wajahku memerah menahan malu,Bagas memandangi wajahku melalui kaca spionnya,sadar akan itu aku melempar pandanganku kearah lain.


"Yank kamu manis kalau lagi malu - malu gitu jadi kepengen nih"


"Apaan sih" ucapku singkat


Aku membiarkan Bagas meremas jemariku dengan lembut,tiada pembicaraan yang terjadi setelah itu,Bagas tampak fokus mengendarai motornya,sampai di persimpangan jalan Bagas memutar belok kearah menuju suatu pantai,Bagas segera menghentikan motor miliknya dan mengandeng tanganku berjalan menyelusuri tepian pantai.


Pantai ini adalah pantai yang sama yang sering kukunjungi dulu saat - saat aku merasa rindu pada Bagas sebelum pertemuan kami setelah terpisah oleh waktu,dan dipantai inilah aku sering menangis mengharap agar sang waktu dapat mempertemukan kami kembali.

__ADS_1


Bagas mengajak ku untuk duduk disebuah bangku yang menghadap pantai,sore ditepian pantai dengan sinar jingga menambahkan suasana bertambah romantis.


Bagas merengkuh pundakku kami berdua menikmati Suasana pantai nan eksotis.


"Yank kamu tau nggak dulu aku sering berkunjung kemari ?"


"Oya?" jawabku singkat


"Tau kenapa aku sering kemari?"


Aku hanya menggelengkan kepala,aku tak punya kalimat lain untuk pertanyaan Bagas tersebut karena aku sendiri dulu sering kemari saat merindukan dirinya namun sayang sang waktu saat itu sedang mengulur waktu untuk mempertemukan kami kembali sementara Bagas juga mengakui bahwa dirinya juga sering kemari,mungkinkah Bagas Sama seperti ku yang rela berulang kali mengunjungi pantai ini hanya untuk sebuah harapan bisa menemukan seseorang yang sangat dirindukan.


"Aku berharap bisa bertemu denganmu dulu,di pantai ini?" ujar Bagas


Aku benar - benar sangat terharu sekaligus bahagia mengetahui bahwa orang yang diharapkan Bagas bisa bertemu adalah diriku, Bagas merapatkan duduknya dan mengecup lembut keningku,kulingkar kan tanganku memeluk separuh pinggangnya.


"Sama aku juga yank,aku sering kemari saat aku merindukan kehadiranmu" ujarku serak


Sesaat kami terdiam larut dengan pikiran masing - masing.


"Yank kita pulang yuk"


Tiba - tiba Bagas berdiri dan menarik tanganku untuk bangkit dari tempat dudukku


"Bentar lagi yank aku masih ingin disini" rengekku


"Kapan - kapan kita kembali kemari,keburu malam aku ingin menunjukkan sesuatu padamu ayolah"


Aku dengan berat hati bangkit mengikuti kemauan Bagas.


"Mau kemana lagi sih yank, sebentar lagi sepertinya mau turun hujan"

__ADS_1


"Ngak jauh kok,bentar juga sampai"


Bagas segera memacu laju motornya hampir satu jam akhirnya kami sampai di suatu perkebunan,aku sedikit binggung Bagas memarkir kan motor miliknya dijalan setapak,lalu membuka jok motornya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam jok,aku hanya memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Bagas.


Bagas menyodorkan sebuah sertifikat tanah atas namaku aku terkejut tak menyangka Reza akan membelikan lahan perkebunan yang telah ditanami tersebut.


"Mengapa dirimu melakukan ini semua yank"


"Dirimu selama ini selalu bertanya padaku apakah aku benar mencintaimu bukan?" saat itu aku tak pernah menjawabnya, karna bagiku sulit untuk mengatakannya karna bagiku cinta bukan sekedar hanya ucapan tapi perlakuan,inilah sebahagian kecil bentuk cinta dan sayangku padamu,dan maafkan untuk.saat ini aku hanya mampu memberimu perkebunan ini"


"Terima kasih sayang bagiku perhatian dan kasih sayangmu sudah cukup membuatku bahagia"


"Aku sengaja membelinya untuk hari tua kita,dan pondok itu sengaja dibuat untuk kita beristirahat jika nanti kita kemari"


Hatiku terenyuh mendengar perkataan Bagas,sejauh itu ia memikirkan masa depan dari hubungan kami.


Hari sudah mulai gelap tiba - tiba hujan mulai turun,Bagas menarikku untuk berteduh dipondok yang telah disiapkan jauh hari oleh Bagas.


Dinginnya suasana saat itu,membangkitkan gairah untuk *******,kamipun kembali melakukan hubungan layaknya suami istri


Diluar sana hujan semangkin deras kami larut dalam pelukan dosa,Bagas dan aku segera berpakaian,hujan diluar sana sudahpun reda,cuaca kembali berangsur cerah.


"Menikahlah denganku" ujar Bagas sambil memelukku dan mengecup pipiku.


Aku hanya diam tak memberi jawaban pada Bagas bukan karena aku tak menginginkan untuk menikah dengan Bagas namun banyak yang harus dipertimbangkan bukan hanya masalah hak asuh anak - anak,tapi ibu juga memberi ultimatum yang tidak ada tawar menawar padaku jika aku sampai bercerai dengan Reza maka ibuku tidak menganggap diriku sebagai anaknya.


Kami meninggalkan pondok tersebut dengan melalui jalan setapak untuk segera pulang kerumah.


Sebelum pulang kerumah terlebih dahulu Bagas mengajakku mampir disebuah restoran untuk makan malam terlebih dahulu,selama 2 tahun baru kali ini kami terlihat bersama didepan umum,Bagas seolah sudah tak memikirkan apa yang bakal terjadi jika ada seseorang yang mengenali kami.


Aku sangat menghargai usaha yang telah dilakukan Bagas buatku selama ini,namun aku belum mampu mengambil keputusan apapun sementara sampai hari ini Reza belum bisa menerima keputusanku yang ingin berpisah dengannya.

__ADS_1


Dengan sangat terpaksa aku menjalani hubungan dengan Bagas mengikuti air mengalir,aku pasrah dengan keadaan.


__ADS_2