
Waktu sudah menunjukkan pukul 4.30 pagi,rasa kantukku belum hilang
Kring........kring.......kring
Bunyi alarm mengusik tidurku yang baru saja hampir terlelap aku menutup kedua telinga mengunakan bantal namun alarm kembali berbunyi berulang - ulang dan membuatku kesal aku segera bangkit dan mematikan alarm,akupun kembali melanjutkan tidurku.
"Bun bangun udah siang bun" nanti Kami terlambat bun" ujar putriku membangunkan ku dari tidur
Aku membuka mataku dengan berat,matahari telah menunjukkan sinarnya menerobos masuk lewat celah - celah jendela kamarku
Aku menoleh kearah jam dinding,waktu sudah menunjukkan pukul 6,30 pagi,aku segera bangkit dari tempat tidurku dan bergegas melangkah menuju kamar mandi untuk sekedar menggosok gigi dan mencuci muka aku tidak sempat lagi untuk mandi pagi takut jika putriku terlambat kesekolah.
Kuraih kontak motorku setelah mengganti pakaian terlebih dahulu,aku buru - buru menghidupkan mesin motorku kedua putri telah bersiap menunggu diteras rumah.
"Ayo berangkat sekarang sayang" ucapku menunggu di motor,anak - anakku pun segera menghampiriku dan kami segera berangkat pergi menuju kesekolah
"Bun nanti Kakak pulang agak lama bun soalnya sepulang sekolah ada ekstrakurikuler disekolah bun"
"Oya nanti kabari aja bunda sayang"
"Baiklah bun" ucap putri sulungku menyalamiku dan segera memasuki gerbang sekolah.
Setelah mengantarkan kedua putriku kesekolah aku kembali pulang kerumah,aku kembali menjalankan rutinitasku,menyelesaikan pekerjaan rumah dan pekerjaan di loundry.
Aku segera mandi setelah menyelesaikan semua pekerjaan ,usai mandi dan berpakaian aku menuju ruang makan mengisi perut usai makan aku membuka ponselku untuk mengecek pesan yang masuk hari ini.
Muncul satu pesan dari kontak yang ku tulis dengan nama " mungkinkah" menyapaku
"Pagi"
"maaf dengan siapa ya" tanyaku membalas chat tersebut.
__ADS_1
Namun tak kunjung ada jawaban dari sipengirim pesan,setelah menunggu lama aku kembali menyibukkan diri dengan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga serta menyelesaikan pekerjaan mencuci pakaian - pakaian milik para pelangganku.
Setelah semuanya selesai jelang tengah hari akupun segera menjemput anakku dari sekolah setelah menjemput si adik aku menuju kerumah calon nasabah ku yang sebelumnya sudah membuat janji bahwa aku akan kerumahnya siang ini.
Saat diperjalanan menuju rumah calon nasabah ku tiba - tiba cuaca berubah tidak bersahabat,matahari yang tadinya menyeringai terik kini tertutup awan kelabu seakan memberi tanda bahwa sebentar lagi bakal turun hujan.
Aku segera menambah laju kecepatan motorku namun langkahku terkalahkan oleh datangnya hujan,aku mampir diseberang jalan didepan sebuah toko untuk berteduh setelah beberapa lama hujan tak kunjung reda sedangkan bajuku telah basah oleh cipratan mobil yang lalu lalang.
Aku memutuskan menerobos hujan dan segera menghidupkan motorku aku melaju menuju rumah ibu Dede.
Pukul 3 sore putri sulungku menelepon memberitahuku bahwa kegiatan sekolah telah selesai dan memintaku untuk segera menjemputnya setelah semua urusan pekerjaanku selesai akupun segera menuju sekolah putri sulungku
sesampainya dirumah aku memilih untuk segera beristirahat dikamar,kepalaku terasa berat dan pusing,mendadak suhu badanku naik aku mengalami demam efek dari kehujanan tadi siang.
Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidur dan mulai memejamkan mata,tiba - tiba dering suara ponselku berbunyi,tubuhku terasa berat untuk bangkit dari tempat tidurku namun suara ponsel terus - terusan berdering,aku memaksakan diri untuk bangkit dan segera meraih ponsel diatas nakas dan ternyata muncul nama "mungkinkah" tiba - tiba hatiku berdebar tak karuan dengan sedikit gugup aku segera mengangkat panggilan tersebut.
"Assalamualaikum"
"lagi ngapain?"
"La.......lagi istirahat"
"Enak ya jam segini bisa istirahat"
Aku terdiam sejenak Bagas menanyakan kembali akupun menjawabnya meski degup jantungku semangkin berdetak tak beraturan,aku masih tidak percaya ternyata yang sedang meneleponku benar - benar Bagas seperti apa yang kupikirkan selama ini.
Dia tetap Bagas yang dulu yang selalu mampu membuat jantungku berdebar 2 kali lebih cepat,Bagas yang mampu membuat aku merasakan jatuh cinta.
Seketika sakit kepalaku mendadak hilang sejak Bagas meneleponku tadi, getaran aneh yang dulu pernah kurasakan kini kembali muncul lagi,kami ngobrol cukup lama hingga tak terasa senja kembali hadir menyapa.
Setelah Bagas menelepon, entah mengapa semangat hidupku bangkit aku merasa hidupku tidak kosong seperti hari - hari kemarin aku tersenyum bahagia.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore,senja kembali menyapa dengan segala keindahannya dari balik jendela kamarku kutatap sang senja yang merona jingga yang seolah tersenyum padaku.
Hembusan angin senja menerpa wajahku,gumpalan - gumpalan awan - awan bergelayut manja dilangit senja,cahaya merah seolah menuntun burung - burung kembali kesarangnya.
Aku benar - benar bisa menikmati keindahan senja hari ini,sambil bernyanyi - nyanyi kecil aku segera melangkah kekamar mandi seperti gadis remaja yang sedang di mabuk cinta,aku sudah lupa bahwa aku kini adalah seorang istri begitu juga dengan Bagas.
Bagas telah mempunyai istri mereka menikah sudah 4 tahun lalu.
"Sudah sembuh sakit kepalanya bunda?" tanya putri sulungku aku mengganggukkan kepala sambil tersenyum padanya.
"Ayo kita makan malam bun,Kakak sudah menyiapkan nya" ucap putriku lagi
Aku melangkah keruang makan untuk makan malam bersama anak - anakku.
Bagas kembali mengirim pesan buatku sekedar menyapa dengan ucapan manisnya,saat aku sedang menyaksikan acara televisi bersama kedua putriku di ruang keluarga,aku segera membalas pesan Bagas sambil tersenyum.
"Kok bunda senyum - senyum,ada yang lucu ya bun?" tanya putriku.
Aku jadi salah tingkah mendapat pertanyaan dari putriku aku segera mengalihkan topik pembicaraan untuk menutupi pada putriku perasaan apa yang sedang kurasakan saat ini.
Malam semangkin larut kedua putriku sudah terlelap tidur menikmati mimpi indahnya,kulangkahkan kaki menuju kamar,
aku merebahkan tubuhku dan mulai memejamkan mata aku kembali memikirkan tentang Bagas aku mulai menghayal tentangnya,tiba - tiba suara ponselku berdering dan ternyata Bagas meneleponku tidak membuang waktu aku segera menerima panggilan telfon dari Bagas.
Suara indahnya kembali menyapaku,Bagas berhasil membuat aku tersenyum bahagia disaat aku merasakan kesedihan oleh perlakuan Reza padaku selama ini,malam ini aku tidak merasakan kesepian sepanjang malam ada Bagas yang menemaniku
Kami saling ngobrol mengingat kisah-kisah dulu semasa kami masih duduk dibangku sekolah dasar dan ternyata Bagas masih ingat bahwa aku dulu selalu jutek dengannya,ia mulai menanyakan alasan itu padaku akupun berbohong padanya untuk menutupi fakta yang sebenarnya yang kenyataannya aku mencintainya dulu dan bahkan sampai kini,Bagas juga tidak pernah tau bahwa selama kami sudah tidak pernah ketemu dan sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menikah dengan Reza aku pernah berharap bisa bertemu dengannya dan bahkan aku sempat mencari keberadaanya saat itu.
Obrolan pun mengalir penuh kehangatan,kata - kata manis yang keluar dari bibir Bagas membuat aku terbuai aku merasa benar - benar bahagia aku melupakan semua beban pikiran dalam hidupku jelang subuh kamipun mengakhiri obrolan manis........ya manis semanis coklat buat ketagihan hehehe
Bersambung.........
__ADS_1
buat sahabat semua saya ucapkan terimakasih yang sudi mampir di cerita ku terkhusus buat Lina Darmiati yang selalu hadir di ceritaku