CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.54


__ADS_3

Memang benar hidup terasa tak bisa bernapas bila melakukan hal yang sebenarnya tidak kita sukai namun harus berpura - pura bahagia.


Aku semangkin gila bersembunyi dibalik topeng keinginan ibuku tetapi aku tak mampu untuk mengatakan tidak aku tak bisa melihat setetes air mata yang keluar dari kelopak mata tua itu.


Hari ini aku benar lelah,lelah hati dan juga pikiran ,aku mencoba memejamkan mata namun tiba - tiba Bagas kembali meneleponku.


"Halo yank udah nggak sibukkan?" kamu lagi apa sekarang"


"Aku lagi rebahan"


"Suaramu kok serak kayak habis nangis yank,kamu kenapa?"


Aku sudah tidak tahan dengan semua ini,terlalu berat buatku,akupun menumpahkan semua rasa kecewaku dengan bercerita pada Bagas apa yang baru saja terjadi pada diriku,karena Bagas lah selama ini yang mampu mengusir rasa sedih,kecewa dan kadang putus asa.


"Apa?" jadi Reza melakukan itu padamu?"


"Aku sudah tidak sanggup lagi yank" ujarku sambil terisak - Isak.


"Yank kumohon akhiri semua ini, aku yakin anak - anak akan mengerti yank"


"Bukan itu masalahnya ibu sedang sakit saat ini aku tak ingin keputusanku berdampak fatal pada kondisi ibu"


,"Dasar b****** Reza " gerutu Bagas.


"Aku menyesal mengapa dulu aku pendam perasaanku terlalu lama padamu Gas"


Aku kembali menangis menyesali kebodohanku dulu,Bagas berusaha menghiburku dan menyakinkanku akhirnya aku sedikit tenang,tiba - tiba aku mendengar mobil Reza dari dalam kamar aku buru - buru memberi tahu pada Bagas agar tidak menambah permasalahan kamipun segera mengakhiri obrolan kami pagi itu.


"Yank sebaiknya kamu keluar dulu dan jauhi Reza,aku khawatir Reza akan berbuat kasar padamu,aku sayang kamu yank"


"Aku kangen kamu yank"


"Oke nanti aku usahakan dalam minggu ini kita ketemuan ya muahhhhh.



Reza masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur,akupun segera keluar dari dalam kamar, seperti biasa mood ku membaik setelah ngobrol dengan Bagas,aku merasa nyaman dan itu yang membuat aku betah berhubungan dengan Bagas bertahun lamanya.



Setelah 3 hari dirumah Reza baru kembali kekota x dan saat ini mungkin saja Reza sedang bersama Bela,aku merasa itu sangat baik bahkan aku berharap Reza dan Bela dapat membina rumah tangga yang harmonis sehingga peluangku untuk mewujudkan impianku untuk hidup bersama Bagas lebih besar setelah aku bisa meyakinkan ibuku bahwa Bagas lebih baik daripada Reza dan hidupku akan lebih bahagia tentunya.



Aku melangkahkan kaki berjalan menyelusuri koridor rumah sakit ibuku terpaksa dirawat disini karena kemarin kondisi ibuku memburuk sehingga aku dan kakak - kakakku terpaksa membawa ibu kerumah sakit.



"Mbak mbak Lina!" sapa seseorang dari arah belakang aku segera membalikkan badan mencari sumber suara tersebut.



"Pak Freddy lho ada apa bapak disini?"



"Saya habis membesuk seorang teman,mbak Lina" sendiri disini siapa yang sedang sakit?"



"Ibu saya Pak"



"Gimana keadaan ibunya mbak Lina" sekarang?"


__ADS_1


"Alhamdulilah sudah mulai membaik Pak?"



"Syukur alhamdulilah mbak,bolehkah saya untuk membesuk ibu mbak Lina"



"Oh silakan Pak" ujar ku,aku dan Pak Freddy berjalan menuju keruangan dimana ibu sedang dirawat,aku mengetuk pintu dan masuk secara bersamaan dengan Pak Freddy, mbak Eva segera berpamitan aku menggantikan mbak Eva hari ini untuk menjaga ibu.



"Assamualaikum bu,bagaimana ibu sudah mulai baikan" tanyaku diiringi dengan anggukan dan senyuman di wajah ibu.



" Oiya bu kenalkan ini Pak Freddy, beliau bos Lina dulu bu"



Pak Freddy dengan sikap ramahnya menyapa memberi salam pada ibu namun ibu menyambutnya dengan wajah datar dan terkesan tidak menyukai Pak Freddy,aku melihat itu merasa tidak enak pada Pak Freddy,suasana tampak canggung setelah ngobrol beberapa saat Pak Freddy berpamitan,aku mengantar Pak Freddy hingga sampai didepan pintu kamar ruangan dimana ibu dirawat.



"Lin dimana Reza kok nggak besuk ibu?"



"Reza sudah kembali bekerja bu semalam sore ia berangkat"



"Kamu jangan pernah mengulang kesalahan dulu Lin,jangan terlalu dekat dengan laki - laki lain saat suamimu tidak berada dirumah.



Aku hanya diam dan kembali menyuapi ibu makan.




"Bu Lina nggak barengan kemari nya sama Pak Freddy,kebetulan tadi Lina jumpa beliau saat tiba dirumah sakit, Pak Freddy sedang membesuk temannya bu"



Setelah makan ibu segera meminum obatnya dan beristirahat.



Setelah mbak Eva datang kerumah sakit akupun segera pulang kerumah,aku langsung mandi dan setelah selesai kurebahkan tubuhku ketempat tidur waktu masih menunjukkan pukul 7 malam.



Mataku segera tertuju pada ponselku yang sedang berbunyi,aku segera melihat nama yang muncul dilayar ponselku dan segera menerima panggilan tersebut.



"Halo selamat malam pak?" ucapku menyapa pak Freddy.



"Malam kembali,apakah mbak Lina" masih berada dirumah sakit?"



"Saya sudah pulang pak dan baru sampai dirumah,ada apa ya pak?"

__ADS_1



"Saya ingin mengajak mbak dinner malam ini,apakah mbak Lina bersedia untuk dinner bersama saya malam ini?"



Sebenarnya aku merasa capek sekali hari ini, namun mengingat kejadian tadi siang membuat aku merasa tidak enak jika menolak ajakan pak Freddy, malam ini akhirnya aku menerima tawaran beliau,dan untuk janjiku pada Bagas agar menjauhi pak Freddy untuk kali ini aku abaikan toh aku hanya makan malam Bagas pasti akan mengerti jika ia mengetahui sebab mengapa aku menerima ajakan pak Freddy.



Setelah mengganti pakaianku dan dengan polesan make up yang natural aku segera bergegas menuju sebuah restoran.Tepat pukul 8 malam akupun sampai di restoran tersebut pak Freddy sudah duduk di sana menungguku ia melambaikan tangan ke arahku,aku segera berjalan menuju kearahnya.



"Silakan duduk mbak"



"Terimakasih pak" jawabku dan tersenyum padanya.



"Silakan mbak Lina" pesan makanannya"ucap pak Freddy sembari menyodorkan buku daftar makanan yang terletak rapi diatas meja.



Tak berapa lama pelayan restoran menghampiri,kamipun segera memesan makanan yang telah kami pilih sebelumnya sesaat kemudian pelayan tersebut kembali datang dengan membawa menu makanan sesuai pesanan kami.



Kami menikmati makan malam sembari mengobrol,sesekali terdengar gelak tawa diantara kami,tampak pak Freddy benar - benar melupakan kejadian tidak menyenangkan tadi siang.



"Oiya mbak Lina" kita sudah lama saling kenal tapi tak sekalipun saya melihat suami mbak Lina"



"Oh iya pak kebetulan suami saya sedang bekerja keluar kota mangkanya bapak tidak pernah melihatnya"



Kamipun mulai berbicara soal kehidupan masing - masing dan baru malam ini aku mengetahui bahwa pak Freddy diusia sekarang ini masih berstatus singel alias pak Freddy masih lajang.



"Wah apakah bapak tidak takut jika pacar bapak marah karena mengetahui bapak sedang dinner dengan ibu - ibu seperti saya pak"



"Tidaklah mbak Lina" bagaimana mau marah lah wong saya juga tidak punya pacar"



"Apa?" suaraku yang sedikit kuat membuat pengunjung lain menoleh kearah ku menyadari itu aku segera memelankan suaraku.



"Beneran bapak belum punya pacar?"



Pak Freddy mengangguk sangat serius namun ekspresi wajahnya malah tampak lucu bagiku hingga aku tertawa lepas pak Freddy mengerutkan keningnya,sadar akan itu aku menghentikan tawaku dan memandang pada pak Freddy yang sedang berada duduk tepat didepanku namun entah apa yang ada dipikirannya pak Freddy sekarang.



"Mbak Lina kok malah menatap aneh saya?" saya normal lho mbak"

__ADS_1



Aku kembali tertawa sedangkan pak Freddy ikutan tertawa,pak Freddy selain sosok yang sangat tegas tetapi ia juga benar - benar sangat lucu,aku benar - benar merasa terhibur malam ini dengan sikap pak Freddy.


__ADS_2